Resensi Novel Tentang Kamu: Belajar Kehidupan Dari Sri Ningsih, Sang Perempuan Welas Asih

Dalam Novel Tentang Kamu diceritakan, Sri Ningsih meninggalkan harta yang cukup banyak, 1 milyar poundsterling atau sekitar 19 triliyun rupiah.


Novel Tentang Kamu (kretaamura.com)

Identitas Novel

Judul Buku : Tentang Kamu

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Republika Penerbit

Tebal buku: 524 halaman.

Terbit : Oktober 2016

Resensi Novel

Tentang Kamu merupakan novel terbaru Tere Liye yang liris bulan oktober 2016. Novel yang lumayan tebal ini merupakan sebuah kisah menarik tentang kehidupan perempuan isnpiratif bernama Sri Ningsih. Sosok Sri yang penuh misterius di awal cerita dikabarkan tutup usia. Meninggalkan harta yang cukup banyak, 1 milyar poundsterling atau sekitar 19 triliyun rupiah berbentuk saham, Sri mempercayakan harta warisannya tersebut kepada sebuah firma hukum Thompson & Co yang berkedudukan di London, Inggris. Sri sendiri meninggal dunia di sebuah panti jompo di kota Paris, Perancis.

Baca Juga: Review Sri Asih: Bangga Superhero Indonesia!

Pimpinan Thompson & Co mempercayakan kasus harta warisan Sri Ningsih kepada Zaman, seorang pengacara muda yang terbilang mumpuni di bidang hukum. Zaman adalah lulusan master hukum Universitas Oxford yang menetap di London. Belgrave Square. Kasus Sri Ningsih membawa Zaman menelusuri kehidupan Sri dari lahir hingga meninggal. Hal itu dilakukan Zaman karena ternyata Sri yang memiliki harta triliyunan rupiah tidak menuliskan surat wasiat.

Buku Diari Sri Ningsih yang didapat Zaman dari Amee, pegawai administrasi di panti Jompo Paris, tempat dimana Sri tinggal terakhir, membawa Zaman ke Indonesia, tempat kelahiran Sri Ningsih. Zaman dikisahkan seperti detektif yang harus mencari data selengkapnya tentang masa lalu Sri. Pulau Bungin, sebuiah pulau kecil di Sumbawa merupakan tempat lahir Sri. Ia dilahirkan dari rahim perempuan Jawa bernama Rahayu. Ayah Sri, Nugroho, merupakan pelaut yang tangguh. Kecintaannya kepada profesinya sebagai pelaut membuat Ayah Sri memboyong Rahayu ke Pulau nelayan, Pulau Bungin.

Kehidupan pedih Sri Ningsih diawali dari meninggalnya ibunda Sri, Rahayu, saat melahirkan Sri. Ayah Sri yang memutuskan menikah lagi membuat kehidupan Sri berubah. Terlebih, Ayah Sri meninggal dunia dalam kecelakaan laut akibat cuaca buruk. Sri yang masih anak-anak harus tinggal bersama Nusi Maratta, ibu tiri Sri yang merupakan perempuan asli Sumbawa. Sepeninggal sang Ayah, kehidupan Sri penuh derita. Ibu tiri Sri berubah membenci Sri. Sri diperlakukan tidak baik oleh Nusi Maratta.

Kepergian Ayahnya membuat ekonomi keluarga Sri hancur. Saat Ayahnya masih hidup, semua serba berkecukupan, tetapi setelah Ayah Sri meninggal, Sri harus bekerja keras mencari teripang dan bulu babi untuk dijual. Uang yang didapat akan diberikannya pada Ibu tirinya yang jahat. Kesabaran Sri yang tiada batas sungguh merupakan baktinya pada sang Ayah yang berpesan agar Sri menuruti perintah sang Ibu tiri.

Kehidupan Sri berlanjut di sebuah pesantren di Jawa Tengah. Di pesantren inilah Sri menjalani kehidupan yang beragam dari suka duka persahabatan, hingga pengalaman pahit penghianatan dan bahkan pembunuhan. Persahabatan Sri dan Nur’aini, Putri bungsu Kyai Ma’sum membawa Sri memahami betapa hidup harus penuh kejujuran dan kasih sayang.

Di sisi lain, Sulastri yang pada awalnya menjadi sahabat yang baik bagi Sri selama di pesantren ternyata menjadi otak pembunuhan sadis terhadap Kyai Ma’sum dan keluarganya. Dari sinilah, Sri harus mendapati dirinya dimusuhi oleh Sulastri karena membeberkan kebenaran yang terjadi. Dendam Sulastri pada Sri menghantui kehidupan Sri di masa-masa berikutnya.

Sri adalah perempuan pekerja keras. Keputusannya untuk pergi dari pesantren bukan tanpa alasan, Sri ingin menjadi perempuan mandiri. Di Jakarta, lika-liku kehidupan Sri berawal dari titik nol. Menjadi guru di sebuah sekolah rakyat sambil bekerja menjadi kuli panggul di pasar dilalui Sri untuk menyambung hidup. Menjadi pedagang nasi goreng pernah pula dilalui Sri.

Kegigihan Sri dalam bekerja menjadikan ia tahan banting atas segala situasi. Hingga pada suatu ketika, ia berhasil mendirikan perusahaan rental mobil yang sukses. Namun, kerusuhan Jakarta yang dikenal dengan kerusuhan Malari menjatuhkan lagi kehidupan Sri di titik nol, kantor dan mobil rental milik Sri dibakar masa.

Tak ingin berada pada situasi kepedihan, Sri bangkit lagi. Ia kemudian berhasil mendirikan sebuah pabrik sabun ternama. Tetapi, bayang-bayang Sulastri ternyata membuat Sri memutuskan untuk menjual saham perusahaan yang baru dirintisnya kepada perusahaan lain. Di sinilah awal mula saham bernilai milyaran dolar didapat Sri.

Sri mendapati dirinya harus pergi dari Indonesia. Kota London menjadi pelarian Sri. Ia ingin menikmati hidup sederhana dan tenang. Di London, Sri menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Menjadi sopir bus kota di London ia jalani dengan ikhlas hingga menemukan laki-laki yang mencintai Sri apa adanya.

Novel Tentang Kamu ini ditulis bang Tere dengan apik. Alur yang jelas dan bahasa yang indah khas bang Tere membuat pembaca larut dalam kisahnya. Tema yang diangkat bang Tere sangat pas dengan kehidupan modern saat ini. Sri yang pekerja keras, sederhana, penuh kasih dan yang paling penting dari keseluruhan adalah rasa menerima dan lapang dada. Bang Tere, melalui Sri, ingin menyampaikan bahwa seberapapun miskin seseorang atau seberapa kaya seseorang, tetapi ia memiliki jiwa sederhana dan menerima, maka ia adalah manusia yang mulia.

Di sisi lain, Bang Tere membuat penasaran pembaca dengan akhir kisah Zaman, sang pengacara yang menangani kasus Sri. Tokoh Sri yang mewariskan hartanya pada orang-orang terpilih dalam surat wasiat diakhiri bang Tere dengan penuh tanda tanya tentang akhir cerita Zaman. Tak bisa dipungkiri, Zaman sendiri mempunyai andil yang besa dalam keseluruhan cerita. Sehingga, terasa janggal jika kisah Zaman tak tertulis di akhir cerita.

Terlepas dari alur yang disajikan bang Tere Liye, Novel Tentang Kamu sangat patut dibaca untuk para pembaca khusunya para remaja Indonesia. Kisah perjuangan hidup Sri yang berliku layak dijadikan pembelajaran tentang kegigihan dan kerja keras. Kesederhanaan Sri disaat kaya maupun saat miskin menyadarkan pembaca bahwa sikap bersahaja menjadikan hidup penuh makna.

Baca Juga: Review Novel Sesuk karya Tere Liye

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Explorer

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *