Health

Mirip Covid 19! Kenali Gejala dan Bahaya Super Flu

Setelah pada tahun 2019-2022 lalu, kita dihebohkan oleh pandemi Covid 19, saat ini dunia dihebohkan oleh kasus super flu yang gejalanya mirip dengan Covid 19.

Pasien dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, serta durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.

Menurut hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) kasus super flu telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dan per Desember 2025 telah terkumpul sebanyak 62 kasus. Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus terbanyak (23 kasus), disusul Kalimantan Selatan (18 kasus) dan Jawa Barat (10 kasus).

Kenapa disebut dengan super flu? Bagaimana gejalanya? Berikut penjelasannya

Kenapa disebut super flu?

Secara klinis, super flu menunjukkan gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya, tetapi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Berdasarakan keterangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, super flu ini sebenarnya influenza A yang sudah lama ada selama puluhan tahun dan telah dikenali oleh tubuh. Hal ini berbeda dengan Covid yang merupakan virus baru dan tidak dikenali oleh tubuh.

Mengutip laman IPB University, Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Dr dr Desdiani, SpP, MKK, MSc (MBioEt), menegaskan bahwa istilah super flu bukanlah nama penyakit baru, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza yang disebabkan oleh strain tertentu virus influenza.

Menurutnya, istilah super flu merujuk pada virus influenza A subtipe H3N2, khususnya subklade K, yang menyebar lebih cepat dan menyebabkan lonjakan signifikan kasus flu musiman. Hampir 90 persen kasus flu terbaru dilaporkan disebabkan oleh strain ini.

Istilah super flu sebenarnya merupakan sebutan populer bagi varian virus influenza yang jauh lebih agresif. Secara ilmiah, virus ini diidentifikasi sebagai influenza A H3N2 subclade K. Varian ini pertama kali teridentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Karakteristik utama dari super flu adalah kemampuannya menyebar dengan sangat cepat di tengah populasi. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik pada virus yang membuatnya lebih efektif dalam menginfeksi sel pernapasan manusia.

Meskipun bukan terminologi medis resmi, nama super flu digunakan untuk menggambarkan betapa agresifnya subvarian ini dibandingkan influenza musiman biasa.

Baca Juga:

Gejala Super flu yang Perlu Diwaspadai

Lantas, bagaimana membedakan antara influenza musiman biasa dengan super flu? Perbedaan utamanya terletak pada derajat keparahan gejala yang dirasakan.

Jika flu biasa umumnya hanya menyebabkan demam ringan dan hidung meler, Super flu menunjukkan gejala klinis sebagai berikut:

  1. Demam sangat tinggi: Suhu tubuh pengidapnya bisa melonjak drastis antara 39-41 derajat Celsius. Ini jauh lebih tinggi dari flu biasa yang rata-rata di angka 37–38,5 derajat Celsius.
  2. Nyeri otot hebat: Penderita akan merasakan nyeri sendi dan otot yang sangat mengganggu, hingga membuat tubuh terasa lemas luar biasa (lethargy).
  3. Sakit kepala berat: Rasa nyeri di kepala yang lebih intens dibandingkan pusing biasa.
  4. Gangguan tenggorokan dan batuk: Sakit tenggorokan yang tajam disertai batuk kering yang menetap.

Baca Juga:

Bagaimana cara mencegah super flu?

Beberapa cara dapat diterapkan untuk mencegah kita terinfeksi super flu, seperti:

1. Vaksinasi 

Jadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah super flu beserta komplikasinya. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua usia, minimal mulai 6 bulan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta.

2. Jalankan pola hidup bersih dan sehat

Kebiasaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) harus dimulai dari rumah. Seluruh anggota keluarga dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum dan sesudah makan serta setelah beraktivitas. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif menurunkan risiko penularan virus.

Selain itu, hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor serta biasakan etika batuk dan bersin yang benar. Kebiasaan tersebut penting ditanamkan sejak di rumah agar menjadi perilaku otomatis saat berada di luar.

3. Gunakan masker 

Penggunaan masker tetap dianjurkan, terutama jika ada anggota keluarga yang sedang sakit. Masker berfungsi mengurangi penyebaran droplet yang mengandung virus ke orang di sekitarnya. Pemakaian masker juga disarankan di ruangan tertutup, termasuk di dalam rumah.

4. Lakukan isolasi mandiri

Jika salah satu anggota keluarga mulai mengalami gejala flu, sebaiknya segera lakukan isolasi mandiri di rumah. Istirahat yang cukup, dan sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan anggota keluarga lain. Ini sangat penting untuk mencegah penularan. Setelah kondisi membaik dan gejala menghilang, aktivitas normal dapat kembali dilakukan.

5. Menjaga kebersihan rumah

Kebersihan rumah memiliki peran krusial dalam mencegah penyebaran super flu. Bersihkan secara rutin permukaan yang sering disentuh banyak orang, seperti gagang pintu, meja, kloset, dan sakelar lampu. Pastikan pula sirkulasi udara di rumah berjalan baik dengan membuka jendela atau ventilasi secara berkala agar virus tidak mudah bertahan di udara.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Menjaga imunitas tubuh menjadi kunci utama melawan super flu. Konsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, olahraga ringan secara rutin, serta mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi harian dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Langkah-langkah ini mudah dilakukan dari rumah dan efektif dalam mencegah infeksi virus.

Sumber:

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2026. Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K Tidak Lebih Parah, Situasi Nasional Terkendali.
  • Center for Disease Control and Prevention.  Weekly US Influenza Surveillance Report: Key Updates for Week 52, ending December 27, 2025.

Baca Juga: Cegah Flu Saat Musim Hujan, Lakukan Hal Ini!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button