Makna Proklamasi Kemerdekaan Bagi Generasi Muda

Banyak makna proklamasi kemerdekaan bagi generasi muda


Tanggal 17 Agustus 1945 adalah Hari Kemerdekaan Indonesia, sekaligus hari lahirnya bangsa Indonesia. Peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun ini merupakan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke 78.

Beberapa peristiwa yang menyertai perjuangan kemerdekaan Indonesia penuh dengan makna. Berikut beberapa peristiwa dan makna hari kemerdekaan Indonesia, dan bisa menjadi contoh bagi kaum milenial.

Peristiwa Rengasdengklok dan para pemuda saat ini

Setelah para pemuda mendapat berita bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, mereka menginginkan agar Soekarno dan Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan. Sayangnya golongan tua menolak sebab persiapan kemerdekaan yang belum matang. Mereka belum yakin mengenai berita kekalahan Jepang, serta khawatir adanya bentrokan dengan tentara Jepang.

Menimbang hal tersebut adalah kesempatan baik, para pemuda menculik Soekarno dan Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok. Disana mereka mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan. Sayangnya, saat itu Soekarno menolak untuk memproklamirkan kemerdekaan. Dia memiliki syarat untuk bisa memproklamirkan kemerdekaan. Syaratnya adalah bahwa Soekarno bisa kembali ke Jakarta,  dan  berjanji akan melaksanakan proklamasi tanpa adanya campur tangan Jepang.

Semangat seperti ini akan tetap ada pada pemuda Indonesia, semangat menjadi lebih baik, semangat gerak cepat dan berpikir ke depan. Andai pemuda Indonesia saat ini hidup di masa itu aksi yang dilakukan akan sama. Karena dalam darah pemuda Indonesia mengalir rasa cinta tanah air yang tidak akan luntur. Bahkan di zaman sekarang yang kecanggihan teknologi menguasai segalanya.

Baca Juga:

Hari proklamasi kemerdekaan dan aksi nyata pemuda saat ini

Awal mulanya proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada (Lapangan Monas sekarang). Namun  akhirnya dialihkan ke Jalan Pegangsaan Timur No.56, yang merupakan rumah pribadi Soekarno. Alasan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk menghindari bentrokan antara rakyat dengan pasukan tentara Jepang yang sudah berada disana sejak pagi hari.

Teks proklamasi disusun oleh Soekarno, Ahmad Soebardjo dan Hatta, dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, dengan mengatas namakan Bangsa Indonesia. Teks tersebut diketik oleh Sayuti Melik, dan dibacakan oleh Soekarno.

Pada masa itu para pemuda berusaha sekuat tenaga agar proklamasi segera dilangsungkan. Jika diibaratkan dengan keadaan saat ini, banyak pemuda yang menguasai banyak bidang. Pemuda sekarang menganggap bahwa, dengan menguasai banyak bidang serta memahami perkembangan teknologi dapat membantu Indonesia membangun ekonomi dan kekuatan politik yang kuat. Sehingga dapat setara dengan bangsa lain.

Bendera Merah Putih dan pemudi saat ini

Dalam peristiwa proklamasi, pengibaran bendera Indonesia disertai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza karya W.R. Soepratman. Bendera yang dikibarkan pada saat proklamasi dikenal dengan nama bendera pusaka. Penjahitnya adalah istri Soekarno sendiri yaitu  Fatmawati.

Bendera pusaka dibuat pada Oktober 1944. Dibuat ketika Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada banga Indonesia. Bendera tersebut dibuat sebagai lambang keberanian dan kesucian niat bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan serta mempertahankannya.

Jika diibaratkan, para pemudi Indonesia akan selalu menjaga martabat bangsa kapan pun dan di mana pun. Terbukti Setelah hampir 78 tahun merdeka, banyak pemuda dan Pemudi Indonesia berprestasi di segala bidang. Berprestasi di tingkat nasional maupun di kancah internasional.

Makna proklamasi kemerdekaan dulu dan sekarang

Kemerdekaan berarti kebebasan. Perjuangan kemerdekaan yang awalnya bersifat kedaerahan akhirnya berkembang menjadi perjuangan nasional. Hingga  akhirnya momentum proklamasi, sebagai pendeklarasian kepada dunia bahwa ada negara  bernama Indonesia yang merdeka.

Masyarakat indonesia berjuang untuk meraih kemerdekaan. Harta, tenaga, pikiran, perasaan, hingga nyawa mereka berikan tanpa pamrih. Semuanya dilakukan agar negeri ini menjadi Negara merdeka. Masyarakat yang gugur dan namanya tidak tercatat sebagai pahlawan nasional, sesungguhnya adalah pahlawan juga.

Pemuda sebagai penerus bangsa dari kemerdekaan hingga sekarang, tetap berjuang mengisi kemerdekaan. Mulai dari bersekolah, berkegiatan, berekspresi positif, menekuni keahlian sampai dengan berdiplomasi adalah cara nyata para pemuda millenial untuk mengisi kemerdekaan. Para pemuda terus memupuk persatuan dan kesatuan, dengan tetap berlogika dan bersikap waspada menghadapi isu-isu yang bisa memecah belah persatuan.

Baca Juga:

Pandangan dan makna proklamasi kemerdekaan bagi generasi muda 

Generasi milenial sendiri adalah generasi yang lahir dari tahun 1980 sampai tahun 2000. Kisaran umur mereka saat ini mulai dari 22 sampai 42 tahun. Generasi ini merupakan generasi produktif dan bisa dikategorikan generasi muda.

Generasi milenial tidak pernah memandang rendah suku lain, saat ini para pemuda melihat bahwa semua masyarakat sama dan sederajat. Tidak ada lagi istilah priyayi dan rakyat jelata. Semua berhak dan mendapat kesempatan yang sama untuk bisa maju.

Baca Juga: Pertahanan Negara dalam Perspektif Strategi dan Kebijakan Bela Negara

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Explorer

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. I may need your help. I’ve been doing research on gate io recently, and I’ve tried a lot of different things. Later, I read your article, and I think your way of writing has given me some innovative ideas, thank you very much.