Awas! Cemburu Menguras Hati, Sindrom Othello Mulai Mengintai

Sindrom Othello merupakan penyakit gangguan kejiwaan ketika seseorang dilanda cemburu yang berlebihan terhadap pasangannya


Ilustrasi sindrom othello (pixabay.com/geralt)

Sebuah studi mengatakan bahwa sekitar 62 persen orang dengan sindrom othello ini ialah laki-laki yang rata-rata berusia 68 tahun.

Awalnya, sindrom ini pertama kali disebutkan oleh psikiater berkebangsaan Inggris bernama John Todd yang menulis sebuah penelitian berjudul ‘The Othello Syndrome : a study in the psychopathology of sexual jelousy’ bersama rekannya, K. Dewhurst pada tahun 1955.

Lalu, apa sebenarnya Sindrom Othello itu?

Kebanyakan orang mungkin familiar dengan kejadian dari sindrom ini, namun tidak untuk penamaannya. Jadi, Sindrom Othello adalah gangguan kejiwaan ketika seseorang diliputi kecemburuan yang berlebih terhadap pasangannya sehingga akan menunjukkan emosi, pikiran, dan perilaku yang tidak berdasarkan akal sehat disertai bukti-bukti yang tidak kuat pula.

Kata ‘Othello’ sendiri diambil dari drama karya penulis legendaris negeri Ratu Elizabeth, yaitu Shakespeare. Menurut cerita, Othello mencurigai sang istri yang bernama Desdemona karena telah melakukan perselingkuhan seksual setelah dipengaruhi dan dimanipulasi oleh sesama teman prajuritnya. Akhirnya, Othello membunuh Desdemona yang diakibatkan oleh kecemburuannya itu, meski kenyataannya sang istri tidak melakukan hal-hal yang telah dituduhkan.

Baca Juga:

Tanda orang yang mengidap sindrom othello

Sindrom Othello membuat seseorang tidak mampu mengendalikan perasaan teramat cemburunya sehingga memunculkan tindak-tanduk berlebihan seperti menguntit secara diam-diam, mengintai, mengendalikan pasangan sesuai kemauannya, mengumpulkan bukti melalui siapa saja tanpa berpikir jernih, menuduh pasangan secara berulang-ulang, terus menginterogasi atau memburu pertanyaan secara intimidatif, melakukan tindak kekerasan, dan bahkan bisa berakhir dengan aksi pembunuhan terhadap pasangannya.

Contoh nyata dari Sindorm Othello yang biasa ditemui misalnya selalu mengecek ponsel pasangan yang dimulai dari galeri, sms, aplikasi chat, panggilan-panggilan masuk, dan cek notifikasi sosial media. Ditambah, rasa tidak percaya sampai-sampai ingin terus berada di dekat pasangan sehingga tanpa sadar mengganggu aktivitasnya.

Penyebab terjadinya sindrom othello

Ada beberapa penyebab kenapa seseorang bisa mengidap Sindrom Othello atau kecemburuan buta ini.

  1. Delusi yang menyerang pikiran dengan imajinasi-imajinasi liar tapi faktanya tak bisa dibuktikan.
  2. Gangguan mental yang membuat seseorang mengalami sindrom ini akan berperilaku kompulsif dengan pikiran yang dipenuhi hal-hal negatif secara berulang-ulang.
  3. Perubahan suasana hati yang sangat cepat sehingga dapat menimbulkan perasaan cemas dan depresi akibat berperasangka terus pada pasangan.
  4. Obsesi berlebihan agar selalu terikat dengan pasangan sehingga mengganggu pikran dan tidak bisa dikendalikan.
  5. Orang dengan Sindrom Othelllo dapat melakukan tindakan yang nekat dan berbahaya karena percaya kalau pasangannya itu telah mengkhianatinya dengan seseorang yang berpangkat tinggi atau tokoh tersohor, baik di ruang lingkup pertemanan mereka maupun pihak yang jauh.

Dalam sebuah hubungan tentunya tidak akan sehat dan awet jika terus dirundungi oleh kecemburuan buta yang tiada akhir. Beberapa hal yang bisa diterapkan agar terhindar dari Sindrom Othelllo ialah dengan berpikir positif, mensyukuri jalinan hubungan dengan pasangan, berusaha mencari kesibukan agar dapat teralihkan dari pikiran-pikiran beracun yang dapat berujung pada kecemburuan buta, dan kalau memang kecemburuan telah berhasil membakar diri sendiri, cobalah lakukan pendekatan terhadap pasangan untuk mendiskusikannya secara baik-baik.

Baca Juga:

Lantas, apa memang tidak boleh cemburu dengan pasangan? Bukannya cemburu itu tanda cinta dan sayang?

Tentu cemburu itu boleh. Cemburu sendiri merupakan emosi yang wajar dirasakan manusia sehingga memiliki kecenderungan pada pikiran negatif, seperti takut akan kehilangan seseorang yang dicintai dan disayangi. Namun, rasa cemburu akan dianggap tidak wajar kalau seseorang tidak benar-benar mampu mengendalikan dirinya pada kejadian-kejadian remeh dan tidak relevan sehingga dapat merugikan diri sendiri juga pasangan.

Baca Juga: Yuk Ketahui 5 Love Language Ini Untuk Mengekspresikan Cintamu!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *