Inilah 5 Sahabat Rasulullah Yang Termasuk Assabiqul Awwalun

Siapa saja Sahabat Rasulullah yang termasuk golongan yang pertama kali masuk islam? Yuk, disimak!


Assabiqul Awwalun merupakan istilah untuk orang yang pertama kali masuk islam, golongan ini pun memperjuangkan agama Islam dengan segala pengorbanannya.

Penasaran kan, siapa saja sebenarnya orang-orang tersebut? Ayo, coba simak dibawah ini!

1. Usman bin Affan

Merupakan salah satu dari 4 Khulafaur Rasyidin dengan masa kekuasaan terlama, julukannya adalah Abu Layla karna keramahan dan kelembutan terhadap sesama, selain itu Usman bin Affan juga dikenal sebagai orang yang pemalu dan sering bersedekah terhadap sesama. Beliau juga merupakan 10 dari sahabat Rasulullah yang diberitakan masuk surga.

Usman bin Affan lahir 6 tahun setelah tahun gajah tepatnya tahun 567 M berasal dari golongan Bani Ummayah. Umur Usman bin Affan 6 tahun lebih muda dari Rasullulah. Ayahnya bernama Affan bin Abi Al-‘As dan ibunya bernama Arwa binti Quraiz. Mempunyai saudara perempuan bernama Amina binti Affan. Usman bin Affan lahir di keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat berpengaruh di Suku Quraisy saat itu. Sehingga sejak dini, Usman sudah mendapatkan pendidikan yang sangat baik, tercatat Usman merupakan salah satu dari 22 orang Mekah yang mengetahui cara menulis.

Meskipun begitu, beliau tidak tumbuh menjadi pribadi yang sombong  justru beliau sangat dermawan dan suka tolong menolong, jujur, sederhana, pendiam, sopan santun, sholeh, dan menjaga lisan. Meskipun hidup di lingkungan Quraisy beliau menjauhi segala kesyirikan yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Setelah sepeninggalan ayahnya, ia memantapkan diri menjadi seorang pedagang, beliau sering melakukan perjalanan bisnis ke Syam dan Habasiyah untuk bisa memperluas jaringan, dan setelah berhasil mengembangkan bisnisnya beliau dipandang sebagai pedagang terkaya di Mekah. Saat itu juga, Usman menjadi sahabat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq.

2. Umar bin Khattab

Umar bin Khattab mempunyai usia lebih muda 13 tahun dari Nabi Muhammad SAW. Terdapat 2 tokoh Quraisy yang membenci islam, yang pertama adalah Umar bin Khattab dan Umar bin Amr bin Hisyam. Kehidupan beliau sebelum masuk islam sangat buruk diantaranya yaitu mabuk dan menyembah berhala. Saking bencinya terhadap islam, ia sering menyempatkan waktu untuk menyiksa budak kaum muslimin.

Sejarah Umar bin Khattab masuk islam

Suatu malam Umar menjaga kota Mekah, saat keliling Umar kaget karna beliau melihat diatas gunung terdapat Ummu Abdilah yang sedang menggendong bayinya akan turun gunung. Ummu Abdilah berkata ia mau beribadah sehingga melewati gunung karna jika melewati jalan lain pasti akan dihadang oleh Suku Quraisy.  Lalu Umar pun akhirnya berkata “Pergilah wahai Ummu, aku tidak akan mengganggumu.” Akhirnya Ummu pergi. Lalu, Ummu bertemu dengan kaum muslimin lain dan ditanya apakah tadi bertemu dengan Suku Quraisy, Ummu pun menjawab tidak bertemu, tapi bertemu dengan Umar bin Khattab.

Para sahabat nabi pun kebingungan mengapa Umar memperbolehkan Ummu lewat bahkan sampai mendoakan Ummu Abdillah selamat di jalan. Di sisi lain, Umar bin Khattab menjadi resah akibat hal yang terjadi pada Ummu Abdilah, Umar pun ingin mengatasi keresahan tersebut dengan cara membunuh Rasullulah. Keesokan harinya ia menyiapkan diri untuk membunuh Rasullulah, ia mencari dimana Rasullulah berada, di saat yang sama Abu Jahal pun mengadakan sayembara untuk siapapun yang bisa membunuh Rasullulah akan diberi hadiah berupa 100 unta. Dengan adanya hal tersebut membuat keinginan Umar semakin kuat, akhirnya dia terus berkeliling kota Mekah untuk mencari Rasullulah. Pada akhirnya, Umar bertemu Nuaim bin Abdullah yang masih menyembunyikan keislamannya, dia bertanya kepada Umar, mau kemanakah beliau, lalu Umar pun menjawab ia akan membunuh Rasullulah, karena Muhammad yang telah menghancurkan kaum Quraisy.

Mendengar hal itu Nuaim pun khawatir, ia berusaha mencari cara agar bisa mengalihkan Umar supaya tidak jadi membunuh Rasullulah. Kemudian, Nuaim pun berkata kepada Umar “Kamu tidak takut nanti diserang balik oleh Suku Hasyim (suku nabi Muhammad) dan Suku (abi Thalib)? Lalu Umar berkata ” Aku tidak peduli”. Tidak berhenti disitu, Nuaim pun kembali mengalihkan Umar dengan berkata “Umar mengapa kamu mengurusi Muhammad sementara adik kamu Fatimah dan suaminya Said bin Zaid sudah masuk islam?” Ketika mendengar hal tersebut Umar pun langsung marah sambil berkata “Apakah benar yang kamu ucapkan bahwa adikku sudah meninggalkan agama nenek moyangnya?” Nuaim pun menjawab “Iya benar, silahkan kamu cek sendiri.”

Akhirnya Umar pun mencari Fatimah dan suaminya Said bin Zaid. Ketika sampai depan rumahnya Umar mendengar ada suara orang sedang mengaji, mendengar hal tersebut ia langsung mendobrak pintu rumah adiknya, sambil berkata  “Tadi apa yang aku dengar? ” Fatimah pun sontak kaget dan berkata “Tidak ada, suara apapun”, Lalu Said suaminya pun berkata “Wahai Umar, kami sedang mengikuti kebenaran, kami mengikuti apa yang turun kepada Nabi Muhammad” Mendengar itu Umar pun langsung melintir leher Said dan menjatuhkannya ke tanah, Umar pun sampai menghunus kan pedangnya ke arah Said, hingga Said berkata pasrah “Walapun Kamu bunuh saya, saya tidak takut.”

Melihat itu Fatimah pun ingin menghindarkan kakaknya dari Said, namun ketika ia ingin menghindarkan Umar, Umar mendorong Fatimah hingga ia terjatuh dan bibirnya berdarah. Fatimah pun berkata “Wahai musuh Allah kami telah bersyahadat jika kamu tidak mau mengikuti perintah Allah terserah, aku dan suamiku siap mati” Mendengar hal tersebut Umar pun kaget, bahkan adiknya saja yang Kaum Quraisy sejak lahir, berani siap mati karena agama islam.

Umar pun akhirnya luluh dan berkata “Baiklah coba tunjukkan apa yang telah kalian baca tadi.” Lalu Fatimah menjawab, “Tidak, aku tidak akan memperlihatkan nya karena kamu kafir” lalu Umar kembali menjawab “Baik, apa yang seharusnya saya lakukan untuk bisa membaca yang tadi kamu baca?” Fatimah menjawab “Kamu harus mandi terlebih dahulu.” Umar pun bergegas mandi, lalu setelahnya diberi Alquran, ayat pertama yang dibaca adalah Surat Taha. Akhirnya setelah Umar membaca Alquran beliau pun diberi ajakan oleh Said bin Zaid untuk masuk islam. Akhirnya Umar bin Khattab pun menemui Rasulullah dan bersyahadat dihadapan Rasulullah dan kaum muslimin.

Baca Juga: 7 Amalan Sunah pada Hari Jumat, Sayang Jika Dilewatkan!

3. Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar masuk ke dalam golongan Assabiqunal Awwalun, Abu Bakar juga merupakan laki laki dewasa yang pertama kali masuk islam setelah Rasullulah. Abu bakar menjadi mertua dari Rasullulah karena Rasulullah menikahi anaknya yaitu Aisyah.

Abu Bakar lahir pada tahun 572 M, terlahir dari Bani Tamim, dengan nama lengkapnya Abdullah bin Utsman, Abu Bakar sangat disenangi oleh masyarakat pada masa itu karena kecerdasan, kesabaran dan kerendahan hati. Abu Bakar merupakan orang yang selalu merindukan kebenaran, oleh karena itu, Rasulullah memberi gelar Ash-Shiddiq. Abu Bakar juga merupakan seorang pedagang yang sukses, mempunyai kekayaan sebesar 400 dirham.

Kesuksesan beliau ini disebabkan oleh Abu Bakar yang selalu jujur dan disiplin. Abu Bakar masuk islam karena diajak nabi Muhammad SAW dan langsung tanpa ragu masuk islam. Setelah Abu Bakar masuk islam, ia membantu Rasullulah untuk berdakwah dan berhasil mengajak beberapa orang penting saat itu, seperti Usman bin Affan, Saad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah. Abu  bakar pun dikenal dermawan karena menggunakan harta pribadinya untuk membebaskan para budak budak yang disiksa oleh Kaum Quraisy, salah satunya Bilal bin Rabah.

4. Ali bin Abi Thalib

Beliau merupakan khalifah terakhir pada masa Khulafaur Rasyidin menggantikan posisi Usman bin Affan. Ali mempunyai gelar Karamallahu Wajhah yang artinya semoga Allah memuliakan wajahnya. Ali merupakan putra dari paman Rasullulah yaitu Abu Thalib, dan ibunya bernama Fatimah bin As’ad. Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun 600M dengan nama lahirnya Haydar bin Abu Thalib. Ali diasuh oleh Rasullulah dan Khadijah sehingga, Ali tumbuh menjadi anak cerdas dan berakhlak mulia.

Beranjak dewasa Ali menjadi juru tulis Rasulullah yang sering menulis surat yang didikte oleh Rasul, sehingga Ali pun dianggap sebagai Babul Ilmu atau gerbang pengetahuan. Ali dikenal sebagai orang yang tidak pernah meninggalkan shalat tahajud, dengan memanjatkan doa agar tidak terlena dengan kehidupan duniawi. Ia pun hidup dengan sederhana, terbukti dari baju yang beliau kenakan terbuat dari bahan yang kasar.

Selain itu, beliau pun dikenal sebagai ksatria yang menjadi pelindung Rasullulah saat Rasullulah pergi ke Madinah. Beliau juga mengikuti perang badar, khandaq, khaibar. Ali mempunyai pedang yang diberi nama Dzulfikar yang ujungnya lancip. Ali bin Abi Thalib selalu memenangkan pertempuran meskipun badannya tidak sekokoh Hamzah dan Umar bin Khattab. Bahkan Ali bisa melawan Amr bin Abdul Wud dari Suku Quraisy yang terkenal akan kekokohannya.

5. Abdurrahman bin Auf

Merupakan sahabat Rasulullah yang paling kaya raya dan gemar bersedekah. Kekayaannya ini diperoleh karna beliau cerdik berwirausaha. Meskipun Abdurahman hidup bergelimang harta, tidak membuatnya mempunyai sifat sombong, Abdurahman dikenal hidup sederhana, ia pun seringkali bersedekah namun hartanya pun terus dilipatgandakan oleh Allah SWT. Abdurahman bin Auf lahir 10 tahun setelah tahun gajah. Beliau berasal dari Bani Zurah, ibunya bernama Asyifa binti Auf, ayahnya bernama Auf bin Abu Auf. Sifatnya dermawan, bijaksana, setia, dan mempunyai sifat toleransi yang tinggi.

Beliau sangat dekat dengan Abu Bakar, Abu Bakar pun mengajarkan agama islam kepada Abdurrahman bin Auf, lalu setelah itu ia pun masuk islam. Semenjak masuk islam ia selalu menemani Rasulullah kemanapun Rasulullah pergi berdakwah. Setiap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad pun dituliskan oleh Abdurahman, hal ini pun membuat Abdurahman semakin cerdas.

Terdapat satu kisah dimana Abdurahman menolong para calon pedagang yang saat itu kesulitan menyewa tempat dagang di Madinah, ia membantu para calon pedagang dengan membeli tanah di sebelah pasar Madinah yang harga sewanya mahal. Abdurahman tidak mematok harga kepada para calon pedagang tersebut ia berkata bahwa, jika calon pedagang tersebut mempunyai kelebihan keuntungan dari dagangannya maka sewa tempat dapat seikhlasnya diberikan.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan sewa pasar Madinah yang harganya mahal, para calon pedagang pun berbondong-bondong menyewa tempat yang Abdurahman sewakan, akibatnya pedagang disitu pun mendapatkan banyak keuntungan dan Abdurahman pun menjadi penyewa yang sukses.

Masyallah yaa, dari kisah para sahabat nabi diatas dapat menjadi teladan bagi kita untuk bisa menjadi hamba Allah yang lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa dengan menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekurangan dari penulisan diatas. Thanks for Reading.

Sumber : Channel Youtube Nadia Omara Kisah Sahabat Nabi

Baca Juga: 7 Sunah Saat Hubungan Intim Bagi Pasangan Muslim, Apa Saja?

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Explorer

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *