Mitos Minum Es Bikin Batuk dan Pilek


Ilustrasi batuk dan pilek

Pernah gak sih kalian mendengar kalimat. “Minum es terus…nanti batuk.”  Saya yakin kalian pasti pernah mendengar atau bahkan ngalamin sendiri orang-orang bilang gitu. Tapi serius deh, mitos  minum es bikin batuk dan pilek ini sudah bertahan sampai sekarang, meskipun sebenarnya nggak ada dasar ilmiah yang kuat buat membuktikannya. Jadi, yuk kita bahas lebih lanjut dan pecahkan mitos ini!

Jadi, kenapa sih orang-orang masih percaya kalo minum es bikin batuk dan pilek? Padahal, kalo kita lihat dari sisi logika dan pengetahuan medis, nggak ada hubungannya sama sekali.

Batuk dan pilek disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri

Sebelumnya, saya mau kasih tau, batuk dan pilek itu sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang masuk ke tubuh kita. Jadi, nggak mungkin deh minum es sendiri langsung bikin kita batuk atau pilek.

Kita butuh paparan virus atau bakteri yang beneran bikin masalah di sistem pernapasan kita. Tapi tetep aja, mitos ini ada, dan ada beberapa teori yang bisa jelasin kenapa mitos ini bisa bertahan sampai sekarang. 

Baca Juga:

Efek sementara setelah minum es

Hal pertama yang memungkinkan, karena efek sementara yang timbul setelah minum es. Jadi, ketika kita minum es, suhu di sekitar tenggorokan kita bisa jadi lebih dingin. 

Efek dingin ini bisa bikin saluran pernapasan kita sedikit menyempit karena pembuluh darah di daerah itu menyusut. Dan itu mungkin bikin kita ngerasa nggak enak di tenggorokan, bahkan bisa sampai kayak mau batuk. Tapi, ini cuma efek jangka pendek aja dan nggak bakal berlanjut sampe batuk atau pilek.

Ada juga pendapat lain yang ngomongin soal makanan dingin atau es krim yang sering kita makan bersamaan dengan minum es. Nah, makanan dingin ini bisa meningkatkan produksi lendir di hidung kita. Dan kalo ada banyak lendir, ya kita jadi merasa pilek. Tapi perlu diinget lagi, ini juga cuma efek jangka pendek dan nggak berlangsung lama.

Faktor psikologis

Selain efek sementara yang saya bahas tadi, ada juga faktor psikologis yang bisa mempengaruhi keyakinan orang tentang mitos ini. Bayangin aja, sejak kecil kita sering dibilang “jangan minum es, nanti pilek” sama orang tua atau nenek moyang kita. Mereka ngasih tau kita begitu terus sampe-sampe jadi kepercayaan yang melekat dalam pikiran kita.

Terus, setiap kali kita minum es dan kemudian mengalami gejala batuk atau pilek, kita otomatis mengaitkannya dengan minum es sebagai penyebabnya. Padahal, bisa jadi kita cuma kena flu atau penyakit lain yang memang lagi nyasar di tubuh kita tanpa ada hubungannya sama es yang kita minum.

Baca Juga:

Faktor persepsi

Gak cuma itu, faktor persepsi juga ikut berperan. Misalnya, pas kita udah pilek atau batuk, kita mungkin jadi lebih peka sama sensasi dingin di tenggorokan. Jadi, kalo kita minum es, sensasi itu bisa terasa lebih intens, dan kita langsung nyambungin dengan mitos bahwa minum es bikin batuk dan pilek. Padahal, sebenarnya itu cuma persepsi kita aja yang dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang sudah sedang tidak sehat.

Jadi, dengan segala faktor psikologis dan kepercayaan yang sudah terbentuk, wajar aja kalo orang masih percaya kalo minum es bikin batuk dan pilek. Tapi sekarang kita udah tahu, nggak ada hubungannya sama sekali antara minum es dan gejala batuk atau pilek.

Nah, intinya, jangan terlalu percaya sama mitos yang nggak ada dasar ilmiahnya. Kalau kita mau minum es, enjoy aja dan jangan takut-takut. Asal tetap menjaga kesehatan secara keseluruhan, minum es nggak bakal langsung bikin kita sakit.

Jadi, teruslah menikmati sensasi kesegaran es yang menyegarkan tenggorokan!

Baca Juga: Batuk Pilek Melanda? Coba Resep ‘Jas Jenima’

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *