Social & Culture

4 Macam Seni Islami, Mampu Membangkitkan Nilai Moral dan Akhlak

Segala bentuk ekspresi yang berasal dari krativitas, keterampilan, dan kepekaan indera dapat ditularkan melalui sejumlah karya berupa audio, visual, atau pertunjukan merupakan sebuah hakikat dari cara kerja seni yang sekaligus mampu membangkitkan perasaan orang lain.

Adapun cakupan seni sendiri dapat dikategorikan dalam berbagai bentuk seperti seni rupa, seni musik, dan seni sastra yang tidak memiliki batasan jika diklasifikasikan ke dalam beragam jenis yang melatarbelakanginya, termasuk seni islami.

Seni di dalam dunia islam tidak hanya berkaitan dengan penampilan lahiriah, tapi juga terbangun dalam realitas batiniah agar mencapai beberapa tujuan seperti menemukan keabadian, merefleksikan tentang jati diri manusia, dan menggambarkan nilai-nilai akhlak.

Apa saja ragam seni islami? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Seni Baca Al-Qur’an

Bagi umat muslim di seluruh dunia, kehadiran kitab suci yang diyakini sebagai firman Allah dan diwahyukan melalui Nabi Muhammad saw selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari ini merupakan sebuah petunjuk dalam meniti setiap jengkal kehidupan.

Dalam membaca atau melafalkan kitab yang berisi segudang kisah-kisah dan nilai moral ini tentu tidak boleh asal-asalan, karena telah diatur dalam sebuah pedoman bernama Ilmu Tajwid.

Dengan cara memperindah lantunan saat membaca Al-Qur’an, hal tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap sekumpulan ayat di dalamnya dan mendorong minat semua orang untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang Al-Qur’an.

Seni membaca Al-Qur’an dibacakan oleh seseorang yang bernama Qori (laki-laki) dan Qori’ah (perempuan) dengan berbagai jenis irama seperti hijaz, shoba, dan bayyati.

Adapun manfaat yang diperoleh bagi pembaca Al-Qur’an ialah mendapatkan pujian dari Allah, mendapatkan ketenteraman dalam hati dan jiwa, mendapatkan rahmat yang berlimpah dari Allah, dan mendapatkan pujian dari Allah.

Selain itu, kegiatan membaca Al-Qur’an memiliki sejumlah keuntungan dan keistimewaan seperti mendapatkan pertolongan dari Allah di hari kiamat, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, mendapatkan ketenangan hati, disandingkan bersama malaikat, dan diangkat derajatnya oleh Allah.

Bahkan, keutamaan dalam membaca Al-Qur’an lebih dipertegas lagi oleh sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis yang berbunyi

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”

Baca Juga:

2. Seni Musik Islami

Meskipun musik di dalam sudut pandang Islam terbagi menjadi dua pandangan yang bebeda antara mengharamkan dan membolehkan, ternyata pengaruhnya dalam pertukaran budaya dan perspektif teologis telah berkembang sejak masa kekaisaran Islam yang menggabungkan beberapa elemen tradisi musik dari berbagai dunia seperti Persia, Roma, India, dan Turki.

Seiring berjalannya waktu, para pemain musik atau musisi islami memadukan beragam elemen tradisional dari daerah masing-masing dengan pengaruh modern yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Di Indonesia, ragam musik islami telah dikenal luas dari generasi ke generasi seperti nasyid, hadrah, marawis, gambus, kasidah, dan masih banyak lainnya.

3. Seni Arsitektur

Sejarah arsitektur Islam diketahui muncul pada abad ke-7 yang memadukan gaya religius dan sekuler melalui prinsip dan nilai-nilai Islam.

Pada awalnya, arsitektur Islam dipengaruhi oleh ciri khas Romawi, Mesir, Bizantium, dan Persia. Namun, seiring berkembangnya waktu dan penyebaran Islam yang semakin meluas, sentuhan gaya Tiongkok dan Mughal mulai dimasukkan.

Jika dilihat sekilas, seni arsitektur Islam sangat identik dengan karakter bangunannya berupa pola-pola berulang, struktur melingkar, gaya melengkung, berkubah, bermenara tinggi, dan memiliki model geometri yang terinspirasi dari kompleksitas objek-objek alam.

Terlebih lagi, seni arsitektur ini dapat dinikmati kemegahannya melalui beberapa contoh bangunan seperti masjid, kubah, dan sekolah-sekolah Islam.

Adapun contoh asli bangunan-bangunan dengan seni arsitektur Islam yang tersebar di beberapa negara ialah Taj Mahal (India), Puente Romano (Spanyol), Gobarau Minaret (Nigeria), Hagia Sofia (Turki), Masjid Niujie (Tiongkok), dan Masid Agung Demak (Indonesia).

Baca Juga:

4. Seni Kaligrafi

Di dalam budaya Islam, seni menulis aksara arab dengan goresan-goresan indah ini telah berkembang sangat pesat dan dikenal luas oleh seluruh dunia.

Kaligrafi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu kallos (keindahan) dan graph (menulis). Sedangkan dalam bahasa Arab, seni kaligrafi disebut khat.

Dilihat dari segi tujuan, tulisan-tulisan dengan nilai spiritual tinggi berisi ayat-ayat Al-Qur’an ini berfungsi sebagai pengungkapan ekspresi artistik untuk menghindari penggambaran figiratif yang menjurus pada penyembahan berhala.

Adapun jenis-jenis seni yang dapat diaplikasikan pada masjid (interior dan ekterior), batu nisan, keramik, dan kaca ini sudah cukup dikenal luas seperti Khat Ijazah, Khat Diwani Jali, Khat Raihani, Khat Farisi, dan lain sebagainya.

Itulah keempat macam seni Islami yang dapat menumbuhkan semangat seluruh umat, khususnya umat Muslim di dunia untuk tetap menjaga dan melestarikannya. Di samping mendapatkan kesenangan secara batiniah, seni-seni islami di atas dapat menambahkan sisi baik di hadapan Allah Swt sebagai tabungan menuju akhirat.

Baca Juga: 6 Tempat Wisata di Demak Terpopuler, Instagramable dan Bersejarah!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button