Menyamar di Bawah Hujan

Banyak orang ingin bersembunyi ketika tangis membasahi pipi. Karena tak semua orang mengerti dengan masalah yang kita hadapi.


0

Yang Terluka

Mendekap diri dibalik tirai
Yang tersembunyi dari pengintai
Demi menyembunyikan sebuah rahasia
Juga sebuah rasa

Bukan soal perasaan suka
Terhadap sesama manusia
Tetapi harapan yang ingin diwujudkan
Dalam sebuah bentuk yang diimpikan

Awalnya percaya diri
Dengan usaha tak henti
Walau pada akhirnya menyakiti
Dan berakhir menangis seorang diri

Pengharapan Menyakitkan

Tak pernah ada yang menduga
Terhadap hasil yang ada
Sekeras apa pun usaha
Hanya Sang Maha Kuasa yang tahu hasilnya

Saat itu ada rasa bahagia
Tentang impian yang menjadi nyata
Melupakan tentang segalanya
Tentang pengharapan yang bisa menjadi petaka

Ada hal yang salah
Namun dirinya enggan percaya
Ada hal yang mengecewakan
Sebab tak berakhir seperti yang diharapkan

Mereka benar rupanya
Pilihannya salah
Mereka benar rupanya
Bahwa tak semua bisa berjalan semestinya

Sesak di dada adalah konsekuensi
Terhadap kenekatan sendiri
Tangis tak lagi berarti
Sekalipun diiringi penyesalan yang mengiris hati

Jalan Berliku

Memang tak baik menghakimi diri
Terhadap sebuah usaha yang dijalani
Meski tahu hasil mengkhianati
Dan berakhir sakit hati

Bulir air mata membasahi
Ditengah hujan yang mengguyur bumi
Meratapi kegagalan hari ini
Juga rasa pilu yang teringat kembali

Sekian banyak yang terjadi
Tak ada yang berhasil dan membanggakan hati
Sehingga keputusasaan merajai
Memporak-porandakan hati

Cukupkah begini?
Seorang diri
Merutuki diri
Dan tak ingin mencoba lagi

Di Balik Pintu Kamar

Seharian mengunci diri
Beralasan belajar untuk ujian esok hari
Padahal itu hanya dusta
Guna menutupi maksud yang sebenarnya

Terkadang ada hal yang tak ingin diceritakan
Kepada semua orang
Hanya untuk diri sendiri
Dan dipendam di dalam hati

Tangis jadi hal yang memalukan
Karena menyiratkan kecengengan
Senyum jadi hal yang istimewa
Karena menyiratkan bahagia

Bagaimana tidak bersandiwara
Jika pandangan mereka seperti itu
Pandangan yang melecut diri
Untuk baik-baik saja walau sakit hati

Jatuh hati

Tak pernah terlintas di hati
Untuk mendapat cinta sejati
Nyatanya tak seindah mimpi
Yang bisa berkhayal sesuka hati

Dia seharusnya tak memulai
Untuk percakapan yang tak diperlukan
Seharusnya dia menghindar
Dan hanya fokus pada tujuan

Namun, dia justru melenceng dari tujuan
Dengan dalih hanya sebuah candaan
Untuk mencairkan suasana yang tertekan
Agar rileks kemudian

Dusta itu dipercaya begitu saja
Hingga akhir baru menyadari semuanya
Dia memancing perasaan yang ada
Untuk jatuh hati padanya

Baca Juga: KISAH RUMPUT TEKI BERBUAH PADI

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *