5 Alasan Menolak Ajakan Bukber Dengan Sopan

Ada jurus jitu yang bisa dipakai sebagai alasan menolak ajakan bukber, Kamu pilih yang mana?


Ilustrasi buka bersama (ANTARA/M Agung Rajasa)

Buka bersama (bukber) merupakan salah satu tradisi di bulan Ramadan yang kerap kali dilakukan mulai dari anak muda hingga orang tua. Entah dari linkungan kuliah, sekolah hingga keluarga. Bukber sendiri bukan sekedar buka puasa tapi juga dalam rangka mempererat tali silaturahmi.

Namun, kadang kita enggan datang ke suatu acara bukber dengan alasan tertentu. Mungkin karena capek, tidak ada waktu, atau hanya sekedar malas. Kita perlu tahu alasan menolak ajakan bukber dengan tepat. Jangan sampai salah bicara dan nantinya menyinggung teman kalian.

Nah, ini ada lima alasan yang bisa kamu gunakan untuk menolak ajakan bukber, Simak ya!

1. Salat Tarawih

Salat tarawih (Unsplash/Mufid Majnun)

Biasanya, orang kalau sudah urusan ibadah sudah tidak bisa mengelak lagi. Mereka tidak akan memaksamu kalau kamu sudah memakai alasan yang satu ini. Ibadah adalah salah satu cara orang dalam mendekatkan diri ke Allah SWT, masa iya teman kalian mau menghalangi kalian ibadah?

Alasan ini bisa kalian gunakan sebagai kartu as. Sebagai alasan ultimate untuk mengungkapkan alasan. Kemungkinan 95 persen teman kalian tidak akan memaksa.

Baca Juga: 6 Keutamaan Sholat Sunah Tarawih di Bulan Ramadan

2. Bukber Bersama Keluarga

Ilustrasi bukber dengan keluarga (plaminan.com)

Yang satu ini juga keberhasilannya mencapai 90 persen. Tinggal katakan ke teman kalian bahwa acara bukber mereka bertepatan dengan acara bukber keluarga, sehingga tidak bisa datang. Kalau sudah soal keluarga, teman kalian pasti akan mengerti.

Kalau teman kalian pengertian, harusnya mereka tidak menghalangi niat kalian untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

Baca Juga: 6 Tips Ampuh Tetap Kuat Bekerja Meski Berpuasa

3. Hemat

Ilustrasi menabung (pixabay.com/stevepb)

Alasan ini sebenarnya cukup sopan, tapi keberhasilannya tidak terlalu bagus. Karena kemungkinan kalian akan tetap diajak datang walau tidak patungan dan tidak membayar apa-apa. Padahal niat kalian benar-benar tidak mau datang ya.

Tapi jika teman kalian tetap mempersilakan kalian datang meski tidak bayar, itu menunjukkan bahwa teman kalian cukup solid dan mengerti dengan keadaan kalian.

Baca Juga: 5 Kelebihan Lajang Dibandingkan dengan Orang Yang Sudah Menikah

4. Pulang Kampung

Mudik (liputan6.com)

Alasan pulang kampung hanya berlaku untuk teman-teman yang sudah lama tidak bertemu seperti teman sekolah atau kuliah. Karena mereka tidak tahu bagaimana keadaan kalian sekarang, jadi kalian bisa jadikan alasan pulang kampung untuk menolak ajakan mereka.

Dengan posisi yang sangat jauh, sangat tidak mungkin bagi kalian untuk menempuh jarak jauh hanya untuk bukber. Mereka pasti bisa mengerti.

5. Katakan Apa Adanya

Ilustrasi berkata apa adanya (pixabay.com/VinzentWeinbeer)

Nah, kalau tidak mau ribet cukup katakan saja apa adanya. Lagipula akan lebih baik jika kita jujur di bulan puasa seperti ini. Kalau memang malas, ya katakana saja sebenarnya sesuai keadaan kalian. Tapi tetap dengan bahasa yang sopan dan baik ya.

Katakan saja kalian capek sehingga lebih memilih istirahat ketimbang bukber. Intinya sama saja malas, tapi bahasanya lebih halus.

Sedikit saran, jika ingin menolak bukber maka tolaklah dengan tegas. Jangan menggantung. Hindari kata-kata “Belum tahu”, “Nanti Gue Kabarin” dan masih banyak lagi. Karena itu akan membuat teman kita yang mengurus bukber menjadi bingung. Alangkah baiknya kalau tidak ya katakana tidak tanpa menggantungkan jawaban.

Tapi sesekali ikut bukber tidak ada salahnya. Supaya hubungan pertemanan kian erat. Walau kadang bukber juga membuat kita lupa akan beberapa hal penting. Di bukber kadang kita jadi ghibah, dan di bukber juga kalian lupa salat magrib, bahkan bisa jadi bablas tidak salat Tarawih.

Jadi gimana? Apa Alasan Menolak Ajakan Bukber versi kalian?

Baca Juga: 7 Trik Jitu Tak Kalap Belanja Karena Diskon Lebaran

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *