Bagaimana Tubuh Kita Bekerja? Mengenal 12 Sistem Organ Manusia dan Perannya


1ee88498 d7d9 446b 845d 003d9d64532d.jpg 49
Sistem Organ Manusia

Organ adalah kumpulan beberapa macam jaringan yang bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu. Organ tersusun atas jaringan-jaringan yang berbeda. Misalnya, jantung tersusun atas jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan darah. Struktur organ pada organisme berbeda-berbeda. Semakin tinggi tingkat organisme, semakin sempurna dan kompleks organnya. Gabungan dari organ-organ ini selanjutnya bergabung menjadi satu membentuk sistem organ.

Sistem organ adalah organ-organ yang bekerja sama melakukan fungsi tertentu pada tubuh organisme. Contoh sistem organ, misalnya sistem organ manusia antara lain, sistem ekskresi, sistem pernapasan, sistem pencernaan, dan sistem saraf. Setiap sistem organ saling bekerja sama satu dengan yang lainnya. Jika salah satu sistem terganggu fungsinya, maka sistem yang lain pun akan terganggu. Kerja sama sistem organ akan membentuk suatu organisme.

Tanpa ada kerjasama dengan organ lain proses dalam tubuh tidak akan terjadi. Contoh jantung berfungsi untuk mengedarkan darah, tak dapat berkerja tanpa adanya organ lain seperti pembuluh darah. Begitu juga sebaliknya pembuluh tidak dapat berkerja tanpa adanya jantung.

1. Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi berfungsi untuk memindahkan hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan ke luar tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menjaga keseimbangannya terhadap lingkungan. Terdiri atas ginjal, paru-paru (karbon dioksida), hati (racun) dan kulit (keringat).

2. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh. Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea (trakhea), bronki dan paru-paru.

Baca Juga:

3. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.

4. Sistem transportasi dan sirkulasi (peredaran darah)

Sistem organ manusia ini berfungsi untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan untuk kegiatan tubuh dan mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh. Organ peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

5. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi ini berfungsi untuk perkembangbiakan. Pada wanita terdiri atas organ ovarium yang menghasilkan ovum atau sel telur, sedangkan pada laki-laki berupa testis sebagai organ yang menghasilkans sperma. Ovarium dan testis juga menghasilkan hormone-hormon yang berfungsi untuk menghasilkan hormon kelamin seperti progesterone, testosterone, dan estrogen.

6. Sistem gerak (otot)

Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan memiliki kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakkan oleh otot. Otot mampu menggerakkan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.

7. Sistem Syaraf

Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf.

8. Sistem Endoktrin

Sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.

9. Sistem Rangka

Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.

10. Sistem koordinasi

Sistem ini berfungsi mengatur dan mengoordinasikan segala aktivitas tubuh. Sistem koordinasi ada dua macam, yaitu sistem saraf dan sistem hormone. Pada sistem saraf, reaksi terhadap rangsangan relative cepat, sedangkan pada sistem hormon reaksinya lebih lambat tetapi berurutan dalam waktu yang sama. Sistem saraf meliputi organ saraf dan otak.

Baca Juga:

11. Sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, dan patogen lainnya yang mungkin berbahaya, dengan menjaga dan menyerang dari patogen-patogen tersebut.

Sel-sel kekebalan terdiri dari Sel T (limfosit T), Sel B (limfosit B), Sel NK (natural killer), Makrofag, Neutrofil, Eosinofil dan basofil.

Kulit, mukosa, enzim dalam air liur, dan asam lambung juga berperan sebagai garis pertahanan pertama terhadap patogen. Setelah infeksi pertama, sistem kekebalan menghasilkan sel memori yang memberikan respons lebih cepat dan efektif terhadap paparan selanjutnya terhadap patogen yang sama.

12. Sistem limfatik

Dalam anatomi tubuh manusia, sistem limfatik mencakup kelenjar getah bening, saluran getah bening, dan pembuluh getah bening, limpa, timus, dan amandel. Tugas utamanya adalah mengangkut cairan getah bening, membantu dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi, dan mengembalikan cairan jaringan ke darah.

Sistem limfatik juga menghilangkan kelebihan cairan getah bening dari jaringan tubuh, dan mengembalikannya ke darah.

Sistem limfatik juga berperan dalam pengangkutan lemak dan zat gizi dari saluran pencernaan ke darah. Lemak yang dicerna di usus diserap ke dalam pembuluh limfatik kecil yang disebut lakteal, kemudian diangkut ke sistem peredaran darah untuk digunakan oleh tubuh.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Saat Kita Bernapas? Mengenal Organ dan Sistem Pernapasan Manusia


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *