Mengenal Komponen Cadangan TNI, Lapis Ke-2 Pertahanan Indonesia


Komponen Cadangan tahun 2021 dan 2023

Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan institusi pertahanan nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Tentara Nasional Indonesia dan Polri  merupakan lapis pertama pertahanan Indonesia.

Untuk menunjang kekuatan lapis pertama pertahanan tersebut, dibentuklah Komponen Cadangan (Komcad) TNI  yang terdiri dari masyarakat sipil.

Untuk lebih mengenal Komponen Cadangan TNI di Indonesia, yuk simak artikel ini.

Mengenal komponen cadangan TNI

Komponen cadangan adalah Sumber Daya Nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama.

Komcad merupakan pasukan cadangan militer Indonesia, yang berkedudukan langsung di bawah Markas Besar Tentara Nasional Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Ini merupakan wadah dan bentuk keikutsertaan warga negara, seluruh sumber daya alam, sumber daya buatan serta sarana dan prasarana nasional dalam usaha pertahanan negara.

Pembentukan Komcad merupakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 27 yang mengamanatkan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan pasal 30 yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, pembentukan Komcad juga merupakan tindak lanjut amanat Undang Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara serta UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, yang mengamanatkan pembentukan Komcad.

Komponen cadangan direkrut dari semua warga negara pria dan wanita yang bukan anggota TNI atau Polri saat ini, dan ini bersifat sukarela. Mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil, dan Buruh Pekerja lainnya juga diperbolehkan untuk mendaftar dan bergabung dengan Komponen cadangan, tanpa harus meninggalkan studi dan pekerjaan mereka.

Berikut tugas dan kewajiban Komponen Cadangan

  1. Komcad dikerahkan bila negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang
  2. Komcad dimobilisasi oleh presiden dengan persetujuan DPR, dengan komando dan kendali berada di bawah Panglima TNI.
  3. Komponen Cadangan hanya untuk kepentingan pertahanan dan kepentingan negara.
  4. Masa aktif komponen cadangan tidak setiap hari dan tidak setiap saat
  5. Meski tidak aktif setiap saat, komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara

Baca Juga:

Apakah Komponen Cadangan TNI sama dengan Wajib militer

Komponen Cadangan TNI dengan Komponen Pendukung yang dibentuk dengan kesadaran bela negara yang bertujuan untuk melipatgandakan kekuatan utama pertahanan negara. Selain itu, pengelolaan Komponen Cadangan TNI akan menjadi aspek strategis bagi ketahanan bangsa

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa Komponen Cadangan sama dengan wajib militer karena pelatihannya yang sama-sama secara militer. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Komponen Cadangan berbeda dengan wajib militer.

Komponen Cadangan dapat diikuti oleh warga negara yang cukup umur dengan mendaftar secara sukarela. Apabila lulus persyaratan, calon anggota Komponen Cadangan akan mendapatkan pelatihan militer. Jika dalam pelatihan militer ini dapat lulus juga, maka orang tersebut akan menjadi anggota Komponen Cadangan.

Baca Juga:

Perbandingan komponen cadangan TNI dengan negara lain

Konsep komponen cadangan TNI mirip dengan Amerika Serikat. Tentara cadangan di Amerika dibentuk terutama untuk mempertahankan negara saat terjadinya perang dan jika ada bencana nasional.

Berdasarkan data dari Kemenhan, sejak tahun 2021 sampai dengan 2023, jumlah total Komcad yang sudah ditetapkan sebanyak 8.574 orang. Rinciannya jumlah Komcad tahun 2021 sebanyak 3.103 orang, dan tahun 2022 berjumlah 2.974 orang

Untuk tahun 2023 sendiri, jumlah Komponen Cadangan TNI yang diangkat sebanyak 2.497 orang. terdiri dari Komcad Matra Laut sebanyak 500 orang (450 pria dan 50 wanita), Matra Udara sebanyak 500 orang pria, dan Matra Darat sebanyak 1.497 orang.

Apabila dibandingkan dengan negara kain, jumlah Komponen Cadangan TNI di Indonesia masih sangat sedikit. Negara China memiliki sekitar 2 juta tentara aktif, dan juga memiliki 800.00 orang tentara cadangan.

Di Amerika dengan jumlah penduduk sekitar 334 juta, memiliki tentara aktif sebanyak 2.580.255. Namun jumlah tentara cadangannya hampir sama, yaitu  2.458.500 orang.

Di Singapura, dengan jumlah penduduknya hanya 6 juta, memiliki tentara sekitar 60 ribu. Namun komponen cadangannya itu hampir seluruh masyarakat Singapura. Karena Singapura mewajibkan warga negaranya untuk ikut wajib militer.

Sedangkan di Korea Selatan, sebuah negara yang mewajibkan setiap laki-laki untuk ikut wajib militer, juga memiliki jumlah komponen cadangan yang mengerikan. Angkatan Bersenjata Republik Korea adalah salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia dengan kekuatan personel yang dilaporkan 3.305.000 pada tahun 2020 (555.000 aktif dan 2.750.000 cadangan).

Dengan memiliki komponen cadangan yang kuat dan siap diaktifkan, TNI dapat menjaga kesiapan dan kemampuan operasionalnya dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang mungkin muncul.

Baca Juga: Pertahanan Negara dalam Perspektif Strategi dan Kebijakan Bela Negara

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Legend

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *