Tantangan Moral Generasi Milenial untuk Indonesia Emas 2045


Ilustrasi generasi milenial

Tahun 2045 Negara Kesatuan Republik Indonesia akan memasuki usia kemerdekaan ke-100 tahun. Banyak pihak memandang usia ini sebagai usia emas yang sudah matang untuk mencapai tujuan kemerdekaan sebuah negara. Fondasinya adalah pembukaan UUD 1945 yang menyatakan kemerdekaan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Target mewujudkan ‘Indonesia Emas’ didukung oleh dialaminya bonus demografi yang dimulai tahun 2020 hingga 2030. Masa ini adalah dimana jumlah penduduk dengan usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada usia non-produktif (0-15 tahun dan >64 tahun). Usia produktif bekerja tersebut umumnya adalah pemuda yang sekarang sedang duduk dibangku SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Lantas, apakah bonus demografi ini hanya dapat kita diamkan saja? Tentu saja tidak. Bonus demografi ini perlu kita salurkan dengan sebaik mungkin untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas yang dicita-citakan. Agar bonus demografi tersebut dapat tersalurkan dengan baik, yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong kualitas SDM dari berbagai segi, terutama pendidikan dan kesehatan.
  2. Mengembangkan keahlian para tenaga kerja melalui pemerataan dan penyediaan lapangan kerja yang bersifat produktif.
  3. Memanfaatkan SDA yang dimiliki sehingga dapat menjadi komoditas yang penting untuk modal membuka lapangan pekerjaan.

Sesuai dengan visi Indonesia pada 2045 di usia seratus tahun kemerdekaan, bahwa harapan Bangsa Indonesia adalah mewujudkan negara yang maju, makmur, modern, madani, dan dihuni oleh masyarakat yang beradab. Salah satu harapan Indonesia Emas 2045 adalah menjadikan Negara Indonesia sebagai negara maju yang bisa bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Mengapa Perempuan Belum Merdeka?

Namun tentu saja untuk mewujudkan harapan besar Indonesia di 2045 tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan mungkin tidak ada yang membayangkannya sebagai hal yang mudah berdasarkan tantangan yang harus dihadapi dan sulit diprediksi di pertengahan abad ke-21 nanti.

Siapa yang diharuskan menghadapi tantangan tersebut? Jawabannya adalah generasi muda saat ini yang akan menjadi tulang punggung Indonesia di 2045 nanti. Setidaknya ada empat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda, yaitu tantangan dibidang ekonomi seiring dengan adanya pergeseran usaha tingkat pasar, tantangan dibidang ketahanan mental dan ideologi seiring dengan ketatnya persaingan yang memaksa pemuda cenderung memikirkan dirinya sendiri, tantangan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi karena pemuda dituntut untuk menerapkan konsep teknologi terbarukan yang murah dan praktis, dan tantangan keempat adalah tantangan dekadensi moral akibat teknologi informasi yang membuat dunia seakan tanpa batas.

Tantangan moral memang bukan tantangan paling besar yang perlu dihadapi jika dibandingkan tantangan dibidang lain yang sama besarnya dan sama berpengaruhnya. Namun, nilai moral adalah landasan dari setiap tindakan yang akan dilakukan. Artinya, apabila dalam benak pemuda Indonesia tidak terdapat nilai moral yang tinggi, maka apapun perencanaan yang akan dilakukan untuk mewujudkan harapan-harapan tidak akan bisa terealisasikan. Nilai moral sangat diperlukan dalam pembentukan karakter pemuda-pemudi Indonesia agar dapat bersaing sportif dalam hal yang lebih baik.

Tantangan moral yang banyak terjadi dan dapat kita saksikan saat ini adalah gaya hidup barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, menormalisasikan hubungan sesama jenis akibat pengaruh budaya asing seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang menjadi hal umum dikalangan generasi milenial. Selain itu, maraknya pelaku cyber bullying yang dilakukan oleh generasi milenial adalah bukti betapa rusaknya moral dan akhlak akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disalahgunakan.

Baca Juga: 5 Alasan Krisis Iklim Menjadi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Dan yang paling merusak sebuah pribadi dan generasi seiring dengan pesatnya globalisasi adalah pornografi, minuman keras, seks bebas dan kasus narkoba. Peredaran narkoba ini dapat merusak generasi penerus sehingga mengalami ketergantungan zat-zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan mental dan dapat menyebabkan kematian. Generasi millenial saat ini pun memiliki kepribadian yang tidak mencerminkan akhlak-akhlak yang baik. Kesopanan terhadap orang yang lebih tua mulai diabaikan, juga menipisnya rasa tanggung jawab dan nilai kejujuran.

Berdasarkan maraknya kasus yang dapat menghancurkan moral dan karakter generasi muda, maka penting sekali bagi pemuda-pemudi untuk memahami arti mendalam tentang nilai moral agar dapat kembali mengingat dan mewujudkan harapan-harapan Indonesia. Pemuda Indonesia harus membekali diri dengan sikap moral dan iman yang baik sebagai pertahanan diri agar terhindar dari segala macam pengaruh buruk dan ancaman yang dapat menjerumuskan ke dalam kegagalan. Penanaman nilai moral dapat diterapkan mulai usia dini dan dapat dimulai dari lingkup keluarga.

Ideologi Pancasila juga harus menjadi acuan bagi seluruh warga negara untuk menghadapi terkikisnya moral generasi millenial. Pancasila memiliki peranan penting sebagai penuntutan moral dan akhlak pemuda sehingga dapat meminimalisir dan mencegah adanya ancaman yang dapat mengikis akhlak dan moral tersebut.

Perhatian Presiden terhadap penguatan karakter bangsa juga begitu besar. Presiden menilai, pendidikan karakter sangat penting untuk membangun kualitas individu para calon generasi. Pendidikan karakter akan menjadi bekal keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 dimana Indonesia memasuki usia ke-100 tahun kemerdekaan. Karakter yang kuat membentuk individu menjadi pelaku perubahan bagi diri sendiri dan bagi masyarakat sekitarnya.

Pemuda-pemudi adalah pilar emas bagi Indonesia 2045. Harapan besar terwujudnya rencana-rencana Bangsa Indonesia ada di punggung generasi ini. Maka, sebagai bentuk terwujudnya harapan-harapan Indonesia Emas 2045, semua elemen masyarakat harus berperan aktif melalui pendidikan karakter untuk mencapai generasi emas 2045 yang berakhlak dan bermoral.

Baca Juga: 4 Lomba Kemerdekaan RI yang Legendaris, Sejarah dan Filosofinya


Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *