5 Penghambat Kesuksesan Hidup, Nomor 4 Suka Pamer Sebagai Gaya Hidup

Sukses adalah harapan setiap orang, maka perlu diperhatikan apa saja penghambat kesuksesan kehidupan


Ilustrasi langkah menuju sukses (pixabay.com/geralt)

Sukses dalam hidup itu harapan setiap orang. Keinginan semua insan yang hidup di dunia ini. Sukses menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah (1) berhasil, (2) beruntung. Sementara penghambat berasal dari lema hambat yang artinya (1) membuat sesuatu (perjalanan, pekerjaan) menjadi lambat atau tidak lancar, tertahan. (2) tidak lancar, tersendat-sendat, dan terhalang.

Sesuai dengan judul artikel, penghambat kesuksesan ialah sesuatu hal yang menghalangi, menahan dan membuat tudak lancar atau tersendat-sendatnya keberhasilan yang ingin diraih dalam menjalani hidup ini.

Berdasarkan perenungan, penulis mendapati 5 hal yang menjadi penghambat kesuksesan. Apa sajakah? Simak penjelasan penghambat kesuksesan berikut ini!

1. Tidak produktif

Hal pertama penghambat kesuksesan ialah tidak produktif. Misalnya saja, sebagai petani. Ia tidak bekerja menghasilkan barang. Artinya tidak ada hasil produksi. Atau mungkin seorang pedagang. Ia tidak berdagang tapi diam saja. Itu artinya tidak ada jasa.

Tidak ada produktivitas dari pedagang. Sama dengan penulis. Jika ia tidak menulis, berarti tidak menghasilkan karya. Jika tidak ada karya, berarti tidak produktif dan ini menjadi penghambat kesuksesan seseorang dalam hidup.

Baca Juga:

2. Boros dan tidak suka menabung

Penghambat kesuksesan kedua ialah sifat boros. Boros berarti menggunakan sesuatu yang dimiliki bukan.pada tempatnya. Misalnya saja uang atau gajinya. Uang yang dihasilkan hanya digunakan untuk bersenang-senang saja. Tidak digunakan untuk menambah produktivitasnya. Sifat boros ini jika dipelihara akan membuat kekayaan yang dimiliki habis dalam sekejab.

Selain boros, mereka biasanya tidak suka menabung. Lho kok menabung. Ya. Menabung berarti menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan dan digunakan menambah produktivitas atau untuk berjaga jika ada keperluan yang mendadak. Dengan demikian, tabungan diperlukan dan tidak suka menabung sama saja boros dan menghambat keinginan untuk meraih kesuksesan hidup.

3. Mengeluh atas apa yang diperoleh

Jika kita bekerja dan mendapatkan penghasilan, kita wajib bersyukur. Jangan mengeluhkan hasilnya. Nikmati saja prosesnya. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Justru mengeluh akan menambah beban diri. Bekerjalah dan serahkan hasilnya pada Tuhan.

Saya jadi ingat apa yang disampaikan oleh seorang kiai bahwa bekerja itu ibadah, rejeki itu jatah. Kita bekerja harus diniatkan ibadah dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Jika sudah demikian, berapapun rejeki yang diberikan Tuhan kepada kita, itulah jatah kita. Jadi, janganlah mengeluh atas apa yang diperoleh. Sebab itu jatah kita.

4. Suka pamer sebagai gaya hidup

Penghambat kesuksesan keempat ialah suka pamer. Perilaku suka pamer menjadikan kita akan berusaha tampil wah di hadapan setiap orang. Akibatnya, kita akan bersikap boros demi menunjukkan gaya hidup yang seolah orang sukses. Pamer dan boros sangat menghambat kesuksesan kita. Apalagi jika sudah dijadikan gaya hidup.

Wah, bisa-bisa ngutang sana sini demi memenuhi gaya hidup yang suka pamer. Nah untuk menghindar dari penghambat kesuksesan, kita harus meninggalkan sikap suka pamer.

Baca Juga:

5. Merasa cukup dengan ilmu atau apa yang dimiliki

Memang merasa cukup itu baik. Tapi jika merasa cukup akan ilmu, inilah yang berbahaya. Sebab ilmu berubah setiap waktu, setiap saat. Jadilah pembelajar sejati sehingga selalu belajar mengikuri perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Merasa cukup akan apa yang dimiliki itu baik. Artinya hidup tidak ngoyo, menikmati hidup dan menjalaninya dengan bahagia.

Demikian, 5 penghambat kesuksesan hidup di dunia ini. Mudah-mudahan kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang bisa sukses hidup di dunia dan akhirat. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Dikenal Pekerja Keras, Cek 8 Prinsip Hidup Sukses Ala Orang Jepang Ini!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Hero