Mengambil Keteladanan dari 5 Karna atau Karno

Dari Adipati Karna hingga Rano Karno


Keteladanan, kata yang sulit kita peroleh saat ini. Dari siapa kita mendapatkannya? Kita mengambil pelajaran dari guru. Kita mengambil teladan hidup dari orang tua. Sobat Bekelsego, hidup ini butuh sosok yang bisa kita ambil keteladanannya. Kita butuh orang-orang untuk diikuti perilakunya yang baik.

Berikut sosok teladan dari mereka yang bernama Karna atau Karno. Siapa saja mereka? Simak penjelasan berikut ya!

1. Adipati Karna, Raja Awangga

Adipati Karna (owolbaktya.blogspot.com)

Sosok dalam pewayangan sebagai putra dari Dewa Surya dengan Dewi Kunthi. Karna dibuang dan ditemukan oleh kusir Adirata. Kemudian diangkat anak oleh Adirata dan Rada. Setelah dewasa, belajar memanah dan mengabdi pada Raja Duryudana di Hastina. Dirinya diberi jabatan sebagai raja di Awangga.

Karna membela Duryudana dan para Kurawa melawan Pandawa yang sebenarnya adalah adiknya sendiri. Namun, karena sumpah untuk mengabdi pada Duryudana hingga akhir hayat, ia tetap setia. Walau tahu jika Duryudana bersifat angkara murka. Akhirnya, ia pun mati di tangan adiknya sendiri, Arjuna.

Keteladanan Adipati Karna adalah kesetiaan dan memegang sumpah dan janji. Walau ia tahu yang dibela adalah seorang yang angkara. Ingin menguasai seluruh kerajaan Astina. Walau ia tahu hidup dalam lingkungan yang buruk, tetap ia teguh memegang janji.

2. Kumbakarna

Kumbakarna (jagad.id)

Kumbakarna adalah adik dari Raja Dasamuka atau Rahwana dari kerajaan Alengka. Walau berwujud raksasa, Kumbakarna tetap seorang ksatria.Dasamuka yang menculik Dewi Sinta, istri Raja Ramawijaya, dan ingin menikahinya. Perbuatan tersebut sangatlah nista dan keji. Merebut istri orang. Dasamuka juga bertindak sewenang-wenang sehingga terjadilah perang besar antara pasukan Rama melawan pasukan kerajaan Alengka.

Sebagai ksatria, Kumbakarna pun maju perang membela Alengka dan akhirnya meninggal dunia. Ia menempatkan dirinya sebagai ksatria membela negara yang diserang dan bukan membela perbuatan kakaknya yang berbuat kerusakan dan merebut istri orang.

Keteladanan Kumbakarna adalah membela negara yang diserang musuh hingga tetes darah penghabisan. Ia tidak membela perbuatan jahat, tetapi membela negara.

3. Wikarna 

Sosok Wikarna ialah salah satu anggota Kurawa. Sebagai keluarga Kurawa, sudah kita ketahui bahwa mereka orang-orang serakah dan tidak menepati janji. Namun, Wikarna menginginkan agar Duryudana, kakaknya mau berbagi kekuasaan dan menyerahkan hak Pandawa.

Wikarna walau hidup dan besar di lingkungan Kurawa dengan segala perilaku jeleknya, ia tetap menolak dan tidak setuju atas perbuatan saudaranya. Namun, ia tetap membela Kurawa dalam perang besar Baratayuda.

Keteladanan Wikarna adalah tetap berbuat baik walau hidup di lingkungan buruk. Bagai mutiara di tengah lumpur. Setia kepada kebaikan dan keluarga.

4. Soekarno

Presiden Sukarno (webmuhammadiyah.blogspot.com)

Kita tahu Soekarno sebagai presiden pertama republik ini. Bagaimana ia berjuang melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Ia gigih melawan hingga bangsa ini merdeka. Walau hidup dari penjara ke penjara dan dari pengasingan ke pengasingan yang lain, ia tetap semangat mengobarkan perjuangan kemerdekaan.

Saat akhir kekuasaan, ia meninggal dalam kesendirian dan kesepian. Dijauhkan dari masyarakat dan rakyat Indonesia yang selama ini diperjuangkannya. Ia tetap setia pada pendiriannya, walau ditentang banyak orang.

Keteladannnya, Soekarno tetap setia pada apa yang diucapkan, pada apa yang digagas. Tetap semangat walau dikucilkan dan diasingkan.

5. Rano Karno

Rano Karno (wikipedia)

Rano Karno? Kok masuk jadi teladan. Ya. Sosok pemeran Si Doel dalam film dan sinetron ini menjadi pejabat daerah di wilayah Banten ini pantas jadi teladan. Sebagai aktor, ia banyak menghasilkan karya. Film yang dibintangi banyak dan bermutu. Sejak masih anak-anak, ia sudah main film.

Saat dewasa dan menjadi produser, ia pun main film. Dalam bermain peran, ia main bersama saudaranya, Tino Karno dan Suti Karno. Ia pun menggandeng aktor-aktor lawas.

Menapaki jalur politik, ia menjadi wakil bupati Tangerang periode 2008-2013 dan menjadi wakil gubernur Banten periode 2012-2017 mendampingi Ratu Atut Chosiyah.

Keteladanannya, Rano Karno tetap mengutamakan keluarga dalam bermain film dan berkarya. Ia mengajak saudaranya menapaki dunia hiburan bersama-sama. Mencari nafkah bersama saudaranya. Ia tetap profesional dalam menjalankan tugas dan profesi.

Nah, sobat Bekelsego. Itulah sosok-sosok Karno atau Karna yang bisa jadikan teladan dalam kehidupan kita. Hidup setia, jujur, semangat, pantang menyerah dan membela kebenaran, bangsa dan negara. Sukses selalu dan berbahagia di akhir hidup.

Baca juga: 5 Tips Menjadi Sahabat Terbaik Untuk Buah Hati

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Novice

2 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *