Realita Profesi Ghost Writer yang Serba Dilematis

Realitanya, ada banyak fakta yang jarang diceritakan oleh para ghost writer di mana pun mereka berada. Dan ini tidak selalu mudah dan menyenangkan.


Ilustrasi ghost writer (pixabay.com/stevepb)

Semua orang seharusnya sepakat, penulis adalah salah satu profesi yang mustahil sepi job. Di era digital saat ini, segala jenis konten tulisan berjejalan dan punya banyak jalan untuk dapat perhatian: melalui aneka website, aplikasi, marketplace, media sosial hingga platform lainnya. Pada situasi inilah peran ghost writer atau penulis hantu sangat mendominasi. Mereka bertugas memproduksi banyak konten untuk dibayar, tanpa harus meninggalkan jejak nama.

Menjadi Penulis Hantu tampaknya menyenangkan. Kamu tidak perlu datang ke kantor manapun untuk bekerja. Semua bisa dilakukan dari rumah, atau sambil santai nongkrong di taman. Berbekal laptop dan serangkaian kata kunci yang sudah ditetapkan, kamu hanya perlu mengembangkan ide dalam serangkaian paragraf, sehingga tulisan bisa selesai sesuai deadline yang telah ditentukan.

Ya, profesi ini tampaknya menyenangkan, karena proses seleksi untuk bergabung di perusahaan jasa pembuatan konten pun tak membutuhkan seleksi yang rigid. Kamu hanya perlu mengirimkan CV dan contoh tulisan, lalu mereka akan segera menerima kamu sebagai bagian dari tim Penulis Hantu. Setelah kamu menyelesaikan job, kamu akan segera dibayar dan ini tentu saja menjadi hal yang paling dinanti-nantikan, bukan?

Tampak mudah dan menyenangkan, bukan?

Sebagai seorang praktisi yang juga menggeluti profesi sebagai Penulis Hantu selama lebih dari 5 tahun, saya ingin berbagi sedikit cerita, atau bisa dibilang “curhat”. Realitanya, ada banyak fakta yang jarang diceritakan oleh para ghost writer di mana pun mereka berada. Dan ini tidak selalu mudah dan menyenangkan.

Lantas mengapa saya menyebut profesi ini dilematis? Berikut ini alasannya!

Berpotensi Bekerja Tanpa Jeda

Sumber: Unsplash.com

Tidak ada jam kerja yang pasti untuk para penulis freelance. Prinsipnya, semakin giat mereka memproduksi artikel, semakin tinggi pula penghasilannya. Sebaliknya, ketika sang penulis hantu mengambil jeda libur sehari, atau beberapa hari, maka tidak ada penghasilan apapun. Ketika kita ingin mengumpulkan uang untuk kebutuhan tertentu, bersiaplah untuk mengambil sebanyak mungkin job, yang artinya kamu berpotensi bekerja tanpa jeda.

Kalau kamu masih single dan tidak punya kegiatan yang padat, mungkin ini tidak akan terlalu bermasalah. Tapi apa kabar dengan para penulis yang mengambil job, tapi harus mengurus hal penting lainnya, misalnya anak dan rumah tangga, seperti saya. Manajemen waktu sangat penting agar kamu bisa tetap uang, tapi urusan lainnya tetap tertangani denga baik.

Baca Juga: 8 Tips Menjadi Penulis Artikel yang Sukses

Bayaran yang Relatif Rendah

Sumber: Unsplash.com

Para penulis hantu sepertinya sudah diibaratkan seperti mesin oleh kebanyakan perusahaan jasa artikel, meski tidak semuanya begitu. Ketika kamu memutuskan untuk mengambil profesi ini, kamu dituntut untuk mengerjakan job dengan deadline yang ketat, tapi tidak setara dengan bayaran per kata-nya.

Maka dari itu, penting bagi penulis untuk selektif memilih mitra kerja. Sebagai penulis, sangat penting melibatkan hati yang lapang, agar mood menulis tetap bagus. Ini artinya, bos artikel yang bagus dan bayaran yang seimbang akan lebih memperlancar pekerjaanmu.

Tidak Ada Pengakuan Karya

Sumber: Unsplash.com

Para ghost writer harus bersedia untuk menyembunyikan diri, sebagus apapun artikel yang mereka buat. Ini memang merupakan kesepakatan yang sudah dibuat di awal, karena tugas kamu adalah membuat artikel saja, tapi tak perlu tampang nama.

Bekerja Hanya Mengandalkan Kepercayaan 

Ilustrasi bekerja sendiri (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Para penulis tidak perlu bertemu secara langsung dengan para bos artikel. Interaksi kebanyakan dilakukan secara online, dan ini sangat rentan karena hanya mengandalkan kepercayaan semata. Posisi ini tentu saja sangat riskan, karena kamu dengan mudah bisa mangkir atau menghilang sebelum job diselesaikan. Atau sebaliknya, kamu sudah menyelesaikan job, tapi malah di-ghosting oleh bos artikel dan kamu tidak dapat bayaran sepeser pun.

Empat hal di atas mungkin mewakili realita profesi penulis hantu, yang serba dilematis. Tapi terlepas dari semua itu, hidup adalah pilihan. Setiap pekerjaan pasti memiliki risiko dan tantangan tersendiri, bukan? Ketika kamu tertarik dengan profesi yang satu ini, bersiaplah karena kenyataan di lapangan tidak selalu seperti kelihatannya, menyenangkan dan praktis.

Yang terpenting, apapun tanggung jawab yang sedang kamu hadapi saat ini, mari bekerja sepenuh hati dan banyak bersyukur. Meskipun sering dianggap tak melakukan apa-apa, meski sedikit waktu untuk bertetangga, meski kamu harus berjuang untuk membagi waktu dan fokus pada banyak hal, menjadi penulis hantu tetaplah berharga. Kamu bahkan bisa dapat uang, sambil terus mengasah keterampilan menulis, bukan?

Ketika kita banyak berpikir dari sisi yang positif, percayalah, itu akan menambah energi agar selalu bersemangat, positif, dan produktif setiap hari.

Baca Juga: Enaknya Menjadi Seorang Penulis Kreatif

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Senior

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *