Romansa remaja Korea kembali hadir lewat film romantis yang diadaptasi dari webtoon populer ‘Everyday, We’ berjudul “We, Everyday” (우리는 매일매일). Film drama remaja ini disutradarai oleh Kim Min-jae dan ditulis oleh Gae Da Rae. Film terakhir yang dibintangi mendiang Kim Sae Ron ini sekaligus menjadi debut layar lebar aktor Lee Chae Min.
Premisnya sederhana namun emosional, tentang dua sahabat masa kecil yang terlalu nyaman satu sama lain, hingga sebuah pengakuan cinta mendadak mengacaukan segalanya.
Sinopsis Film We, Everyday
Cerita berpusat pada Yeo-wool (Kim Sae-ron), siswi SMA ceria yang kehidupannya dipenuhi latihan basket, candaan bersama teman-teman, dan rutinitas sehari-hari bersama Ho-Soo (Lee Chae-min), sahabatnya sejak kecil. Hubungan mereka terasa natural dan santai, seperti dua orang yang sudah terlalu lama berada di orbit yang sama.
Namun keseimbangan itu runtuh ketika Ho-Soo tiba-tiba mengungkapkan perasaan yang selama ini ia simpan. Pengakuan itu bukan hanya mengejutkan, tetapi juga membuat hubungan mereka berubah drastis, dari persahabatan tanpa beban menjadi hubungan penuh kecanggungan.
Situasi semakin rumit ketika Yeo-Wool ternyata menaruh hati pada siswa lain bernama Ho-Jae (Ryu Eui-Hyun), sosok populer yang tampak sempurna di mata banyak orang. Dari sinilah konflik cinta segitiga klasik khas drama SMA mulai berkembang.
Yeo-Wool harus menghadapi kebingungan antara perasaan yang belum pasti dan persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun, sementara Ho-Soo harus menerima kenyataan pahit bahwa keberaniannya mengaku justru berisiko menghancurkan hubungan yang paling berharga dalam hidupnya.
Baca Juga:
Review Film We, Everyday
Dunia sekolah dalam film ini juga diperkuat oleh karakter pendukung yang diperankan oleh Choi Yu-ju dan Ryu Eui-hyun. Mereka menghadirkan dinamika pertemanan remaja yang terasa hidup, mulai dari gosip di koridor sekolah, latihan klub yang penuh candaan, hingga percakapan santai di kantin yang kadang berubah menjadi momen emosional. Elemen-elemen kecil ini membuat cerita terasa dekat dengan pengalaman masa SMA banyak orang.
Sebagai adaptasi webtoon, “We, Everyday” berusaha mempertahankan nuansa ringan dan romantis dari materi aslinya. Visual film dipenuhi warna hangat yang menonjolkan atmosfer kehidupan remaja: lapangan basket yang ramai, perjalanan pulang sekolah saat matahari terbenam, hingga ruang kelas yang menjadi saksi berbagai momen penting. Sentuhan sinematografi yang lembut ini membuat film terasa seperti potongan kenangan masa muda yang sederhana tetapi membekas.
Dari sisi akting, Kim Sae-ron berhasil menghadirkan Yeo-Wool sebagai karakter yang spontan, ceroboh, tetapi emosional. Di sisi lain, Lee Chae-min memainkan Ho-Soo dengan pendekatan yang lebih tenang namun penuh kedalaman perasaan. Chemistry keduanya menjadi kekuatan utama film ini, terutama dalam adegan-adegan kecil yang sarat makna, tatapan yang tertahan, percakapan yang tiba-tiba sunyi, atau momen ketika mereka sadar bahwa persahabatan mereka tidak lagi berada di tempat yang sama. Film ini juga menjadi Film terakhir yang dibintangi mendiang Kim Sae-Ron yang telah wafat pada 16 Februari 2025 lalu.
Baca Juga:
We, Everyday” bukan sekadar romansa remaja manis, film Korea ini adalah potret chaos emosional masa SMA, ketika satu pengakuan cinta bisa mengacak-acak persahabatan yang terasa aman bertahun-tahun. Ringan, kocak, tapi diam-diam menohok, kisahnya terasa dekat dengan siapa pun yang pernah mengalami dilema antara persahabatan dan perasaan yang tiba-tiba berubah arah.
Sebagai film remaja, We, Everyday memang tidak sepenuhnya sempurna. Beberapa transisi adegan terasa seperti dipotong terlalu cepat, membuat alurnya terasa kurang mulus dan kadang melelahkan untuk diikuti. Rasa-rasanya seperti drakor yang dijadikan film.
Tak cuma itu, beberapa momen lebay juga terasa sedikit dipaksakan sehingga terkesan agak cringey atau cheesy, sesuatu yang sebenarnya cukup umum dalam kisah cinta anak SMA. Lagipula, kalian juga pernah melakukannya saat masih SMA, bukan? Namun di balik kekurangan teknis tersebut, film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya karena Kim Sae Ron.
Baca Juga: 5 Film Korea Bertema Bullying Terbaik, Hadirkan Kisah Miris Bikin Merinding!

0 Comments