Benarkah Jurusan Filsafat Susah Cari Kerja? Pahami dan Temukan Prospek ke Depannya


Ilustrasi kuliah jurusan filsafat (pixabay.com/Mikewildadventure)

Bingung mau masuk atau mengambil jurusan apa saat kuliah? Bukanlah hal yang aneh. Hal seperti ini bisa dirasakan oleh siapa saja. Begitupun penulis pernah mengalaminya.

Tentu kita sering mendengar bahwa kita harus memilih apa yang kita sukai. Agar kelak mudah dalam menjalaninya. Namun ternyata memilih berdasarkan kesukaan tidak menjadi solusi tetapi juga bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.

Jika berdasarkan rasa suka tentu penulis akan memilih mengambil jurusan filsafat. Kenapa memilih jurusan ini? Jawabannya simpel, karena suka. Namun hal itu urung dilakukan karena goyah oleh sebuah pemikiran seorang teman. Ketika berada dalam keraguan dan bertanya-tanya tentang masa depan.

Bagaimana nanti setelah lulus kuliah? Kerja apakah yang sesuai dengan ijazah? Akhirnya pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab setelah penulis berdiskusi dengan seorang teman yang menganggap bahwa ilmu filsafat kurang berguna dalam kehidupan.

Dulu, setelah berbincang dengannya. Saya akhirnya mantap untuk meninggalkan filsafat sebagai pilihan.

Namun setelah sekian tahun berlalu bahkan kuliah juga sudah lulus. Keraguan itu muncul kembali, sehingga saya berinisiatif untuk menuliskan tentang hal ini. Waktu itu kami berdiskusi cukup lama. Hingga kemudian pandangan dan pikiran saya berubah. Pada akhirnya saya mengambil jurusan lain. Singkatnya begini:

Lulusan kedokteran akan menjadi dokter. Sekolah Tinggi Kepolisian akan menjadi polisi. Namun jika lulus jurusan filsafat akan menjadi apa? Filusuf?.

Pernyataan dan pertanyaan di atas adalah awal pembicaraan kami waktu itu. Pertanyaan yang kemudian ia jawab sendiri, tetapi saya kemudian mengiyakan tanpa kompromi. Setelah itu teman saya kemudian mengungkapkan alasan-alasan mengapa ilmu filsafat tidak terlalu berguna.

Alasan-alasan lulusan ilmu filsafat dianggap tidak terlalu berguna 

  1. Produk dari ilmu filsafat berupa pemikiran abstrak, sehingga tidak memiliki nilai jual.
  2. Filsafat tidak dapat menciptakan solusi bagi masalah nyata. Filsafat menghasilkan pemikiran, karenanya filsafat dianggap tidak menghasilkan solusi nyata. Jadi begini, menurutnya ketika ada masalah kesehatan maka lulusan kedokteran yang menangani. Kemudian ketika ada masalah teknologi maka yang menangani adalah lulusan informatika dan elektro. Lantas bagaimana dengan lulusan filsafat? Apa yang dilakukannya? Bukankah tanpa lulusan filsafat masalah-masalah tetap terselesaikan?
  3. Filsafat hanya menciptakan pertanyaan tanpa jawaban. Pemikiran yang kritis cenderung membuat seseorang bertanya-tanya tentang hal-hal yang tidak ditanyakan oleh orang lain. Contohnya filsuf mempertanyakan hal-hal yang melampaui batas logika manusia. Seperti munculnya pertanyaan. “Siapa yang menciptakan Tuhan?”. Pemikiran kritis seperti inilah yang cenderung membuat seseorang menjadi Ateis.

Berbicara soal menjadi Ateis, saya teringat dengan salah satu dosen di kampus yang mengaku tidak pernah salat selama dua tahun. Karena beliau tiba-tiba merasa ragu dengan keberadaan Tuhan. Apakah beliau lulusan filsafat? Ternyata bukan. Jadi itu tidak ada hubungannya dengan jurusan yang diambilnya.

Itu tadi opini yang menganggap bahwa filsafat kurang berguna, yang pada akhirnya membuat penulis berubah pikiran dan tidak jadi mengambil jurusan tersebut.

Tidak dapat dipungkiri, bagi sebagian orang ilmu filsafat dipandang sebagai suatu hal yang membosankan dan berbelit-belit. Namun bagi sebagian orang lainnya, cara berpikir dalam ilmu filsafat sangat membuka wawasan. Bahkan pemikiran-pemikiran dasar yang dikemukakan para filsuf zaman dahulu masih menjadi rujukan dalam melihat berbagai permasalahan di dunia modern ini.

Namun, benarkah lulusan filsafat susah cari kerja?

Mari kita berkenalan dengan Ilmu filsafat terlebih dahulu sebelum melanjutkan bahasan mengenai filsafat yang dianggap tidak berguna dan susah cari kerja.

Baca Juga:

Pengertian Ilmu Filsafat

Ilmu filsafat ini memang sudah sering diperdebatkan dan dipermasalahkan keberadaanya sebagai disiplin ilmu. Banyak para ahli yang berpendapat mengenai pengertian filsafat itu sendiri.

Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu ”philosophia.” Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.

Namun secara garis besar filsafat dapat disimpulkan sebagai ilmu yang mempelajari sebab musabab sesuatu hal. Singkatnya filsafat adalah ilmu yang mempelajari cara berpikir. Perlu diketahui ilmu filsafat ini adalah induk segala ilmu, jadi ilmu-ilmu yang lain merupakan cabang ilmu filsafat.

Konon, yang pandai dalam filsafat adalah orang-orang yang jenius atau dalam kata lain mempunyai IQ di atas orang-orang pada umumnya.

Alasan Mengapa Filsafat Menjadi Jurusan Pilihan:

  1. Jika kamu mengambil jurusan ini maka kamu akan dilatih untuk berpikir kritis dan logis sehingga mempunyai kemampuan menganalisis dengan teliti dan kamu juga mampu berargumentasi dengan komunikatif.
  2. Dengan kemampuan berpikir kritis dan bernalar logis kamu bisa kerja jadi apa saja. Karena memiliki kemampuan berpikir kritis, rasional, dan logis, sehingga mampu menjadi pencetus ide diberbagai bidang.
  3. Ilmu filsafat mempelajari sebab musabab atau konsep dasar sehingga kamu dapat mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan persoalan dasar kemasyarakatan khususnya terkait dengan keilmuan dan teknologi, etika terapan, sosial politik, dan lain-lain.
  4. Seperti yang kita ketahui bahwa filsafat merupakan ibu dari ilmu pengetahuan. Maka dari itu jika mengambil jurusan ini kita tidak hanya belajar ilmu filsafat saja. Akan tetapi kita juga belajar ilmu-ilmu lain, seperti ilmu ekonomi, seni, psikologi, bahkan hukum. Walaupun hanya teori-teori dasar saja.
  5. Ketika mengambil jurusan filsafat maka akan mempelajari pemikiran dari banyak tokoh-tokoh sehingga terbiasa untuk berpikir terbuka. Sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain dan bisa melihat perbedaan dengan cara yang halus.
  6. Salah satu mata kuliah yang dipelajari adalah etika. Disini akan dipelajari mengenai standar dan kualitas dari penilaian moral. Sehingga bisa dikatakan disini akan belajar tentang cara menjaga etika di mana saja dan kapan saja.

Berbicara soal lulusan filsafat, ada dua tokoh populer di Indonesia yang ternyata lulusan filsafat yaitu Dian Sastrowardoyo dan Rocky Gerung. Tentu mengenal dua tokoh ini bukan?

Baca Juga:

Prospek Kerja Lulusan Filsafat

Jika kamu memang mempunyai basic ilmu filsafat, kamu dapat mengincar pekerjaan seperti:

  1. Seorang sarjana filsafat bisa juga bekerja sebagai konselor atau psikoterapis untuk membantu memecahkan masalah psikologi atau emosional yang dihadapi klien.
  2. Dengan kemampuan berpikir kritis kamu juga bisa juga yang memilih menjadi kurator karya seni dan lain sebagainya.
  3. Kemampuan untuk berpikir kritis dan menulis menjadikan lulusan ilmu filsafat sangat tepat mengisi posisi sebagai jurnalis. Adapun berita yang bisa dikerjakan bisa dari semua bidang baik itu berita politik, olahraga, hiburan, bisnis, dan lain-lain.
  4. Setelah lulus dari jurusan filsafat kamu juga bisa menjadi pendidik, baik itu menjadi guru maupun dosen. Filsafat yang merupakan ilmu induk menjadikan kamu cocok menjadi guru berbagai jenjang pendidikan. Namun jika ingin menjadi dosen berarti harus melanjutkan ke jenjang magister dahulu karena itu adalah salah satu syarat wajib menjadi dosen.

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak karir bidang lain yang dapat kamu kejar seperti: content writer, dosen, peneliti, arsiparis, System Anlyst dan lain sebagainya.

Jadi apakah benar ilmu jurusan filsafat kurang berguna di dunia kerja dan susah mencari pekerjaan

Menurut saya pribadi semua itu kembali diri masing-masing orang. Jika mempunyai kemampuan tetapi tidak ada kemauan tentu seseorang akan diam di tempat. Kemampuannya tidak ada gunanya.

Sebaliknya mempunyai kemauan tanpa kemampuan tentu akan menghasilkan sesuatu yang tidak maksimal. Apapun keinginanmu bekali diri dengan kemampuan sehingga usaha yang dilakukan mudah untuk dijalankan.

Ijazah adalah salah satu syarat untuk mendapatkan pekerjaan. Namun banyak orang yang justru kehilangan kesempatan bekerja karena ijazah yang dimilikinya. Menolak dan enggan menerima pekerjaan hanya dengan alasan tidak sesuai ijazah.

Tetap semangat dan terus tingkatkan skill diri dengan belajar, belajar dan belajar.

Baca Juga: 6 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Mana Sajakah?

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *