Bekerja dari Rumah, Kenali Dampaknya bagi Karyawan!

Sistem bekerja dari rumah menawarkan keleluasaan dan kemudahan tersendiri


Ilustrasi Sistem Bekerja dari Rumah
Ilustrasi Sistem Bekerja dari Rumah (pixabay.com/Pexels)

Penerapan sistem bekerja dari rumah menjadi cara bertahan selama masa pandemi, agar roda perusahaan tidak berhenti berputar. Wabah COVID-19 terdeteksi pertama kali di Indonesia pada tahun 2020, dan berdampak pada seluruh aspek kehidupan.

Pemerintah Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari social distancing, mewajibkan penggunaan masker, serta mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas berkerumun untuk sementara waktu. Regulasi ini berdampak pada terhambatnya aktivitas masyarakat dan juga operasional perusahaan, sehingga bekerja dari rumah merupakan bentuk penyesuaian yang harus diterapkan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Para karyawan dituntut untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja, di mana pertemuan tatap muka dengan rekan kerja tergantikan oleh komunikasi virtual. Kondisi ini tentu memiliki pengaruh terhadap perubahan gaya hidup dan pola komunikasi. Sistem bekerja dari rumah membuat para karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk dekat dengan keluarga, serta dapat meneruskan hobi yang sebelumnya tertunda akibat kesibukan di luar rumah.

Penerapan sistem ini membuat jam kerja menjadi lebih fleksibel dan tidak terikat, sehingga sampai saat ini permintaan bekerja dengan sistem work from home  menjadi semakin tinggi.

Ilustrasi Bekerja dari Rumah
Ilustrasi Bekerja dari Rumah (pixabay.com/Pexels)

Kelebihan sistem bekerja dari rumah

Selama masa pandemi berlangsung, beberapa perusahaan memberlakukan sistem bekerja dari rumah. Melalui penerapan sistem ini, jam kerja karyawan menjadi tidak kaku dan lebih fleksibel. Kelebihan lainnya dari sistem ini adalah, para pekerja memiliki lebih banyak waktu untuk dekat dengan keluarga dan juga mengurus pekerjaan rumah.

Selain itu, bekerja dari rumah akan mengurangi biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk menuju kantor. Lingkungan kerja juga dapat diatur senyaman mungkin karena letaknya yang berada di rumah sendiri, sehingga karyawan bebas untuk menata ruangan kerja sesuai dengan keinginan mereka.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Pekerjaan Online yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sindrom bekerja dari rumah dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental

Ilustrasi Stres Bekerja dari Rumah
Ilustrasi Stres Bekerja dari Rumah (pixabay.com/stevedimatteo)

Sistem bekerja dari rumah mengharuskan para pekerja untuk berinteraksi secara virtual.  Rapat penting dan koordinasi sesama rekan kerja, biasanya diselenggarakan melalui konferensi video. Tuntutan untuk terus-menerus berada di depan layar dan minimnya pertemuan tatap muka dengan rekan kerja, berdampak pada kesehatan mental karyawan selama work from home. Para pekerja dapat merasa terisolasi dan kesepian, akibat dari berkurangnya interaksi  sosial secara langsung dengan sesama rekan kantor.

Survei yang dilakukan oleh platform perekrutan kerja di Korea terhadap 910 orang pada tahun 2021, menghasilkan suatu data yang menunjukkan bahwa 32,1% responden merasakan sindrom work from home  seperti adanya gangguan kecemasan atau stres yang berlebihan. Kondisi ini diperparah dengan jam kerja yang fleksibel selama bekerja dari rumah, menyebabkan para karyawan justru menjadi kesulitan untuk memisahkan antara waktu bekerja dengan waktu untuk menjalani kehidupan di luar pekerjaan.

Para pekerja muda seperti Generasi-Z adalah yang paling rentan terkena sindrom bekerja dari rumah, di mana mereka merasa harus tetap menunjukkan performa terbaik dan berakhir menjadi bekerja secara berlebihan.

Tips menjaga keseimbangan hidup selama bekerja dari rumah

Sistem bekerja dari rumah pada kenyataannya memudahkan karyawan untuk bekerja dengan lingkungan dan jam kerja yang lebih santai. Namun penerapan sistem ini dapat memberikan bahaya tersendiri, apabila para pekerja kurang memperhatikan kondisi kesehatan fisik dan psikis mereka selama work from home berlangsung.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari dampak negatif yang muncul selama bekerja dari rumah:

  1. Mengatur batas waktu yang tegas antara jam kerja dengan waktu untuk melakukan aktivitas lain
  2. Mengambil waktu jeda untuk beristirahat dan meregangkan tubuh saat sedang bekerja
  3. Membuat daftar tugas yang hendak dikerjakan agar lebih fokus dan terarah
  4. Menyisihkan waktu untuk melakukan kebiasaan sehat sepeti berolahraga, meditasi, dan kegiatan sehat lainnya
  5. Memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk merawat diri dan menyegarkan pikiran

Saat ini sistem bekerja dari rumah dipandang sebagai model kerja baru yang lebih modern, di mana suatu pekerjaan tidak lagi terikat dengan ruang dan waktu tertentu. Di era serba cepat dengan arus pembangunan yang masif, sistem bekerja dari rumah menawarkan keleluasaan dan kemudahan tersendiri.

Jangan lupa untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh dan pikiran selama work from home, ya!. Karena uang dapat dicari, namun kesehatan tak akan pernah terganti.

 

Sumber:

Andriyana, A. S., & Supriansyah, S. (2021). Konsep Work Life Balance Terhadap Produktivitas Pegawai yang Menerapkan Work From Home Pada Masa Pendemi Covid-19 (Studi Literatur). JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia)5(1), 1-11.

Baca Juga: 5 Tips Agar Kamu Menjadi Orang yang Lebih Produktif

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Novice

Write so you can create your own world!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *