Rungkad! Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Ini Sederet Kerugian Yang Dialami Indonesia

Dengan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, Bisa saja Indonesia terkena sanksi dari FIFA


BekelSego – Bak jatuh tertimpa tangga, selama beberapa tahun terakhir sepak bola Indonesia terus-terusan dihantam dengan ujian berat dan kejam.

Setelah beberapa tahun sepak bola Indonesia sempat off karena adanya Covid-19, di tahun 2022 Indonesia kembali dihadang nasib buruk akibat terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari seratus orang.

Belum selesai luka Kanjuruhan sembuh, di bulan Maret 2023 untuk ketiga kalinya Indonesia harus rela menerima realita pahit karena gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia Under-20 (Pildun U-20).

Bukan hanya berdampak bagi pesepak bola muda, batalnya Piala Dunia U-20 juga membawa serangkaian kerugian bagi Indonesia.

1. Timnas batal tampil di Piala Dunia U-20 karena berbagai penolakan terhadap timnas Israel

Ajang Piala Dunia menjadi impian banyak pesepakbola di seluruh dunia. Kita bisa melihat jika pemenang Piala Dunia disambut bak raja di negara asal mereka, hal itu seperti yang dialami Messi cs ketika pulang ke Argentina.

Selain ada Piala Dunia senior, ada juga ajang Piala Dunia U-20, ajang ini memang diperuntukkan bagi pesepakbola muda di seluruh dunia. Ajang ini juga merupakan ajang terbesar kedua yang dimiliki oleh FIFA selaku induk terbesar sepak bola dunia.

Secara mengejutkan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia di tahun 2019. Keputusan ini didapatkan setelah Indonesia berhak menyingkirkan puluhan negara lain yang sama-sama mencalonkan diri sebagai tuan rumah.

Sempat terhenti beberapa tahun, yang dari awalnya direncanakan terjadi di tahun 2021, Piala Dunia U-20 Indonesia terpaksa diundur tahun 2023 karena Covid-19.

Sayangnya nasib baik masih belum diraih oleh Indonesia, secara pasti FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia karena beberapa alasan, hal ini dikonfirmasi FIFA dalam website resmi mereka.

“Following today’s meeting between FIFA President Gianni Infantino and President of the Football Association of Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA has decided, due to the current circumstances, to remove Indonesia as the host of the FIFA U-20 World Cup 2023.” Tulis FIFA pada tanggal 29 Maret.

Dari pernyataan di atas bisa dikatakan setidaknya ada alasan penyebab FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Hal itu karena situasi terkini yang terjadi di Indonesia, yakni penolakan besar-besaran oleh sejumlah pihak terhadap Tim Nasional (Timnas) U-20 Israel.

Diketahui beberapa pihak secara terang-terangan menolak datangnya Timnas Israel ke Indonesia, diantaranya seperti  penolakan dari Gubernur Bali & Jawa Tengah.

Penolakan dari beberapa partai seperti PDIP, PKS, PAN. Penolakan dari organisasi masyarakat seperti Aqsa Working Group, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Front Persaudaraan Islam dan lainnya.

Baca Juga: 5 Fakta Shayne Pattynama, Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia

2. Mematahkan hati pemain, pelatih dan suporter Bola Indonesia

Dengan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 tentu saja membuat banyak pihak sedih dan kecewa. Hal ini sangat dirasakan oleh segelintir orang mulai dari pelatih, pemain Timnas dan suporter Timnas Indonesia.

Akun Ganjar Pranowo selaku salah satu orang yang menolak Timnas Israel bertandang ke Indonesia dipenuhi oleh ratusan ribu orang yang berkomentar untuk mengecam tindakannya.

Beberapa pemain Timnas U-20 seperti Hokky Caraka, Marselino Ferdinan, Rabbani Tasnim, Arkhan Fikri, Cahya Supriadi senada menyatakan kekecewaan mereka atas gagalnya Piala Dunia U-20 dengan berkomentar di akun instagram pria yang mencalonkan diri di Pemilu 2024 ini.

Di lain tempat I Made Tito sebagai pemain asli Bali yang membela klub Bali United berkata merasa sedih dan malu karena dia gagal membela Timnas di kompetisi Piala Dunia U-20, apalagi gubernurnya sendiri juga menjadi penyebab gagalnya terselenggaranya Pildun U-20.

Shin Tae Yong (STY) selaku pelatih Timnas U-20 sudah berfirasat buruk karena beberapa hari sebelum FIFA menyatakan batalnya Indonesia jadi tuan rumah Pildun U-20, drawing peserta Piala Dunia sudah lebih dulu dibatalkan.

“Saya dengar drawing (peserta) Piala Dunia U-20 batal. Saya gelisah. Saya sudah kerja keras sejak 3 tahun yang lalu.” Ungkapnya kepada awak media. Bahkan setelah mengetahui kabar pembatalan ini STY sempat mengurung diri untuk menutupi kesedihan yang dia rasakan.

Mirip dengan yang dilakukan pemain Timnas Indonesia U-20, banyak dari supporter Timnas yang mengungkapkan kekecewaan mereka dengan memenuhi kolom komentar  akun-akun bola nasional. Dan ikut menyayangkan pembatalan ini dengan berkomentar di sejumlah partai dan politisi yang menolak kedatangan Timnas Israel.

Baca Juga: 3 Fakta Enzo Fernandez, Pemain Sepak Bola Termahal di Liga Inggris

3. Kerugian uang sampai trilyunan

Tidak bisa dipungkiri setelah resmi terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2019, pemerintah dan PSSI sudah berkolaborasi untuk menyiapkan event ini.

Meski akhirnya gagal diselenggarakan, kerugian materil dan non materil tetap terjadi kepada Indonesia, pun terutama soal uang.

Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan total kerugian uang yang dialami Indonesia dengan batalnya Piala Dunia U-20 menyentuh angka 3,7 Triliun.

Untuk biaya renovasi stadion sendiri menghabiskan uang sebesar 418 M. Uang ini digunakan untuk renovasi 6 stadion  di pulau Jawa, Bali dan di kota Palembang yang rencananya dipergunakan untuk perhelatan Piala Dunia U-20.

4. Indonesia bisa terkena sanksi

Dalam paragraf pernyataan yang ditulis oleh website FIFA, tertulis kalimat apabila, “Potential sanctions against the PSSI may also be decided at a later stage.”

Hal itu berarti Indonesia berpeluang mendapatkan sanksi dari FIFA. Erick Thohir sendiri selaku Ketua Umum PSSI sekaligus selaku utusan Indonesia yang baru saja berjumpa dengan FIFA berharap semoga saja Indonesia tidak terkena sanksi berat.

“Sanksi terberat tentu yang tidak diharapkan yakni kalau kita tidak bisa ikut kompetisi di seluruh dunia baik Timnas maupun klub, ini tentu jadi kemunduran seperti tahun 2015 lalu. Itu yang terberat. Itu yang tidak diharapkan, apalagi mata sepak bola itu turunannya banyak.” Tutur Erick Thohir dalam konferensi pers pada tanggal 31 Maret. 

Baca Juga: Sepak Bola Indonesia Dalam Sepekan: Dari Batalnya Pildun U-20 Indonesia, Sampai PSM Makassar Juara BRI Liga 1

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *