Review Novel Ganjil Genap: Perjalanan Gala Mencari Cinta

Novel Ganjil Genap ini mengangkat kisah yang agaknya banyak dirasakan orang yang akan menginjak usia 30 tahun, tapi belum juga menikah.


0

Setahun lalu saya membaca salah satu karya Almira Bastari yang membuat saya ketagihan dan akhirnya memutuskan untuk membaca karyanya yang lain, Ganjil Genap. Saya tertarik ingin membacanya setelah melihat blurb yang ada di bagian belakang buku. Saat itu saya merasa, “Wah, ini kayaknya bakal seru sih!”

Informasi Buku

  • Judul Buku : Ganjil Genap
  • Nama Penulis : Almira Bastari
  • Tahun Terbit: 2020
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman: 344 Halaman
  • Nomor ISBN: 9786020638010

Blurb 

Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun? Hidup Gala yang mendadak jomblo semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lajang menjelang umur kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, strategi pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut “disisir” demi menemukan pria idaman.

Akankah Gala berhasil menemukan pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?

Review Buku

Dari judulnya sudah dapat diketahui bahwa latar tempat dalam novel ini adalah Jakarta. Karena kota ini merupakan salah satu kota yang menerapkan sistem ganjil genap.

Novel ini bergenre metropop di mana sesuai dengan genrenya, novel ini menceritakan tokoh dengan latar belakang seorang pekerja yang tidak lupa juga turut menceritakan kisah asmara sang tokoh utama. Berawal dari tokoh utama, Gala, yang putus dengan pacarnya setelah menjalin hubungan selama 13 tahun lamanya. Tentu saja hal ini membuat Gala kelimpungan, apalagi di usianya yang akan menginjak 30 tahun. Belum lagi dia sedikit tertekan karena kabar adiknya yang ingin segera menikah.

Menurut saya, pada bab awal pembaca sudah dibuat penasaran akan nasib Gala yang baru saja putus. Membayangkan rasanya ada di posisi itu jadi ikut nyesek juga. Membayangan putus hubungan dengan orang yang sudah mengisi hari-hari kita selama 13 tahun, kemudian orang itu memilih untuk mengakhiri hubungan yang tampaknya baik-baik saja.

Penulis berhasil menggugah rasa penasaran dan membuat pembaca seakan ikut merasakan hal yang sama. Ini adalah hal yang penting mengingat pada bab awal dianggap sebagai hook yang mana saya sebagai pembaca pun akan membuat keputusan untuk lanjut membaca kelanjutannya atau tidak.

Saya memutuskan untuk melanjutkannya. Novel ini termasuk dalam novel yang ringan untuk dibaca. Konflik dalam ceritanya yang relate terhadap kehidupan nyata membuat saya terus ingin membaca. Tidak hanya itu, penulisannya menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami.

Di setiap pergantian bab, terdapat kalimat yang nyeleneh tapi saya pikir cukup menghibur. Contohnya seperti,

“Sepandai-pandainya menyimpan rahasia, akhirnya harus mengaku juga” -Jomblo yang terpaksa jujur

“Cari jodoh di kota penuh polusi itu sulit, terutama kalau wajahnya ditutupi masker” -Jomblo yang tidak tahan debu

“Mencari jodoh lewat bantuan Tuhan itu niatnya harus gimana sih?” – Jomblo yang ingin tobat

Menurut saya penambahan quote seperti ini juga mampu menambah nilai dari novel ini. Kalau dipikir-pikir meski agak lain tapi ada benarnya juga. Karena hal itu mengandung sesuatu yang lagi-lagi sering berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Novel ini juga berisikan humor yang diselipkan di dalam ceritanya, sehingga membuat pembaca tidak bosan. Sahabat-sahabat Gala yang mendukung penuh dan ikut menyusun strategi pencarian cinta Gala membuat saya tersentuh. Mereka juga turut menjadi penasihat atas persoalan Gala dengan pria yang ia temui. Adapula tokoh Nandi, salah satu sahabat Gala, yang digambarkan begitu luwes dan membuat kisah pencarian cinta Gala ini semakin menarik.

Sampailah pada cerita di mana Gala bertemu dengan Aiman. Jujur saya suka sekali dengan tokoh Aiman. Terasa pas dan serasi dengan Gala, meski saya hanya mengenalnya lewat tulisan.

Latar dalam Novel ini menggunakan latar maju, sehingga memudahkan pembaca untuk mengikuti ceritanya secara runtut. Masing-masing tokoh memiliki daya tariknya sendiri. Meski pengembangan karakter saya rasa agak kurang, karena mungkin fokusnya ada pada cerita dua tokoh saja. Namun kita bisa diskusi, barangkali saya salah atau pembaca tulisan ini punya opini yang lain.

Saya pribadi merekomendasikan novel ini untuk para pecinta novel yang menginginkan bacaan yang ringan. Sekadar untuk melepas penat setelah belajar atau bekerja, yang mana tidak ingin berpikir tentang sesuatu yang berat. Saya berharap ada sequel dari novel ini yang bisa dibaca dalam bentuk fisiknya. Karena saya pernah menemukan kelanjutan novel ini yang berjudul ‘Tak Ada Lagi Ganjil-Genap’ di akun wattpad milik Almira Bastari selaku penulisnya. Bagian yang dituliskan belum lengkap, membuat saya agak menyesal karena dibuat penasaran sampai saat ini. Apalagi berakhir di bagian saat Gala sedang bersama dengan tokoh jagoan saya, Nandi.

Terlepas dari itu, pada novel ini saya merasa ada beberapa hal yang masih mengganjal di hati saya, seperti latar belakang Aiman dan pertimbangan dari kedua tokoh untuk hubungan mereka. Novel ini adalah salah satu novel yang saya suka. Tetapi jika dibandingkan dengan novel sebelumnya yang berjudul ‘Resign’, saya lebih suka novel sebelumnya.

Sepengetahuan saya, novel ini akan diangkat menjadi film. Saya pun sudah melihat daftar pemain yang akan berakting dalam film tersebut. Tampaknya dalam pemilihan pemain sudah cukup memenuhi ekspektasi saya. Meski saya sendiri belum tahu akan seperti apa filmnya nanti secara keseluruhan.

Apakah akan sesuai dengan ekspektasi pembaca novelnya? Atau malah akan jadi berbeda? Mari kita nantikan!

Baca Juga: Review Drama Ratu Drama – Series Melow Berkedok Komedi

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *