Menyingkap Sisi Menarik Satelit Alami Bumi, Berikut 4 Pertanyaan Ilmiah Tentang Bulan


pexels cloudy 1869753 1280 e1777988543104
Bulan sebagai satelit alami bumi

Bulan bukan sekadar objek bercahaya yang menghiasi langit malam. Sebagai satu-satunya satelit alami Bumi, bulan memainkan peran yang sangat krusial bagi kehidupan dan stabilitas planet kita. Tanpa kehadirannya, wajah bumi akan sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang.

Bulan berjarak rata-rata sekitar 384.400 kilometer dari Bumi. Meskipun terlihat besar di langit, ukurannya sebenarnya hanya sekitar seperempat dari diameter Bumi.

Mau tahu lagi beberapa fakta tentang bulan? Berikut beberapa pertanyaan menarik tentang bulan, yang sudah menghiasi malam kita.

1. Bagaimana Bulan terbentuk?

Ada banyak teori-teori tentang terbentuknya bulan yang pernah bermunculan. Tapi, ada satu teori Giant Impactyang mengatakan bahwa bumi pernah ditabrak sama benda angkasa raksasa. Dalam hipotesis tersebut, tubrukan besar menyatakan bahwa Bulan terbentuk dari puing-puing yang tersisa dari tubrukan antara Bumi dan benda seukuran planet Mars yang disebut Theia, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.

Selama tumbukan/tabrakan tersebut, mereka menghasilkan suatu residu, yang berupa debris (puing-puing), berbentuk batuan padat. Debris-debris tersebut merupakan cikal bakal Bulan. Namun, tidak langsung membentuk Bulan begitu saja, juga butuh waktu dalam proses pembentukannya. Mulanya, debris-debris tersebut terlempar ke luar angkasa, mereka berkumpul dan karena Bumi memiliki gaya gravitasi yang cukup besar, mereka mulai mengitari Bumi.

Setelah sekian waktu, mereka memulai untuk menjadi gumpalan padat (dalam proses mengitari Bumi). Dan setelahnya, terbentuklah Bulan yang saat ini dengan indah kita pandang. Teori tumbukan ini diperkuat oleh ditemukannya fakta, bahwa komposisi batuan di Bulan tidak jauh berbeda dengan yang ada di Bumi.

Baca Juga:

2. Apa Yang Terjadi Jika Bulan Lenyap?

Pernah tidak pernah membayangkan bagaimana jika bulan tiba-tiba menghilang? Apa yang akan terjadi?

a. Tak Ada Pasang Surut

Ketika Bulan menghilang, Bumi tak akan benar-benar kehilangan pasang surutnya. Hal ini disebabkan karena Matahari juga memiliki gaya gravitasi, walaupun pengaruhnya terhadap pasang air laut tak sebesar Bulan. Jika tak ada pasang surut, ekosistem laut akan berubah hingga menyebabkan kematian organisme.

b. Terjadi badai yang bebih sering dan dahsyat

Tanpa Bulan, rotasi planet ini akan berubah. Dulu jauh lebih cepat. Namun Bulan telah memperlambat proses dengan mengambil sebagian besar energi Bumi untuk orbitnya sendiri.

Tanpa Bulan, mungkin Bumi akan berputar lebih cepat. Dengan demikian Bumi akan mengalami perubahan cuaca yang cepat. Daerah pesisir di mana-mana akan dilanda badai besar yang kemungkinan besar harus disebut kategori badai mahadahsyat ketika bulan lenyap

c. Mengakibatkan supervolcano

Jika Bulan menghilang, kemungkinan kita akan melihat aktivitas vulkanik yang jauh lebih banyak lagi. Mengapa bisa terjadi?

Bulan adalah bagian besar dari bagaimana planet kita mempertahankan kemiringannya dan menjaga kecepatan yang berputar. Jika tarikan gravitasi dari Bulan tiba-tiba hilang, maka putaran dan kecepatan Bumi akan terpengaruh dan inti bumi akan mendapat sedikit kejutan.

Kejutan ini kemungkinan akan menyebabkan sejumlah besar bencana geologi. Lempeng tektonik akan bergeser dan menyebabkan gempa bumi yang cukup mengerikan. Dan semua aktivitas bawah tanah itu kemudian akan menyebabkan keseluruhan aktivitas vulkanik. Dipastikan hampir seluruh gunung berapi termasuk supervolcano akan meletus.

d. Musim menjadi tidak teratur

Bumi memiliki sumbu yang miring dan dapat berubah sesuai dengan waktu. Sebenarnya kemiringan tersebut dapat berubah dengan cepat, di mana jika terjadi, maka Antartika dapat menghadap ke Matahari 24 jam sehari dan membuat bagian Bumi lainnya berada dalam kegelapan total.

Namun dengan adanya Bulan, kemiringan sumbu Bumi dapat terjaga. Hal tersebut terjadi karena Bulan mengorbit Bumi dengan cukup cepat di mana momentum sudut (energi rotasi) mencegah kemiringan sumbu planet berubah dengan cepat.

e. Terjadinya perubahan kutub

Selama ini, kemiringan Bumi berkisar 24,5 derajat. Dengan lenyapnya Bulan sebagai penjaga kestabilan kemiringan itu, maka kemiringan bisa menjadi 45 derajat. Jika itu sampai terjadi, maka kutub pun berubah. Dari yang tadinya di tiap ujung dan tak terjangkau matahari, menjadi lebih dekat dengan sang surya.

Selanjutnya bisa dibayangkan. Salju akan meleleh. Kawasan berhutan di planet kita akan menjadi padang pasir dengan cukup cepat. Dan semua pencairan es di kutub utara dan selatan akan menyebabkan sejumlah besar CO2 dilepaskan ke udara.

f. Perubahan jumlah jam

Dahulu Bumi berputar pada porosnya lebih cepat daripada hari ini. Saat bulan terbentuk, Bumi hanya perlu berputar selama 6 jam untuk menyelesaikan sekali rotasinya. Jika Bulan menghilang, maka proses tersebut akan berhenti. Jumlah jam dalam sehari pun akan berubah.

Baca Juga:

3. Mengapa bulan berbentuk bulat?

Mengapa Bulan berbentuk bulat? Ya, kita semua tahu bahwa sembarang benda bermassa pasti memiliki tarikan gaya gravitasi di dalamnya. Oleh karena itu, berbentuk bulat merupakan yang paling efisien yang diakibatkan oleh tarikan gravitasi di dalam sistem benda tersebut. Semua benda angkasa adalah berbentuk bulat kecuali Asteroid dan komet.

4. Berapa lama bulan mengelilingi bumi?

Bulan, sebagai satu-satunya satelit alami Bumi, juga melakukan peran pentingnya, yakni mengelilingi Bumi. Bulan memiliki jalur tersendiri dalam mengelilingi Bumi, proses dalam mengelilingi disebut Revolusi, dan jalurnya disebut orbit.

Bulan, dalam mengelilingi Bumi, memiliki jarak rata-rata sejauh 384.400 Km (dengan kata lain: 1,28 detik cahaya). Dan, membutuhkan waktu selama 27,3 hari (Periode Sideris) untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam mengelilingi Bumi. Dan, membutuhkan waktu selama 29,5 hari untuk memperlihatkan fase yang sama (Periode Sinodis, +2 hari dari Periode Sideris).

Baca Juga: 5 Pertanyaan Tentang Laut dan Siklus Air


Doyan traveling, dan kuliner

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *