Review Novel Berjuta Rasanya

Novel Berjuta Rasanya bisa dinikmati oleh pembaca dari berbagai usia, termasuk remaja dan orang dewasa. Apakah perasaan jatuh cinta memang memiliki berjuta rasanya?


Identitas Novel Berjuta Rasanya

  • Judul Buku: Berjuta Rasanya
  • Penulis: Tere Liye
  • Gendre: Cerita Pendek
  • Jumlah Halaman: 382 Halaman
  • Harga Buku: Rp37ribu di Ebook Google Play Books

Sinopsis Singkat Novel Berjuta Rasanya

Bagi kita yang merasa terlalu malu untuk sekadar menyapanya, hingga akhirnya kita merona, detak jantung berdenyut lebih cepat, dan keringat dingin menetes di ujung jari, bahkan sebelum kita benar-benar bertemu dengannya. Bagi kita yang merasa tidak memiliki kecantikan atau ketampanan, selalu merasa bingung memilih warna baju dan model celana yang tepat, dan merasa jauh dari kemungkinan mencapai ambisi perasaan.

Bagi kita yang hanya berani menuangkan kata-kata dalam buku harian, menyimpan perasaan melalui puisi-puisi, dan berharap suatu hari nanti dia akan sempat membacanya. Semoga datanglah pemahaman, bahwa setiap pengalaman cinta dan perasaan memiliki keistimewaan, seindah apa pun itu, selama dibungkus dengan pengertian-pengertian yang baik. Selamat menikmati pembacaan kisah-kisah dari Novel Berjuta Rasanya.

Baca Juga:

Review Novel Berjuta Rasanya

Novel Berjuta Rasanya ini merupakan antologi cerita pendek yang di dalamnya ada berbagai genre. Keberagaman genre cerita yang dihadirkan mencakup berbagai aspek kehidupan, cinta, keluarga dan pertemanan.

Buku ini memiliki 382 halaman. Dengan beragamnya cerita pendek yang terangkum dalam buku ini, pembaca dapat menikmati cerita-cerita di dalamnya dengan berbagai persepsi yang berbeda-beda.

Gaya Penulisan

Pendekatan bahasa yang digunakan oleh Tere Liye sangat mudah di pahami. Ia mampu mengekspresikan suasana dan kondisi dengan kecemerlangan yang luar biasa di setiap adegannya. Ya sebagai pembaca udah bisa nebak sih sebagus apa bahasa yang dia pake di setiap bukunya.

Karakter

Sejujurnya, menurutku terdapat beberapa cerita dalam bukunya yang memiliki karakter yang sulit dipahami dengan cepat, dan aku berpendapat bahwa hal tersebut mungkin terjadi karena genre cerita pendek itu sendiri. Keterbatasan waktu dalam membangun karakter secara spesifik mungkin menjadi faktor penyebabnya, sehingga dalam proses membaca, pemahaman terhadap karakter-karakter tersebut menjadi kurang sempurna.

Walaupun begitu, kebanyakan cerita di buku ini menunjukkan kecenderungan untuk langsung masuk pada inti konfliknya, di mana karakter-karakternya secara tegas menunjukkan tujuan mereka dari awal. Hal ini menjadi mudah untuk aku mengikuti alur cerita, karena karakter utama sudah mengarahkan narasi ke satu tujuan yang jelas sejak awal cerita.

Ada hal lain yang menurutku menarik dalam penokohan di buku ini, mungkin Tere Liye menggunakan beragam teknik penulisan yang berbeda dalam setiap ceritanya. Membangun karakter menjadi bervariasi di setiap kisahnya. Perbedaan tersebut memberikan keunikan pada setiap cerita dan menjadikan pengalaman membaca yang berbeda-beda untuk setiap pembaca.

Baca Juga:

Topik dan Konflik

Dalam cerita pendek ini, terdapat kira-kira tiga belas cerita yang melibatkan berbagai aspek kehidupan, seperti kisah cinta, perjuangan, perjalanan masa depan, pertemanan, dan lainnya, berikut judulnya:

  1. Bila semua cantik: Fiksi
  2. Hiks, Ku pikir Kau naksir aku: Comedy
  3. Cinta Zooplankton: Romantis
  4. Kotak-Kotak Kehidupan Andrei: Fiksi
  5. Mimpi-Mimpi Laila-majnun: Romantis
  6. Kutukan kecantikan miss X: Romantis
  7. Love ver 7.0 & married ver 9.0 : sc-fic
  8. Kupu-Kupu monarach: romantis
  9. Berjuta Rasanya: Drama
  10. Kutukan Kecantikan Miss X: Romantis
  11. Lily dan tiga pria itu: Drama
  12. Pemandangan Pertama Zalaiva: Romantis
  13. Antara kau dan aku: Drama

Jika kita melihat dari ketiga belas cerita yang telah disajikan di atas, terlihat perbedaan yang jelas dalam genre dan sudut pandang yang pakai setiap ceritanya. Hal itu membuat menjadi unik menurutku, juga memberikan nuansa yang berbeda-beda dalam setiap kisah yang dihadirkan.

Menurut aku, semua genre cerita yang telah ditulis oleh Tere Liye memilikistyle menulis yang sama. Sebagai pembaca yang mengenal karya-karya Tere Liye, terutama yang seperti “Hujan,” seri “Si Anak Cahaya,” dan karya-karya lainnya, terdapat kesamaan style menulis dan nuansa di dalam cerita-cerita pendek ini. Hal itu  mungkin dapat diartikan sebagai ciri khas penulisan kreatif  Tere Liye yang tetap konsisten, menciptakan kenyamanan bagi pembaca yang sudah terbiasa dengan karyanya.

Dialog

Tidak perlu diragukan lagi bahwa kualitas dialog dalam setiap cerita memang sangat baik dan memberikan kenyamanan bagi para pembaca Tere Liye termasuk aku. Kualitas buku ini sejalan dengan kualitas karya-karya Tere Liye yang telah terbit, seperti buku-buku sebelumnya yang telah berhasil membangun pengalaman membaca yang tidak dapat mudah di lupakan. Walaupun juga, ada hal yangberbelit-belit pada latar waktu dan adegan tertentu dalam cerita.

Lagi dan lagi perlu di ingat karena ini adalah cerpen, memang memiliki kecenderungan untuk menyajikan inti cerita yang cepat dan singkat. Untuk itu, mengenai kekurangan spesifikasilatar waktu dan adegan adalah suatu pertimbangan yang cukup di sayangkan. Inilah yang menjadi ciri khas dari cerpen, fokus utama tertuju pada inti cerita.

Latar waktu

Beberapa cerita menunjukan perubahan tiba-tiba dalam sudut pandang dan juga tidak ada transisi yang jelas. Selain itu urutan waktu dari setiap adegan juga kadang kurang jelas, tiba-tiba berubah tanpa memberitau kalau misal adegan itu sudah maju atau mundur.

Baca Juga:

Ending dan Konflik

Beberapa cerita di buku ini yang saya suka dan saya kurang suka:

Karena cerita-cerita ini konsepnya cerita pendek, ada beberapa narasi yang kurang layak dalam memberikan kualitas cerita. Sebagai contoh, dalam cerita “Kotak-Kotak Kehidupan Andrei,” ada kebingungan karena ketidakjelasan mengenai isi kotak misterius milik Andrei. Meskipun di awal di buka dengan misterius, sayangnya, tidak terjadi puncak cerita atau twist yang memecahkan misteri tersebut di akhir, kebingungan itu hanya diberikan melalui ekspresi karakter tanpa mengungkapkan secara tepat isi kotak tersebut, menyisakan ketidakjelasan bagi aku. Buatku pesan moral dari cerita ini juga tidak sepenuhnya tersampaikan dengan jelas.

Di sisi lain, terdapat cerita yang memberikan kesan positif. Sebagai contoh, cerita “Berjuta Rasanya” dengan makna mendalam dan langsung pada inti masalahnya, meskipun merupakan cerita paling singkat di antara yang lain, cerita ini mampu menyampaikan pesannya dengan tepat. Satu kalimat yang khususnya saya anggap sangat relate dan menyentuh adalah, “Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi senang tapi justru engga ada satupun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut.” Kalimat ini memberikan kesan yang mendalam bagi saya sebagai pembaca.

Rekomendasi Novel Berjuta Rasanya

Penilaian Personal (Skala 1-5, dengan 5 tertinggi)

  • Plot:4
  • Karakter: 3
  • Gaya Penulisan: 4
  • Keseluruhan: 3,6

Baca Juga: Review Novel Falling Domino

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Explorer