4 Duka Lara Kuliah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris

Melengkapi tulisan saya tentang bahagianya kuliah jurusan pendidikan Bahasa Inggris, berikut saya keluarkan uneg-uneg tentang duka lara kuliah di jurusan tersebut


Ilustrasi mahasiswa jurusan bahasa inggris (pixabay.com/sweetlouise)

Melengkapi tulisan saya tentang bahagianya kuliah jurusan pendidikan Bahasa Inggris, berikut saya keluarkan uneg-uneg tentang duka lara kuliah di jurusan tersebut.

Sebenarnya kuliah itu banyak enaknya. Kok enak. Ya enak sebab bisa jauh dari orang tua dan bebas melakukan aktivitas. Tinggal menengadahkan tangan saja ke orang tua, uang akan ditransfer ke rekening. Banyak mahasiswa yang kuliah lengkap dengan segala fasilitas. Namun, ada juga mahasiswa yang berusaha mencukupi hidup di kampus dengan berbagai usaha. Lho kok? Sebab secara ekonomi mereka kurang.

Sama seperti saya dulu yang harus menyambung hidup dengan menerjemahkan naskah dan menulis di majalah dan surat kabar. Berat sih tapi harus diperjuangkan. Sebab saya berkeinginan untuk meningkatkan taraf hidup diri saya sendiri dan orang tua. Ini dikarenakan orang tua saya hanyalah petani penggarap dengan segala keterbatasan hidup.

Kuliah di jurusan pendidikan bahasa Inggris memiliki suka dan duka. Sukanya sudah saya bahas di tulisan saya terdahulu. Sementara saat ini saya membahas dukanya kuliah jurusan bahasa Inggris. Apa aja sih duka lara kuliah di jurusan tersebut?

1. Susahnya bahasa belajar bahasa Inggris

Bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu dan bahasa yang saya kuasai sejak dini. Saya berasal dari daerah dengan bahasa ibu, bahasa yang saya ucapkan sehari-hari ya bahasa Jawa dialek daerah Pati. Karena saya berasal dari Pati sebelah timur. Bahasa kedua yaitu bahasa Indonesia, yang saya pelajari ketika masuk sekolah dan saya pelajari hingga kini. Jadi, sejak dini saya mempelajari bahasa daerah dan bahasa nasional.

Bahasa Inggris saya pelajari sejak SMP dan ketika diajar guru bahasa Inggris saya malah tidur. Bahkan karena sering tidur tersebut, guru saya keweleh dan membiarkan saya. Namun, saat tahu saya kuliah di pendidikan bahasa Inggris, beliau hanya tersenyum. Entah bahagiaatau sedih. Atau mengejek saya ya. Dalam pikirannya mungkin, besok kalau jadi guru dan ditinggal tidur muridnya baru tau rasa.

Ternyata belajar bahasa Inggris itu susah. Kok susah. Ya sebab bukan bahasa kita sendiri. Kadang antara tulisan dan ucapannya beda. Sehingga banyak yang merasa bahasa Inggris sulitnya minta ampun. Sama seperti saya dulu.

Baca Juga:

2. Pengantarnya semuanya pakai bahasa Inggris

Kuliah bahasa Inggris, pengantarnya semuanya pakai bahasa Inggris. Jarang ada dosen yang menjelaskan materi perkuliahan menggunakan bahasa Indonesia. Semuanya pakai bahasa Inggris. Mahasiswa yang bertanya juga harus menggunakan bahasa Inggris. Praktik berbicara an juga menulis.

Apalagi jika mata kuliah speaking atau berbicara. Kita dituntut untuk berbicara pakai bahasa Inggris selalu. Jika pakai bahasa Indonesia dikenai hukuman. Ini mengakibatkan mahasiswa enggan ngomong. Semuanya sakit gigi. Alias tidak mau bicara. Padahal maksud dosennya kita disuruh berlatih omong yang benar dalam bahasa Inggris. Sebab kita nanti jadi guru dan harus mengajarkan anak didik untuk berbicara yang benar.

Tugas-tugas kuliah juga dikerjakan menggunakan bahasa Inggris termasuk membuat makalah yang nantinya diseminarkan. Intinya kuliah jurusan pendidikan bahasa Inggris, full Inggris sehari-hari. Itu dulu. Kalau sekarang saya kurang tahu.

3. Harus punya minimal kamus 2 buah, Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia

Kamus minimal dimiliki mahasiswa bahasa Inggris. Kamus digunakan untuk mencari arti kata dan digunakan untuk membuat tugas kuliah. Maksudnya, kita mau menulis makalah dalam bahasa Inggris, kita yang terbiasa dengan bahasa Indonesia mencari bahasa Inggrisnya mengunakan kamus. Saat ini gampang tinggal buka google translate, beres tugas kuliah bahasa Inggris. Tidak perlu kamus.

Baca Juga:

4. Kesulitan menyusun skripsi

Saat mengerjakan skripsi, mahasiswa jurusan bahasa Inggris, mengunakannya. Semua skripsi di jurusan tersebut semuanya berbahasa Inggris. Ini membuat mahasiswa kesulitan lulus karena tidak benar-benar menguasai bahasa Inggris. Apalagi dulu harus mengetik dan tidak ada fasilitas di internet berupa google translate.

Sulit deh jika menyusun skripsi di jurusan bahasa Inggris. Sudah melakukan penelitian dan masih harus menulis skripsi menggunakan bahasa Inggris. Benar-benar susah. Namun, itu sudah menjadi kewajiban ya dikerjakan saja.

Demikian, duka laranya kuliah jurusan pendidikan bahasa Inggris. Semoga tidak membuat kalian yang ingin kuliah di jurusan bahasa Inggris takut. Nuwun.

Baca Juga: 5 Suka Bahagianya Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *