7 Amalan Sunah Saat Idulfitri, Sayang Jika Terlewatkan!

Lakukan berbagai amalan sunah saat Idulfitri, agar pahala ibadah puasa Ramadan kamu menjadi berlipat ganda


Eid Mubarak

Setelah satu bulan lamanya melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, tibalah saatnya umat muslim merayakan hari raya Idulfitri. Hari raya Idulfitri diperingati umat Islam setiap tahunnya di tanggal 1 Syawal.

Tidak hanya sekedar hari raya, kemudian bersenang-senang, namun terdapat hal-hal sunah yang bisa dilakukan saat hari raya idulfitri yang bisa kamu lakukan. Maka hendaknya kita laksanakan sebaik mungkin semua amalan-amalan sunah pada hari tersebut dengan niat tulus dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Apa saja amalan sunah saat Idulfiri?, Yuk, Disimak!

1. Bertakbir

Takbiran merupakan suatu tradisi yang dilakukan pada malam sebelum hari raya. Masyarakat muslim di Indonesia, melakukan takbiran dengan bertakbir secara bersama-sama atau berjemaah. Biasanya diselenggarakan di masjid dan musala.

Sebagian umat muslim melakukan takbiran sambil berkeliling kota dengan berjalan kaki maupun dengan naik kendaraan. Ada yang melakukan takbir sambil menyalakan petasan, kembang api, membunyikan sirene, dan klakson kendaraan. Tidak hanya itu, sebagian juga merayakan  takbiran dengan menabuh beduk, kentungan, dan alat perkusi lain sebagainya.

Bagaimana ya cara Rasulullah bertakbir?

Sebagaimana keterangan riwayat dari Anas Radhiallahu ‘Anhu, beliau mengatakan, “Dulu para sahabat ketika bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, di antara mereka ada yang sedang melantunkan Laa Ilaaha Illallah.., dan ada yang melantunkan Allahu Akbar…” dan mereka tidak seragam (dalam melantunkan takbiran). (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 2, no. 31)

Dari hadis di atas, Nabi Muhammad dan para sahabat juga melakukan takbir. Bedanya mereka tidak melakukan takbir secara berjemaah ya. Kalimat takbir yang diucapkan juga tidak seragam. Dan tidak ada bunyi-bunyi yang berasal dari beduk, petasan, kembang api, dan lain sebagainya

Nah, bukan hanya di masjid atau musholla saja, takbiran juga bisa dilakukan di rumah, bahkan saat berjalan menuju tempat sholat. Dan tidak perlu berjamaah.

2. Mandi dan memakai wangi-wangian sebelum salat Id

Sebelum sholat id, umat muslim disunahkan untuk mandi. Selain itu, mandi juga dimaksudkan untuk membersihkan tubuh dari kotoran. Jadi, saat beribadah badan sudah bersih dan suci. Selain membersihkan badan, juga disunahkan memotong kuku dan memotong rambut.

Selain mandi, juga dianjurkan menggunakan wewangian sebelum berangkat shalat id bagi para laki-laki.

Diriwayatkan dari ‘Ali ra. bahwa beliau mandi di hari Id, demikian juga riwayat yang sama dari Ibnu ‘Umar dan Salamah bin Akwa dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki serta memakai wewangian”

3. Memakai pakaian terbaik

Pakaian terbaik yang dimaksud adalah pakaian yang bersih dan suci. Untuk merayakan hari raya, tak harus memakai pakaian baru apalagi mahal. Umat Islam disarankan untuk memakai pakaian terbaik yang bersih dan suci serta tidak berdandan secara berlebihan.

Sungguh Abdullah bin Umar, ia berkata : “Umar mengambil sebuah jubah sutra yang dijual di pasar, ia mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, belilah jubah ini serta berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan. Rasulullah berkata kepada Umar: “sesungguhnya jubah ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian ”. (HR. Al Bukhari).

Nabi Muhammad saja menolak untuk memakai pakaian baru di hari raya, apalagi pakaian tersebut terbuat dari sutera. Dari hadis itu juga diketahui, bahwa berhias di hari raya termasuk kebiasaan yang sudah ada di kalangan para sahabat, dan Nabi Muhammad juga tidak mengingkarinya.

Pergunakan pakaian terbaik di hari raya. Terbaik bukan berarti baru. Memakai pakaian baru di hari raya boleh saja, asal jangan berlebihan, dan jangan sombong karena memakai baju baru di hari raya.

Baca Juga: 

4. Makan sebelum shalat Id

Pada Hari Raya Idulfitri disunahkan untuk makan sebelum melaksanakan salat Idulfitri. Hal yang berbeda dengan Iduladha yang disunahkan untuk puasa terlebih dahulu sebelum berangkat menuju masjid untuk salat.

Umat muslim dianjurkan untuk memakan kurma atau sejenisnya sebelum melaksanakan salat Idulfitri, yang merupakan penanda bahwa hari itu sedang tidak berpuasa.

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam biasa berangkat salat ‘id pada hari Idulfitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Iduladha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari salat ‘id baru beliau menyantap hasil qurbannya.

5. Berangkat se-awal mungkin dan berjalan kaki menuju tempat salat Id

Saat berangkat salat id, umat muslim dianjurkan untuk berjalan kaki. Hal ini dinilai lebih utama. Selain berjalan kaki, jalan yang diambil ketika berangkat dan pulang pun sebaiknya berbeda. Ini dilakukan berdasar kebiasaan Rasulullah ﷺ .

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ketika di hari raya id berbeda jalan (ketika berangkat dan pulang).” Hadist Riwayat Bukhari.

Amalan yang disunahkan lainnya adalah mengajak anggota keluarga untuk salat id saat hari raya Iduladha.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan kami keluar menghadiri shalat ‘id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khotbah. Namun beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para wanita diperintahkan untuk mengikuti salat id secara berjamaah dan para anak diajak untuk ikut sholat id. Sedangkan para wanita yang sedang haid juga pergi ke tempat salat atau tempat perayaan, namun dengan melihat dan dari tempat yang jauh dari orang salat.

Baca Juga: 

6. Saling mengucapkan selamat

Termasuk sunah yang baik yang bisa dilakukan pada hari Idulfitri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal pada masa salaf dahulu.

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Dari Jubair bin Nufair, dia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah Saw berjumpa dengan hari ‘id (Idulfitri atau Iduladha), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amalku dan amal kalian)”.

Imam Ahmad rahimahullah berkata sebagai berikut.

وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain pada hari raya Idulfitri mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka” (Al-Mughni, 2: 250).

Namun, ucapan selamat pada hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syariat Islam. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Contoh ucapan lain pada hari raya Idulfitri:

  • Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.
  • Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.
  • Kullu ‘aamin wa antum bi khair, semoga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.
  • Selamat Idul Fitri, ataupun
  • Sugeng Riyadi (selamat hari raya dalam bahasa Jawa).

Ucapan selamat di atas biasa diucapkan oleh para salaf setelah salat Idulfitri. Namun, jika diucapkan sebelum salat Idulfitri pun tidaklah bermasalah,

7. Silaturahmi

Setelah melaksanakan salat, Rasulullah ﷺ  mendatangi tempat keramaian dan mengunjungi rumah sahabat. Tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya Idulfitri sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ . Ketika Idulfitri tiba, Rasulullah ﷺ  mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah ﷺ  dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain.

Nah itulah tujuh sunah saat idulfitri yang biasa dilakukan umat muslim ketika hari raya Idulfitri. Yuk, perbanyak berbuat kebajikan.

Baca Juga: Itikaf, Wujud Kontemplasi Riil dari Tasawuf di akhir Ramadan

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Legend

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *