geografisPendidikan

Menjadi Rebutan Inggris dan Argentina, Berikut 4 Fakta Unik dari Kepulauan Falkland atau Malvinas di Amerika Selatan

Benua Amerika yang banyak didiami oleh warga asli yakni suku Indian dan suku-suku lain membentang dari ujung utara hingga ujung selatan. Dari kutub utara ke kutub selatan. Dari Alaska hingga negara Chili dan Argentina.

Benua Amerika yang penamaannya didasarkan pada nama Amerigo Vespucci, seorang pedagang dan penjelajah asal Italia. Bahkan ada klaim bahwa benua Amerika ditemukan oleh Christoper colombus padahal benua tersebut sudah didiami masyarakat asli.

Amerika dibagi menjadi tiga bagian yakni Amerika Utara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan atau Amerika Latin. Kebudayaan masyarakat Amerika Utara dipengaruhi oleh penjajahnya atau kolonial yakni Inggris, Perancis dan Belanda. Sementara budaya dan bahasa di Amerika Tengah dan Selatan dipengaruhi oleh bangsa penguasa sebelumnya yakni Spanyol, Portugis dan Italia.

Contoh saja di Amerika Utara yakni negara Amerika Serikat dan Kanada yang pernah menjadi wilayah koloni Inggris, Perancis dan Belanda menggunakan bahasa komunikasi yakni Inggris dan Perancis. Sementara negara di Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Karibia seperti Kolombia, Argentina, Uruguay, Brasil, Guetamala, Kostarika menggunakan bahasa daerah, bahasa Spanyol dan Portugis untuk berkomunikasi.

Mengingat keberagaman bahasa dan budaya bangsa di Amerika Selatan, mereka cenderung menggunakan bahasa penjajahnya sebagai bahasa nasional. Ini berkaitan dengan penjelajahan bangsa Eropa dengan semboyan Gold, Glory dan Gospel yang melegenda. Mereka menjelajah dunia demi kekayaan yang dilambangkan emas.

Mereka mencari kejayaan dan nama yang terkenal memudahkan seseorang mencapai harta dan kedudukan. Terakhir mereka menyebarkan kepercayaan mereka dengan semboyan gospel dan menganggap penduduk asli tidak beradap. Walau sebenarnya itu hanyalah kedok untuk mengeruk kekayaan alam dan penguasaan atas sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Di Amerika Selatan, selain Spanyol dan Portugis yang mengendalikan dan menguasai wilayah tersebut, Inggris juga mengklaim dan menguasai wilayah di sana. Bahkan klaim penguasaan tersebut berlaku hingga kini dan menimbulkan sengketan berkepanjangan. Contohnya saja sebuah kepulauan di Samudera Atlantik Selatan yakni Kepulauan Falkland atau Malvinas.

Apa sajakah keunikan yang ada sehingga kepulauan tersebut menjadikan sengketa berkepanjangan antara Inggris dan Argentina. Yuk simak 4 fakta unik dari kepulauan Falkland atau Malvinas di Atlantik Selatan berikut.

1. Dimiliki oleh Kerajaan Inggris

Kepulauan Falkland di Samudera Atlantik bagian selatan dan masuk benua Amerika Selatan ini dimiliki oleh Kerajaan Inggris. Saat ini Kepulauan Falkland termasuk wilayah seberang lautan Britania Raya.

Inggris merebut kepulauan Falkland seluas 12.173 kilometer persegi dari Argentina tahun 1833 dengan pengukuhan kedaulatan Britania atas Falkland. Tahun 1841 menjadi wilayah Koloni Mahkota dan berubah menjadi wilayah Dependencia Britania Raya di tahun 1981. Tahun 2002 berubah menjadi wilayah seberang lautan Britania Raya sesuai dengan kebijakan negara di benua Eropa tersebut.

Baca Juga:

2. Memiliki dua pulau utama

Kepulauan Falkland terdiri atas dua pulau utama dan beberapa pulau kecil. Pulau utama yakni Falkland Barat dan Falkland Timur. Kedua pulau tersebut dipisahkan oleh sebuah selat yakni Falkland Sound. Kepulauan berpopulasi 3.662 juwa berdasarkan sensus 2021 ini beribukota di Stanley, sebuah kota terbesar di Pulau Falkland Timur.

3. Memiliki Dua Nama

Karena klaim kedua negara yakni Argentina dan Inggris atau Britania Raya, maka mereka memberikan nama yang berbeda untuk kepulauan yang sama sesuai dengan identitas bangsa tersebut.

Inggris memberikan nama Kepulauan Falkland atau Falkland Islands. Penamaan Falkland ini berasal dari Falkland Sound, sebuah selat antar dua pulau utama. Penamaan selat Falkland diberikan oleh John Strong di tahun 1690 sebagai penghormatan atas Anthony Cary seorang Viscount Falkland kelima dari kota Falkland, Skotlandia. Tahun 1765 seorang penjelajah bangsa Inggris bernama John Byron mengklaim kepulauan tersebut untuk kerajaan Britania Raya atau Inggris. Raja saat itu Raja George III menyampaikan surat keputusan penguasaan dan penamaan Kepulauan Falkland.

Sementara Argentina memberikan nama untuk kepulauan yang sama yakni Kepulauan Malvinas atau Las Malvinas dalam Bahasa Spanyol. Argentina yang merdeka dari bangsa Spanyol mewarisi wilayah bekas jajahan Spanyol termasuk kepulauan Malvinas. Argentina merdeka pada 25 Mei 1810 dan tanggal 6 November 1820, David Jewett menguasai kepulauan atas nama Provinsi Bersatu Rio de la Plata (nama lama Argentina) dan Inggris tidak menolak pengakuan Argentina tersebut. Namun tahun 1833 Inggris merebutnya dari Argentina dan saling klaim kekuasaan atas kepulauan hingga kini.

Penamaan kepulauan Malvinas oleh Argentina berasal dari nama Islas Malvinas dalam bahasa Spanyol dan bahasa Perancis yakni Iles Malouines. Pemberian nama Iles Malouines disebabkan oleh nelayan St. Malo menduduki pulau tersebut dan penguasa Perancis yaitu Louis Antoine de Bougenville menamai sesuai orang St. Malo sebagai Iles Malouines di tahun 1764.

Iles Malouines diserap bahasa Spanyol menjadi Islas Malvinas.

Baca Juga:

4. Semboyan dan Lagu Kebangsaan

Karena Falkland atau Malvinas dikuasai Inggris sejak 1833 hingga kini, Falkland memiliki semboyan Desire The Right atau Keinginan Berbuat Baik. Sementara lagu kebangsaannya God Save The King sama dengan lagu kebangsaan Inggris. Lagu nasionalnya yakni Song of the Falklands. Bahasa resminya bahasa Inggris dan mata uangnya Pound Kepulauan Falkland.

Demikian fakta unik dan menarik tentang kepulauan Falkland atau Malvinas di Amerika Selatan. Semoga bermanfaat dan salam literasi.

Baca Juga: 5 Hal Menarik dari Negara New Zealand, Negeri Kiwi Dengan Alam Yang Eksotis

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button