Kenali 5 Ciri HP Refurbished, Agar Tidak Terkecoh Saat Membeli!


Ilustrasi HP refurbished (dokumen pribadi/AniStarLibrary)

Halo saya kembali, membawa topik untuk kenali HP refurbished agar tidak terkecoh saat membeli nanti. Topik kali ini masih nyambung nih sama salam tempel kemarin, kakak-kakak sekalian, pasti menerima banyak salam tempel, bukan? Ah, indahnya, berasa milyarder sehari, bukan begitu?

Nah, biasanya nih, anak-anak atau orang dewasa, menghabiskan salam tempel mereka dengan berbelanja, salah satunya membeli HP baru atau menambah yang sudah ada, upgrade istilah anak muda zaman sekarang.

Namun, harus waspada, karena bila salah pilih, malah HP refurbished yang kita beli. Ini juga dari pengalaman pribadi saya, yang kemarin terkecoh membeli HP refurbished karena ketidaktahuan saya. Maka dari itu, saya ingin berbagi dengan kakak-kakak di sini tentang HP refurbished yang marak dijual di toko online maupun di toko offline, sungguh meresahkan.

Apa itu HP refurbished? 

Dari tadi saya tulis HP refurbished, mungkin banyak yang belum tau, apa itu HP refurbished?

Jadi begini, kata refurbished itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya diperbaharui. HP refurbished adalah HP yang diperbaharui, biasanya didapat dari HP rusak yang diperbaiki sesuai dengan standar yang sudah disepakati oleh mereka pelaku refurbished. Bisa dengan tukar unit dengan HP yang lainnya, atau memang diperbaiki dengan unit yang baru.

Saya jadi teringat, dulu ada orang berkeliling untuk membeli HP rusak, saya sempat bingung untuk apa HP rusak itu, dan sekarang setelah tau adanya HP refurbished, saya jadi paham tujuan mereka membeli HP rusak.

Baca Juga:

Apakah HP refurbished ini aman?

Sebetulnya bila si penjual mengatakan diawal pembelian jika HP yang ingin kita beli itu HP hasil refurbished, HP itu aman-aman saja, selagi HP-nya tidak cacat dan bukan hasil ilegal, tapi bila penjual bilang baru, tentu itu sangat merugikan, seperti yang saya alami beberapa hari lalu, kecewa saya.

Nah, untuk menghindari pembelian HP refurbished, kenali ciri-cirinya, yuk simak!

Ciri HP refurbished

Sama halnya dengan spesifikasi HP baru pada umumnya, Ciri HP refurbished yang bisa kita lihat secara langsung, seperti:

1. Tidak adanya segel resmi di belakang HP

Kakak-kakak suka perhatikan tidak, jika HP baru biasanya terdapat segel di belakang HP itu? Nah, untuk HP refurbished, segel tersebut tidak ada, segel hanya terdapat pada dus atau kemasan HP-nya saja. Itu juga yang membuat saya heran pada waktu menerimanya, tapi saya dengan polosnya tidak curiga dengan ketiadaan segel tersebut.

Padahal segel di belakang HP itu menunjukkan kelegalan HP tersebut. Maka, ke depannya bila ingin membeli HP, usahakan periksa belakang HP, adakah segel di sana? Segel resmi dari perusahaan HP, bukan segel dari toko.

2. No IMEI yang terdaftar berbeda

IMEI atau International Mobile Equipment Identity adalah kode unik yang biasa diberikan pada setiap perangkat HP, tujuannya untuk mengidentifikasi HP kita secara global, agar kita bisa akses layanan seluler yang tersedia di tempat tinggal kita, khususnya Indonesia. Biasanya bila IMEI tidak terdaftar, HP tidak bisa mengakses layanan seluler, atau sinyalnya tidak tertangkap di HP kita.

Nah, pada HP refurbished, no IMEI yang terdaftar biasanya berbeda, karena memang HP tersebut hasil dari perbaikan, jadi kemungkinan no IMEI yang terdaftar masih dari HP bawaannya.

3. Harga relatif murah

Kita pasti senang dong, dapat HP baru dengan harga murah? Namun, itulah awal petaka, karena ini yang saya alami, saya tergiur dengan harga yang katanya “sedang diskon” padahal HP itu memang HP refurbished, wajar bila dijual murah. Iya, saya kurang waspada, tapi semoga kakak-kakak bisa belajar dari pengalaman saya ini.

4. Merek HP di lembar garansi berbeda

Fakta ini cukup membuat saya terkejut, setelah saya cek lebih lanjut, dan sudah yakin HP yang saya beli ini hasil refurbished. Saya mendapati bahwa merek HP di lembar garansi berbeda dengan apa yang saya beli. Misalnya saya beli HP merek A tapi di lembar garansi tertulis merek A dengan tipe berbeda, atau bahkan saya temui dari teman-teman saya bahwa mereknya benar-benar berbeda. Dari situ kekecewaan saya bertambah, nasi sudah menjadi bubur, saya hanya bisa menghela napas.

5. Tampilan HP tidak mulus

Seperti halnya HP yang sudah diperbaiki, tentu tampilannya pun berbeda dan cenderung tidak mulus. Layar pada HP hasil refurbished, terdapat bayangan, kemudian ada bintik putih, dan yang lebih kacau terdapat garis memanjang di layar HP tersebut.

Diperkuat dengan dus atau kemasan HP yang berbeda dari yang seharusnya.

Seperti itulah kira-kira ciri-ciri dari HP refurbished yang saya temui pada HP yang baru saya beli, dimohon Kakak-kakak sekalian untuk berhati-hati dan waspada jika hendak membeli HP baru.

Tip menghindari HP hasil refurbished

Untuk membeli segala sesuatu pasti kita menginginkan yang paling terbaik, paling mulus, apalagi jika uangnya hasil menabung, sangat sayang jika kita terkecoh atau tertipu. Nah, saya akan kasih tip nih, agar kita terhindar dari HP hasil refurbished. Apa saja tipnya, simak penjelasan di bawah!

1. Beli HP di toko resmi

Tip yang pertama, pastikan kita beli di toko resmi, meskipun tidak menjamin, tapi setidaknya kita bisa percayakan semuanya pada toko resmi, lebih dari itu kita juga bisa lebih leluasa komplain terhadap keluhan yang terjadi pada HP kita. Kemungkinan HP di-refurbished di toko resmi sangat kecil, jadi kita tidak perlu was-was.

Kunjungi toko resminya baik itu di toko online maupun toko offline. Saran saya, lebih baik beli langsung di toko offline, itu jauh lebih terjamin.

2. Tanyakan kondisi HP

Sebagai pembeli kita wajib mengetahui bagaimana keadaan HP tersebut, jangan segan untuk menanyakan keaslian atau kelegalan HP tersebut. Lacak sebelum beli, jika penjual tidak jujur dan terkesan menutup-nutupi lebih baik cari toko lain, dan terus tingkatkan kewaspadaan.

3. Hindari pembelian dengan harga murah

Tergiur dengan harga murah juga wajar, namun menyangkut HP sepertinya kita patut curiga, jika mendapati HP dengan spesifikasi bagus, lengkap, tapi harganya murah, itu tidak masuk akal. Apalagi jika menawarkan diskon tambahan, kita harus waspada, bisa saja HP yang dijual adalah HP hasil refurbished.

4. Lihat kelengkapan dokumen

Tip selanjutnya, cek kelengkapan dokumen, cek juga bagian lembar garansi, pastikan garansi yang tertulis sesuai dengan kondisi HP, juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari perusahaan penyedia HP tersebut. Bila ada yang berbeda, atau bahkan kelengkapan dokumen tidak ada, lebih baik tidak membelinya.

Baca Juga:

5. Beli HP keluaran terbaru

Tip yang terakhir dari saya, untuk HP atau barang elektronik lainnya, saya sarankan untuk membeli HP keluaran terbaru. Produsen HP biasanya setiap tahun akan mengeluarkan tipe terbaru dari HP-HP mereka. HP keluaran terbaru tidak mungkin ada refurbished-nya, tapi juga kita pastikan HP itu legal dan terdaftar no IMEI dan kelengkapan dokumennya bisa dipertanggungjawabkan.

Itulah tip-tip yang bisa saya berikan, terus waspada dan tetap waspada, HP refurbished sungguh meresahkan, jangan biarkan kita tertipu dengan iming-iming spesifikasi HP yang super dengan harga yang murah.

Tak bisa dipungkiri HP menjadi kebutuhan manusia akhir-akhir ini, bahkan bukan hanya kebutuhan sekunder, tapi sudah menjurus menjadi kebutuhan primer bagi sebagian manusia. Namun, kita harus sadar juga, untuk tetap perhatikan kebutuhan yang lebih utama dibandingkan keinginan semata. Jangan karena ingin bergaya, malah jadi celaka, tertipu HP refurbished contohnya. Maka, kewaspadaan sangat dibutuhkan.

Selesai sudah saya keluarkan unek-unek saya, sekaligus berbagi ciri HP refurbished, beserta tipnya. Lega sudah, tetaplah hati-hati dan kunjungi toko resmi. Semoga dengan artikel ini, Kakak-kakak tidak terkecoh dengan HP refurbished.

Akhir kata, terima kasih sudah membaca artikel ini, sampai jumpa di topik pembahasan lainnya.

Baca Juga: Masih Jomblo? Ini 5 Aplikasi Pencari Jodoh Terbaik

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.