4 Alasan Mengapa Anak-anak Dilarang Masuk ke Rumah Sakit

Cukup banyak alasan mengapa anak-anak dilarang masuk ke rumah sakit


Ilustrasi rumah sakit (pixabay,com/ 1662222)

Saat kita ke rumah sakit, seringkali kita melihat tanda larangan di pintu masuk rumah sakit yang menyatakan “Anak Dibawah Usia 12 Tahun Dilarang Masuk”. Kita mungkin telah mendengar atau bahkan mengalami sendiri teguran dari petugas keamanan, perawat, atau dokter saat membawa anak ke rumah sakit. Mengapa anak-anak dilarang masuk ke rumah sakit?

Sebagai manusia, kita memberikan berbagai respon terhadap larangan tersebut. Ada yang mematuhinya, ada yang cuek dan tetap membawa anak, ada juga yang marah-marah karena tidak menerima larangan tersebut, dengan berbagai alasan untuk tetap membawa anak ke dalam rumah sakit.

Sebenarnya, larangan yang diberlakukan oleh rumah sakit bukanlah tanpa alasan atau hanya sekedar aturan iseng belaka. Ada tujuan yang baik di balik larangan tersebut. Berikut beberapa alasan mengapa anak-anak dilarang masuk ke rumah sakit.

1. Menghindari dampak buruk kesehatan anak

Membawa anak ke rumah sakit dapat berdampak pada kesehatan anak itu sendiri. Hal ini terjadi karena daya imunitas pada anak belum sempurna sehingga mudah terkena penyakit yang ada di area lingkungan rumah sakit yang lebih dikenal dengan sebutan Nosokomial.

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dari kuman-kuman yang berada di lingkungan rumah sakit, infeksi ini lebih sulit disembuhkan dari pada infeksi yang didapat di lingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh bakteri di rumah sakit lebih kuat atau kebal terhadap antibiotik dibandingkan bakteri pada umumnya.

Baca Juga:

2. Menghindari gangguan psikologis pada anak

Selain risiko tertular penyakit, gangguan psikologis pada anak juga dapat terjadi. Saat berkunjung, anak-anak tidak hanya melihat orang sakit, tetapi juga mendengar suara-suara orang yang sakit, seperti teriakan, rintihan, dan bahkan orang yang mengalami pendarahan hebat karena kecelakaan, terutama di ruang UGD. Hal ini dapat menimbulkan trauma dan ketakutan pada anak, yang dapat mengganggu perkembangan psikologisnya.

Anak-anak memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi terhadap hal-hal baru yang dilihatnya. Setiap kejadian bisa jadi akan terekam betul di dalam ingatannya sampai dewasa nanti. Rintihan pasien, teriakan histeris kesakitan, akan menimbulkan sensasi luar biasa buruk bagi anak-anak yang mendengarnya.

Belum lagi bila ada pasien yang sedang berpindah ruang tentu untuk keperluan pengobatan, yang terluka, patah tulang dan bermacam-macam atau terlihat selang-selang infusnya, keluarga yang menangis histeris karena pasien yang meninggal, melihat jenazah dan lainnya. Hal-hal seperti itu tentu akan menimbulkan trauma bagi anak-anak dan ketakutan yang berkepanjangan hingga dewasa kelak nanti.

3. Mengganggu pasien dan mengganggu petugas medis yang sedang bekerja

Rumah sakit merupakan tempat istirahat bagi orang yang sedang sakit. Kita juga memahami bahwa anak-anak sangatlah beragam dan tidak selalu tenang. Anak-anak cenderung rewel dan sulit untuk diatur, seringkali berteriak dan berlarian sehingga mengganggu orang lain. Bayangkan saat kita sakit dan ingin beristirahat, namun terganggu oleh suasana yang kurang kondusif.

Sifat anak-anak yang ceria, kadang bercakap-cakap dengan suara keras, suka bercanda dan tak bisa diam tentu akan sangat mengganggu kenyamanan pasien-pasien yang sedang istirahat. Hal ini juga dapat mengganggu atau menyulitkan kerja para petugas medis yang sedang bekerja, misalkan menyenggol peralatan atau tak sengaja menyetuh tombol-tombol khusus, komputer dan lain sebagainya.

Baca Juga:

4. Rumah sakit bukan tempat bermain anak

Sifat asli anak-anak kecil adalah ingin selalu bermain. Pada usia tersebut, rasa ingin tahu mereka sangat besar. Mereka bisa saja mencoba memegang benda-benda yang menurut mereka asing. Benda-benda yang ada di dalam rumah sakit, bukanlah mainan bagi anak. Banyak benda-benda yang berbahaya yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang.

Anak kecil juga cenderung lebih antusias jika berada di sebuah tempat dan suasana baru. Melihat lorong-lorong selasar penghubung antar bangsal perawatan hal ini menimbulkan hasrat dalam diri anak-anak untuk bermain dan berlari-larian di sepanjang selasar rumah sakit.

Salah satu faktor penting yang dapat mempercepat kesehatan pasien di rumah sakit adalah suasana yang tenang dan nyaman. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sebaiknya lebih bijak dalam memutuskan untuk mengajak anak berkunjung ke rumah sakit. Apabila tidak dalam kondisi yang sangat mendesak, sebaiknya jangan membawa anak ke dalam rumah sakit.

Nah itulah beberapa alasan, mengapa anak-anak dilarang masuk ke rumah sakit. Jadi, sayangilah putra-putri anda.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Jakarta Saat Libur Sekolah


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *