Kenali 6 Tipe Istirahat Ini Untuk Kebutuhan Anda

Jika anda sedang membacanya selagi istirahat, ini saat yang tepat untuk menemukan bagian mana tipe istirahat yang Anda lakukan


Ilustrasi lelah (pixabay.com/geralt)

Setiap orang pasti membutuhkan istirahat supaya dapat mempertahankan status kesehatannya pada tingkat yang optimal serta memulihkan energi. Jika waktu istirahat kurang, maka kemarahan, depresi, lelah, serta kontrol diri pun memburuk. Namun, tahukah Anda ternyata istirahat itu bukan hanya akibat dari kelelahan fisik yang umumnya dirasakan dan sering kali dikeluhkan semata-mata sebagai sebuah alasan?

Simak ulasan lengkap keenam tipe istirahat di bawah ini agar setidaknya jauh lebih peka memandang kebutuhan istirahat Anda mulai dari sekarang.

1. Istirahat Fisik (Physical Rest)

Ilustrasi tidur (pixabay.com/HtcHnm)

Kelelahan umumnya didefinisikan sebagai berkurangnya kinerja otot diikuti sensasi rasa lelah. Definisi lain dari kelelahan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan power output otot.

Kelelahan dapat pulih asal dengan istirahat. Perasaan lelah sebenarnya merupakan   perlindungan dari keterbatasan kemampuan fisik untuk menghindari kerusakan fisik, ketegangan, dan gangguan-gangguan psikologis lebih lanjut, dan sekaligus memberikan peringatan untuk beristirahat agar fisik mempunyai kesempatan untuk memulihkan energinya kembali.

Istirahat fisik yang efektif bisa Anda lakukan antara lain ialah berolahraga, pijat, atau tidur setelah melakukan kegiatan sepekan penuh.

2. Istirahat Mental (Mental Rest)

Ilustrasi meditasi (pixabay.com/Activedia)

Kesehatan mental merupakan salah satu bidang kesehatan masyarakat yang paling terabaikan. Padahal, hampir 1 miliar orang hidup dengan gangguan mental, 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan alkohol yang berbahaya, dan 1 orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Agar kesehatan mental tidak semakin terganggu, ada beberapa cara istirahat mental yang bisa Anda lakukan seperti bermeditasi, liburan, dan tidak terlalu mengiakan semua permintaan orang-orang di sekeliling Anda.

Baca Juga: Merasa Depresi, 3 Tips Ini Ampuh Mengatasinya!

3. Istirahat Perasaan (Emotional Rest)

Ilustrasi menulis diary (pixabay.com/StockSnap)

Jika seseorang tidak dapat mengelola emosi, baik itu emosi positif dan emosi negatif dengan cara yang baik dan tepat, maka sangat berdampak kepada kesehatan individu itu sendiri terhadap kesehatan fisik maupun mental karena ia merupakan sebuah satu kesatuan. Emosi pun bisa terganggu jika dibiarkan begitu saja, apalagi mencoba untuk melupakan dan membiarkannya, karena melupakan bukanlah indikator terselesaikannya sebuah masalah dan terlepasnya emosi negatif dari dalam sistem diri. Pada akhirnya, emosi negatif pun akan semakin bertumpuk-tumpuk di dalam diri.

Kalau Anda sedang merasa stres, perubahan suasana hati yang tak tentu, dan pikiran kacau, maka dipastikan Anda sedang mengalami kondisi emosional yang tak stabil. Istirahat yang mesti Anda terapkan ialah membuat sebuah jurnal berisi perasaaan-perasaan apa pun yang sedang mengisi batin dan relung Anda, mencurahkan perasaan pada orang sekitar dan terdekat, atau bisa dengan merefleksikan diri.

Baca Juga: 5 Jenis Gangguan Cemas yang Jarang Diketahui

4. Istirahat Sosial (Social Rest)

Ilustrasi istirahat sosial (pixabay.com/3534679)

Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. Artinya, manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Fakta ini memberikan kesadaran akan ‘ketidakberdayaan’ manusia dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan, itu semua memang tidak akan terlepas dari manusia selama masih berpijak di bumi ini.

Namun, adakalanya seseorang perlu menjauh dari kehidupan sosial supaya bisa mengisi daya kondisi kejiwaannya kembali, misalnya dengan memrioritaskan waktu untuk diri sendiri sembari melakukan hal-hal yang tentulah menyenangkan.

Pastikan diri Anda jauh lebih siap menjalani hari-hari normal seperti biasanya kalau sudah menemukan waktu yang tepat untuk kembali ke dalam dunia pergaulan dan sosial.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Kegiatan Menyenangkan Untuk Isi Waktu Luangmu

5. Istirahat Batiniah (Spiritual Rest)

Ilustrasi mengaji (pixabay.com)

Berlomba-lomba mengais rezeki sebanyak mungkin, melakukan segala rutinitas yang diusahakan agar selalu menguntungkan, dan berburu kemapanan setinggi-tingginya merupakan aktivitas lumrah setiap insan dalam menjalankan kehidupannya. Pernah berpikir menginginkan waktu jeda sebentar saja untuk semua itu? Pastilah ujung-ujungnya Anda akan merasa jatuh dan rugi.

Mengejar dunia itu melelahkan, makanya Anda perlu juga ketenangan hati dengan cara beristirahat secara batiniah, yaitu dengan mendekatkan diri pada Tuhan, mengikuti pengajian, menyantuni anak yatim, dan rajin beribadah.

6. Istirahat Kepekaan (Sensory Rest)

Ilustrasi travelling sendiri (pixabay.com/sofcor)

Kepekaan Anda juga perlu beristirahat dari aktivitas seperti menatap layar, membaca buku, atau mendengar hiruk-pikuk kebisingan. Contoh dari sensory rest ini yang bisa dilakukan salah satunya ialah jalan-jalan mengunjungi alam bebas sembari menukar suasana untuk menemukan kembali kegairahan pada rutinitas awal.

Jangan pernah menyepelekan istirahat. Ingat, kita bukan mesin yang harus terus hidup dan mengerjakan segala hal tanpa henti. Beristirahatlah sesuai dengan kebutuhan, dan jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan.

Baca Juga: 4 Langkah Mengalahkan Burnout dalam Kehidupan dan Dunia Kerja

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Hero

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *