Religion

8 Amalan Sunah di Bulan Ramadhan, Oke Gas!

Ramadhan kok masih rebahan, produktif dong! Daripada waktu dipakai seharian untuk rebahan, scroll sosmed, nonton tv, youtube, atau nonton tiktok, kenapa tidak waktu tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat.

Seringkali karena hal ini, puasa kita hanya sekedar menahan lapar dan dahaga tanpa bernilai kebaikan di sisi Allah. Padahal, bulan keberkahan ini Allah Swt melipatgandakan seluruh kebaikan yang kita lakukan. Duh sayang banget kalau terlewat!

Padahal ada banyak amalan-amalan yang bisa kita lakuin di bulan penuh keberkahan ini, dibandingkan hanya memuaskan nafsu semata. Apa saja ya amalan-amalan sunah di bulan Ramadhan ini?

1. Mengakhirkan Sahur dan menyegerakan berbuka

Sebelum berpuasa seharian penuh, kita di sunahkan untuk makan sahur terlebih dahulu. Meskipun, hanya berupa seteguk air.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ”Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketika azan telah berkumandang, kita disunahkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Kita tidak boleh menunda-nunda berbuka puasa karena hukumnya makruh. Tak lupa, sebelum berbuka dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur. (HR. Ahmad)

Baca Juga:

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Ayat Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain.

Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang barakah. Buatlah target untuk diri sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam dua bulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita boleh memasang target satu kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini boleh juga dijadikan program utama bersama keluarga.

3. Solat Tarawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah solat tarawih (qiyamul ramadhan). Yang paling penting diingat ialah solat tarawih mesti dapat dilakukan walau di rumah sekali pun.

Rasulullah SAW pernah merasa khawatir karena takut solat tarawih dianggap menjadi solat wajib kerana semakin hari semakin banyak yang ikut solat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan solat tarawih sendiri di rumah.

4. Iktikaf

Inilah amaliyah Ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadat kepada Allah SWT. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. pernah beriktikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan iktikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

5. Menahan diri dari hal yang buruk

Puasa adalah perisai. Kita disunahkan untuk menahan atau berhenti mengucapkan hal-hal yang kurang baik dan benar ketika berpuasa.

Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatan keji, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya). (HR. al-Bukhari)

6. Memberikan makanan berbuka puasa (Ith’amu ath-tha’am)

“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)

Amal ibadah mulia ini dapat kita manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah kita. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.

7. Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya berlipat-lipat.

Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:

8. Sedekah

Ibnu Abbas RA, berkata : “Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus. (HR Bukhari dan Muslim) Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan: “Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. “

Nah itulah beberapa amalan sunah di bulan Ramadhan. Yakin hari gini masih mau rebahan? Ladang amal udah menanti lho! Mumpung masih dikasih kesempatan bersua dengan bulan Ramadhan, kenapa harus rebahan sedang bisa melakukan amal kebaikan?

Baca Juga: Unik, Ini 5 Tradisi Umat Muslim Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan

Fransisca Dewi

Doyan traveling, dan kuliner

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button