7 Cara Mencegah Resiko Dari Kepikunan, Anak Muda Wajib Tahu Ini!

Jika dapat mencegah kepikunan, bukankah itu jauh lebih baik?


14

Sudah dua tahun ini kami sekeluarga tengah berjuang mengatasi saudara kami yang mengalami kepikunan. Semuanya dirundung kebingungan, karena terjadinya begitu tiba-tiba, awalnya saudara kami hanya tidak bisa mengingat kejadian sudah lama. Kami pikir, mungkin karena sudah terlalu lama kejadiannya, hingga lama-kelamaan, saudara kami ini tidak bisa mengingat hari. Kami tidak bisa apa-apa lagi setelah itu, karena ternyata sulit juga menyembuhkan kepikunan.

Di tengah-tengah saya menulis novel, saya cari tahu, apa sih pikun itu? Apa menurut medis? Bisa dicegah atau tidak?

Setelah lama mencari tahu dan bertanya ke sana, ke mari, akhirnya saya dapatkan penjelasannya. Jadi, pikun itu dalam medis disebut demensia prakognitif, di mana ini adalah kondisi klinis yang ditandai oleh kerusakan pada fungsi intelektual yang cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kepikunan munculnya secara perlahan dan terus berkembang.

Lalu, adakah gejalanya? Ternyata ada, dan ini yang kami luputkan dari perawatan, adapun gejala yang muncul dimulai dari kesulitan mengingat kejadian yang baru-baru terjadi, kesulitan dalam menemukan kata, orang pikun juga sulit mengikuti percakapan dan sulit jika mendapatkan perintah, dan kesulitan mengerjakan hal-hal yang biasa mereka kerjakan.

Kepikunan itu menjadi sesuatu yang menakutkan, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya. Nah, karena kepikunan ternyata sangat serius, saya mencari tahu, apakah ada cara untuk mencegahnya?

Saya tahu jika semua ini atas kehendak Yang Maha Kuasa, tapi jika kita bisa mencegah terjadinya, bukankah itu jauh lebih baik? Maka inilah dia cara mencegah dari kepikunan, wajib disimak!

1. Mengatur tekanan darah tinggi

Tekanan darah yang tinggi menjadi faktor utama dari peningkatan resiko pikun, karena tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak, yang mana itu menjadi pemicu yang paling tinggi.

Maka, mulai sekarang, periksalah tekanan darah secara teratur, kurangi makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, kurangi makanan yang mengandung banyak garam, makanan siap saji, dan kendalikan tingkat stres kita. Dengan menjaga tekanan darah kita agar tetap normal, itu dapat mengurangi resiko pikun.

2. Menjaga kadar kolesterol dalam batas normal

Kolesterol yang tinggi dalam tubuh kita, dapat menyebabkan penumpukan plak dalam pembuluh darah. Jika terus mengalami penumpukan plak, itu dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yang mana ditakutkan menjadi pemicu peningkatan resiko kepikunan.

Nah, mulai sekarang wajib tuh, menerapkan pola makan yang sehat, atau jika kalian memiliki berat badan yang terlalu berlebihan segeralah mengatur diet yang sehat, kurangi makan gorengan, aduh padahal itu sangat enak ya. Tapi demi kesehatan mulai kurang-kurangi, dan juga untuk penikmat jeroan, yuk mulai sekarang kurangi konsumsinya, mari kita sehat bersama-sama.

Baca Juga: Mengenal Knismolagnia, Fetish yang Unik

3. Olahraga secara teratur

Untuk kaum rebahan, seperti saya, mulai sekarang, ada baiknya perbanyak gerak dan olahraga, jangan yang berat-berat dulu, olahraga yang ringan-ringan aja, seperti lari, yoga, dan senam pagi. Dengan rutin berolahraga, aliran darah ke otak akan lancar, itu dapat memperkuat jantung dan menurunkan resiko pikun.

4. Merawat kesehatan jantung

Kesehatan jantung menjadi hal yang paling penting, bukan hanya menjaga dari meningkatnya resiko pikun, jantung yang sehat juga dapat membuat umur kita jadi lebih panjang, tentu dengan faktor kesehatan lainnya juga.

Nah, upaya yang bisa kita lakukan adalah untuk tidak mencoba merokok, jika sudah terlanjur menjadi perokok aktif, mulai kurangi atau lebih baik berhenti, upaya selanjutnya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan diet yang sehat. Semua upaya-upaya itu, diharapkan dapat mengurangi resiko kita terkena kepikunan.

5. Aktivitas untuk meningkatkan kesehatan mental

Kesehatan mental agaknya selalu menjadi urutan terakhir, padahal kesehatan mental sangat penting, dengan begitu wajib bagi kita harus meningkatkan kesehatan mental kita, bisa dimulai dengan aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan mental, seperti mengisi teka-teki silang, mencoba hal-hal baru, ataupun kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan fungsi otak.

6. Berinteraksi dengan orang banyak

Sebagai makhluk sosial, secara alami kita selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain, ini juga yang dapat mencegah kepikunan. Dengan tetap aktif dalam berinteraksi dengan orang lain, itu dapat memperkuat jaringan dalam bersosialisasi, sehingga kita terhindar dari peningkatan resiko kepikunan.

7. Tidur yang cukup

Wah, ini untuk anak muda yang sering begadang, patut waspada nih, karena tidur menjadi faktor yang paling sering diabaikan. Kekurangan tidur itu dapat menyebabkan stress yang tiba-tiba dan tanpa sebab, jika sudah begitu siap-siap saja dengan kerusakan pada sel-sel otak, yang dapat meningkatkan kepikunan.

Jadi, mulai sekarang, cukupkan jam tidur kalian, dengan begitu resiko kepikunan dapat ditekan.

Tambahan, sebagai makhluk yang tersusun dari sebagian besar cairan (hampir 65%), maka wajib untuk kita memenuhi kebutuhan cairan tubuh, maka dari itu perbanyaklah minum air putih, terserah mau merek apa, yang penting minum yang cukup, minimal delapan gelas sehari.

Kepikunan datangnya pada siapa saja, dan yang lebih memprihatinkan, kepikunan tidak bisa disembuhkan. Tapi, jika di antara keluarga atau sanak saudara kita kebetulan ada yang mengalami kepikunan, rawatlah mereka, dukung mereka dengan apa pun yang kita bisa. Semua orang tidak ingin mengalami hal ini, tapi dengan dukungan dari kita, siapa tau dapat menjadi terapi untuk yang mengalami kepikunan.

Akhir kata, sehat selalu teman-teman, jaga kesehatan, jaga tindakan, jaga makanan, dan jaga tidur kita. Mari berumur panjang dalam keadaan sehat bersama-sama, semangat!

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Kuku, Walau Sering Pakai Kuteks

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

14

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *