7 Tips Melatih Anak Untuk Berpuasa, Dimulai Sejak Balita!

Sejak balita seorang anak harus dilatih berpuasa, agar mereka terbiasa


Ilustrasi anak yang berpuasa (pixabay.com/mccreativehub)

Anak merupakan investasi masa depan bagi orang tua. Mendidik anak-anak untuk taat beribadah harus sudah dimulai sejak dini, termasuk dalam hal ini menjalankan ibadah puasa.

Mengajarkan anak balita untuk ikut berpuasa memang susah-susah gampang. Untuk itu, diperlukan cara yang tepat agar mereka mau ikut dan belajar berpuasa. Berikut tips yang umum dipakai untuk melatih anak ikut berpuasa!

1. Anak mencontoh orang tua

Ilustrasi anak meniru orang tua (pixabay.com/phillipneho)

Anak balita adalah anak yang senang mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua. “Like father, like son” yang bermakna karakter anak tidak akan berbeda jauh dengan karakter ayahnya. Karena anak adalah seorang peniru yang ulung.

Jangan mengajarkan anak untuk berpuasa jika sebagai orang tua tidak berpuasa. Berikan contoh yang baik kepada anak anak, agar apa yang dilakukan oleh orang tua ditiru oleh anak.

Hal itu sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW:

“Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya pun mereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)

“’Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang yang mabuk-mabukan pada siang hari bulan Ramadhan, ‘Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa!‘ Kemudian beliau memukulnya.” (Shahih Al-Bukhari, bab “Shaum Ash-Shibyan”, no. 1690)

2. Jangan pernah bosan membangunkan sahur

Ilustrasi anak yang sedang tidur (pixabay.com/963797)

Waktu sahur adalah waktu terberat bagi anak-anak balita. Sangat sulit membangunkan anak untuk makan sahur. Bangunkan anak secara perlahan untuk ikut makan sahur.

Jangan pernah bosan untuk membangunkan anak untuk makan sahur. Selain untuk mengisi energi pada anak, juga untuk mengingatkan bahwa mereka akan ikut berpuasa. Biasakan anak tidak tidur terlalu malam, agar lebih mudah dibangunkan untuk ikut makan sahur.

Baca Juga: 7 Keistimewaan Bulan Ramadan, Tidak Terdapat di Bulan Lainnya!

3. Mengajak anak menyiapkan makanan berbuka puasa

Ilustrasi menyiapkan makanan berbuka puasa (pixabay.com/HutchRock)

Menyiapkan makanan berbuka puasa adalah saat yang mengasyikkan buat anak balita. Beri mereka kepercayaan untuk memasukkan gula ke dalam minuman, menuang sirup, atau mengisi piring dengan makanan berbuka puasa.

Meskipun anak sedang berpuasa, beri pengertian ke mereka untuk tidak bermalas-malasan saja. Katakan kepada mereka bahwa, membantu orang tua adalah tindakan yang disukai Allah.

Baca Juga: Penting! 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadan

4. Jangan mengajak anak balita berbuka di siang hari

Ilustrasi berbuka puasa di siang hari (pizabay.com/v)

Berikan pengertian bahwa puasa itu dimulai sejak fajar hingga azan magrib. Jangan pernah mengajak anak untuk berbuka puasa di siang hari. Namun jangan memaksa anak untuk berbuka sampai magrib.

Jika anak sudah tidak kuat berpuasa, beri mereka makan dan minum. Kemudian ajak anak untuk kembali berpuasa sampai magrib.

Baca Juga: 6 Manfaat Membacakan Cerita pada Anak

5. Budayakan rasa malu kepada anak

Ilustrasi anak yang malu (pixabay.com/mintchipdesigns)

Ajarkan kepada anak balita rasa malu jika tidak berpuasa. Jangan membiarkan anak makan di depan umum pada saat bulan Ramadan. Jika anak meminta jajan, mintalah mereka untuk jajan setelah azan magrib. Katakan “malu” kepada anak, karena semua orang berpuasa.

Dengan menanamkan budaya malu, orang tua juga menanamkan iman Islam kepada anak sejak usia dini. Karena malu adalah sebagian dari iman. Sesuai hadis nabi,

“Iman itu memiliki lebih dari enam puluh atau tujuh puluh cabang. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘Lailaha Illallah’ (Tidak ada Tuhan kecuali Allah) dan yang paling rendah adalah membuang gangguan di jalan. Adapun sifat malu termasuk di antara salah satu cabang iman.” (HR. Muslim dan Ibnu Hibban).

6. Buat aktivitas mengasyikkan ketika sedang berpuasa

Ilustrasi anak beraktivitas (pixabay.com/FeeLoona)

Agar anak balita tidak jenuh dan merasa terbebani dengan puasa, ajak mereka untuk melakukan kegiatan produktif. Supaya tidak menguras energi anak, lakukan kegiatan di dalam ruangan ya. Misalnya melukis, cerita tentang kisah-kisah nabi, kuis seputar Islam, membaca Alquran, dan lain sebagainya.

Jika anak sudah lelah, biarkan mereka untuk tidur siang. Kemudian ajak anak untuk melanjutkan kegiatan produktif lagi.

7. Siapkan hadiah dan berikan pujian untuk anak balita yang ikut berpuasa

Ilustrasi memberi hadiah kepada anak (pixabay.com/Actina)

Berikan anak penghargaan sebagai balasan atas puasanya. Bisa berupa mainan atau sesuatu yang bermanfaat bagi anak. Hadiah bisa dikurangi dari tahun ke tahun. Sampai anak merasa sadar bahwa puasa itu adalah suatu kewajiban. Berikan pula pujian bagi anak yang ikut berpuasa, agar mereka terus bersemangat dalam berpuasa.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita anak-anak saleh yang giat dalam beribadah dan berakhlak mulia. Meski tidak gampang, melatih anak untuk belajar berpuasa adalah hal yang menyenangkan jika dilakukan dengan tulus.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Muslim Indonesia Menyambut Bulan Ramadan

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *