Bergemuruh di Pantai, Ini 7 Penyebab Terjadinya Ombak di Laut

Jangan hanya senang mendengar deburan ombak, kamu juga mesti tahu apa saja penyebab terjadinya ombak di laut


Ombak di laut (pixabay,com/ analogicus)

Kalo kamu sedang bermain di pantai. pasti melihat datangnya ombak. Debur ombak yang bergulung-gulung di laut adalah pemandangan yang menakjubkan dan terasa indah terdengar di telinga.

Namun, apa sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya ombak di laut yang bergulung-gulung dan menakjubkan? Berikut kita kupas tuntas penyebab terjadinya ombak di laut.

1. Adanya angin yang mendorong ombak

Ternyata angin memegang peran kunci dalam penyebab terjadinya ombak di laut. Semakin kuat dan konsisten angin, semakin tinggi ombak yang dapat terjadi. Energi kinetik yang dihasilkan oleh angin. mampu menggeser permukaan air laut. Sehingga membentuk gelombang-gelombang kecil yang kemudian berkembang menjadi ombak.

Sebagian besar ombak di laut terjadi karena angin yang membawa air. Cuaca buruk atau badai sering kali menghasilkan gelombang yang sangat besar dan berpotensi membahayakan bagi makhluk hidup.

Baca Juga:

2. Pergerakan tanah di bawah laut

Penyebab lain, 0mbak di laut terjadi karena adanya tanah longsor di wilayah dasar laut. Tanah longsor tersebut terjadi karena runtuhan bebatuan di dasar laut atau pergerakan tanah dasar laut. Runtuhan bebatuan dan tanah di dasar laut tersebut menciptakan energi yang bisa memindahkan air dan menciptakan ombak laut.

Energi besar yang muncul di dasar laut tersebut akan mendorong air menciptakan ombak besar atau gelombang.

3. Gempa bumi dan letusan gunung berapi

Ombak di laut juga bisa terjadi karena gempa bumi. Namun, secara umum ombak yang diakibatkan oleh gempa bumi disebut tsunami. Saat gempa bumi bawah laut terjadi, akan tercipta energi besar akibat aktivitas tektonik yang menyebar hingga ke dasar laut.

Gempa bumi seringkali terjadi karena adanya pergeseran lempeng tektonik di dasar laut. Jika lempeng tektonik bertemu dan terjadi pergeseran secara tiba-tiba, akan dapat menyebabkan perpindahan vertikal besar di dasar laut, dan menciptakan gelombang yang terus merambat ke segala arah.

Demikan juga halnya dengan letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi dapat memicu gelombang besar jika terjadi di bawah air atau di tengah laut. Getaran-getaran dari lerusan tersebut, dapat menyebabkan air laut menjadi bergoyang, dan kemudian berkumpul menjadi gelolbang. Material-material yang keluar dari letusan gunung berapi secara besar-besaran bisa menciptakan pergeseran besar pada massa air laut, sehingga menghasilkan gelombang atau ombak yang besar.

4. Gaya gravitasi bulan

Seperti diketahui, bumi berevolusi mengelilingi matahari dan gaya gravitasi keduanya saling tarik-menarik. begitu pula bulan yang mengelilingi bumi. Gaya gravitasi yang dimiliki bulan dan matahari mempengaruhi terciptanya ombak serta gelombang pasang dan surut. Maka dari itu, jika dilihat ombak di lautan seperti proses tarik-ulur.

Perubahan posisi bulan dan matahari menghasilkan gaya gravitasi yang dapat menciptakan gelombang pasang surut. Ketika gelombang ini bertemu dengan gelombang yang dihasilkan oleh angin, interaksi keduanya dapat menghasilkan ombak yang lebih besar.

5. Bentuk pantai dan dasar laut

Bentuk pantai dan dasar laut memiliki peran penting dalam pembentukan gelombang di laut.  karena mereka memengaruhi bagaimana energi gelombang merambat dan berinteraksi dengan topografi dasar laut.

Perubahan kedalaman laut dapat memengaruhi gelombang. Misalnya, di perairan dangkal, gelombang cenderung merasakan dasar laut, dan ini dapat menyebabkan perubahan bentuk gelombang. Gelombang yang mendekati pantai dan merasakan dasar laut yang lebih dalam dapat meningkat tingginya dan menciptakan gelombang yang lebih tinggi.

Selain angin kedalaman laut juga menjadi penyebab terjadinya ombak di laut. Ombak cenderung lebih besar dan kuat ketika terbentur dengan dasar laut yang curam. Sebaliknya, di perairan dangkal, ombak cenderung menjadi lebih kecil dan mereda.

Struktur dasar laut juga berperan dalam mengarahkan dan membentuk ombak. Fenomena refraksi dan defraksi menyebabkan ombak dapat membengkok atau memantul, menghasilkan pola yang berbeda di berbagai wilayah laut.

6. Aktivitas manusia dan hewan di laut

Aktivitas manusia di tengah laut juga dapat memengaruhi pembentukan ombak. Aktivitas seperti lalu lintas kapal-kapal besar yang berlayar di laut, pengerukan laut, ekploitasi sumber daya di tengah laut, aktivitas wisata, dan lain sebagainya juga dapat menciptakan gelombang karena pergerakan mereka melalui air.

Begitu juga dengan aktivitas atau pergerakan hewan di dalam laut. Hewan atau ikan yang besar, seperti ikan paus, hiu, lumba-lumba, dan lain sebagainya, mampu menciptakan energi yang dapat membuat air laut menjadi bergelombang.

Baca Juga:

7. Turunnya hujan 

Curah hujan yang tinggi di wilayah tertentu dapat menyebabkan peningkatan volume air di laut. Hujan dapat menambah massa air di permukaan laut karena air hujan mengalir ke laut. Tambahan massa air ini bisa menciptakan perbedaan tekanan di permukaan laut dan memicu pembentukan gelombang.

Tetesan hujan yang jatuh ke permukaan laut juga dapat menciptakan gelombang kejut. Saat tetesan hujan yang banyak bertemu dengan permukaan air, akan menghasilkan tekanan dan gerakan air yang kemudian menciptakan gelombang kecil. Gelombang-gelombang kecil itu kemudian berkumpul dan menjadi gelombang yang besar.

Demikian penjelasan mengenai penyebab terjadinya ombak di laut. Kombinasi dari faktor-faktor penyebab terjadinya ombak di laut tersebut, merupakan variasi dalam terjadinya ombak di berbagai wilayah laut di seluruh dunia.

Baca Juga: 8 Teori Sains Tentang Alam Dalam Alquran, Sudah Sejak 14 Abad Lalu!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *