5 Hal Yang Tidak Kamu Ketahui Saat Menjadi Mahasiswa Ilmu Kajian Budaya

Pertanyaan mendasar saat menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya, Lulus nanti mau jadi apa?


Ilustrasi mahasiswa kajian ilmu budaya (pixabay.com/felixioncool)

Melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi adalah impian semua orang. Bahkan ada yang rela mati-matian demi bisa melanjutkan sekolahnya hingga ke perguruan tinggi demi mendapatkan masa depan yang lebih cerah.

Rata-rata jurusan di perguruan tinggi dipilih berdasarkan prospek kerjanya nanti setelah lulus. Hal ini bisa dilihat dari jurusan ilmu eksak yang tidak pernah sepi peminat. Sementara untuk ilmu sosial ada jurusan hukum yang selalu laku, jurusan psikologi yang sedang menjadi trend dan jurusan ekonomi bisnis.

Dalam perguruan tinggi ada jurusan yang tidak kalah penting namun kurang diperhitungkan yaitu jurusan Ilmu kajian budaya. Jurusan ini masuk dalam salah satu studi ilmu humaniora dan masih memiliki hubungan dengan jurusan filsafat yang kurang populer di masyarakat. Padahal dengan menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya, ada banyak manfaat yang tidak didapat dari jurusan ilmu eksak dan ilmu sosial pada umumnya seperti berikut,

1. Belajar Berpikir Kritis

Selama menjalani pendidikan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, kita jarang sekali dibekali dengan skill berpikir kritis padahal soft skill ini sangat penting. Tidak hanya untuk dilapangan kerja namun soft skill berpikir kritis juga penting dalam menjalani kehidupan.

Berpikir kritis artinya sebuah kemampuan untuk berpikir secara rasional, tertata dan mendalam untuk bisa memahami masalah secara menyeluruh. Berpikir kritis juga sebuah kemampuan penalaran mengenai keyakinan dan tindakan yang masuk akal dan berfokus pada memutuskan apa yang dipercayai atau yang dilakukan.

Dengan berpikir kritis, maka kita akan mampu untuk melihat masalah secara objektif, mendapat perspektif yang beragam, dan mandiri dalam menghadapi masalah.

2. Bisa Memahami Fenomena Sosial Secara Menyeluruh

Everything is connected, segala sesuatu yang terjadi tidak terlepas dari hal lain. Menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya, akan membuat kita mampu untuk melihat suatu persoalan secara menyeluruh (holistik).

Holistik bisa dipahami sebagai suatu cara pandang yang utuh, dengan melihat suatu masalah yang hadir tidak hanya di permukaan saja, tetapi juga melihat lapisan terdalam dari suatu masalah. Sebagaimana satu persoalan bisa saja memiliki hubungan dengan aspek-aspek sosial lainnya.

Misalnya, ketika kita menghadapi sebuah kasus KDRT, kasus tersebut tidak hanya menjadi perkara hukum saja, tapi ada juga perkara gender, perkara agama dan perkara psikologi di dalamnya.

Baca Juga:

3. Tidak Mudah Terserang Hoaks

Media sosial yang semakin beragam dan penggunaannya yang masif membuat banyak sekali informasi yang beredar dengan cepat sehingga tidak jarang timbul berita hoaks yang memancing keributan.

Dengan belajar ilmu kajian budaya, maka kita tidak akan mudah termakan hoaks, karena kita jadi lebih berhati-hati dalam menelan informasi, cermat dalam menilai berita dan mendiskusikan informasi tersebut dengan teman.

Kebiasaan seperti itu akan terbangun dalam diri mahasiswa ilmu kajian budaya yang memberi dampak baik yaitu kesadaran akan cepatnya arus informasi di media sosial bisa saja digunakan untuk kepentingan negatif.

Baca Juga:

4. Berfikir Kreatif

Great mind, talking idea, average mind talking event, and small mind, talking people. Menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya, akan melatih kita untuk bisa memiliki great mind yang akan selalu berfokus pada ide kreatif, dan membicarakan ide kreatif dibandingkan membicarakan kejadian atau orang.

Ketika belajar tentang ilmu kajian budaya, secara tidak langsung mahasiswa akan terdorong untuk menciptakan gagasan baru dari hasil pengamatan, kepekaan dalam melihat fenomena sosial, dan dari kebiasaan berdiskusi yang nantinya dituangkan dalam sebuah karya.

5. Menumbuhkan Rasa Empati

Menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya tidak hanya berguna dalam mengembangkan kemajuan ilmu di dunia akademik, tapi juga baik untuk diri mahasiswa itu sendiri, yaitu menajamkan rasa empati.

Kebiasaan untuk mengamati dan meneliti fenomena sosial, bahkan hingga terbaur ke dalamnya akan membuat kita menjadi lebih paham dengan apa yang dirasakan oleh orang lain, meskipun kita tidak mengalami hal serupa.

Inilah lima hal yang tidak diketahui saat menjadi mahasiswa ilmu kajian budaya. Meskipun prodi ini tidak sepopuler prodi lain, ternyata bisa memberikan banyak ilmu dan bermanfaat bagi para mahasiswanya.

Baca Juga: Bukan Karena Malas, 6 Alasan Mahasiswa Telat Wisuda!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *