Pendidikangeografis

5 Jenis Hutan di Indonesia, Paru-paru Dunia Yang Harus Dijaga dan Dilestarikan!

Masih banyak yang berpikir bahwa hutan hanyalah sebuah kawasan luas berpohon rimbun dan tidak memiliki fungsi krusial, karena di satu sisi juga menjadi rumah bagi segala macam bentuk hewan, baik berjenis endemik maupun reptil. Namun, pada kenyataannya hutan dapat dikatakan lebih dari sekadar daratan yang didominasi oleh pepohonan dan memiliki sejumlah manfaat dari segi lingkungan dan kebutuhan manusia.

Dari sudut padang lingkungan, manfaat hutan dapat dirasakan dalam beberapa bentuk seperti menjaga kestabilan iklim, menjadi sumber air bersih, dan menjadi habitat bagi beragam spesies fauna. Sedangkan dari sudut pandang kebutuhan manusia, manfaatnya jelas terasa dalam beberapa hal seperti aktif sebagai penyedia oksigen gratis, berkontribusi dalam menyerap emisi karbondioksida dari kendaraan dan aktivitas industri, penyelamat dari berbagai bencana (longsor dan banjir), serta pemasok balok-balok kayu yang dapat dijadikan berbagai jenis hasil olahan (rumah, kertas, triplek, dll).

Dilihat dari bentuk luas, Indonesia harus mengaku kalah dari kelima negara lainnya seperti Tiongkok, Rusia, Brazil, Kanada, dan Amerika Serikat. Namun, angka luasan yang mencapai lebih dari 100 juta hektar membuat negara ini juga memiliki peran penting dalam membangun visi dan misi kelestarian alam, baik di dalam lingkup domestik maupun mancanegara melalui sebaran beragam jenis hutan yang tercantum secara jelas dalam pokok-pokok pembahasan berikut ini.

1. Hutan Rawa

Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua mendominasi sekitar lebih dari 90% sebagai titik lokasi untuk mengenal hutan yang memiliki ciri khas berupa kondisi tanah yang kerap digenangi air, basah, dan berlumpur ini.

Selain kondisi tanah yang basah dan membentuk genangan air layaknya sebuah kolam, hutan rawa memiliki beberapa karakteristik lainnya yang cukup mudah untuk diidentifikasi seperti memiliki lantai hutan berupa lapisan gambut, memiliki tingkat kerapatan pohon dengan akar punggung dan akar lutut yang berlapis-lapis, air berwarna kemerahan atau kehitaman karena makhluk hidup (flora dan fauna) yang mengalami penguraian setelah proses pembusukan, dan cukup tangguh dalam melawan perubahan iklim.

Jenis Hutan yang menjadi sumber utama emisi Gas Rumah Kaca (GRK) jika mengalami kebakaran karena pengaruh karbon dari mineral organiknya ini juga diketahui memiliki beberapa fungsi seperti mencegah intrusi air laut, sumber cadangan air, dan rumah bagi sekumpulan flora (pohon pulai, jelutung, terentang, dan simpur) dan fauna (buaya, angsa sayap putih, burung endemik, orangutan, dan monyet).

Baca Juga:

2. Hutan Sabana

Bukan cuma Afrika yang patut berbangga diri memiliki hutan dengan ciri khas kering, panas, dan tropis ini. Di Indonesia, hutan sabana dapat ditemukan di sejumlah titik seperti Kepulauan Komodo, Taman Nasional Gunung Merbabu, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Bromo, Gunung Rinjani, dan Tanjung Ringgit.

Jika dilihat secara lebih cermat, hutan ini memiliki beberapa karakter khusus yang akan sangat mudah untuk dikenali seperti memiliki rerumputan yang tampak kasar dan kaku, sistem pengairan dan resapan air tanah yang cukup baik, serta curah hujan yang cenderung rendah di antara 100-150 mm per tahun.

Di samping itu, Jenis hutan yang dinamakan juga sebagai padang rumput gersang ini merupakan rumah bagi flora (pohon akasia, pohon palem, dan ragam rerumputan) dan sekumpulan fauna yang cenderung suka berkelompok (singa, zebra, jerapah, hyena, macan tutul, unta, gajah, dan jerapah).

3. Hutan Bakau

Dari segi penamaan, hutan ini tentu sudah dapat diketahui dengan cepat, yaitu berisi sejumlah tanaman bakau (mangrove) yang memiliki berbagai manfaat seperti mampu meredam gelombang air yang besar, menyerap karbon lima kali lebih banyak untuk mendukung kualitas udara, dan sebuah habitat bagi lebih dari seratus jenis ikan.

Sekumpulan bakau yang mendominasi suatu tempat sehingga menjadikaannya sebuah hutan ternyata memiliki beberapa manfaat yang baik bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, di antaranya ialah mampu mengatasi permasalahan mengenai banjir rob yang terjadi pada kawasan pesisir, mencegah terjadinya erosi pantai, menjadi katalis tanah dari air laut, mencegah pemanasan global, mendongkrak sumber pendapatan bagi nelayan pantai, dan mampu mengembangkan potensi pariwisata.

Indonesia seharusnya patut berbangga diri karena memiliki hutan bakau sekitar 3,4 juta hektar atau setara 21% dari total mangorve di dunia.

Adapun penyebaran jenis hutan yang memiliki bakau sekitar 202 jenis di Negeri Seribu Candi ini terdapat pada beberapa pulau seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

4. Hutan Musim

Sesuai pelabelan namanya, hutan ini diidentifikasi melalui perubahan dua musim yang berbeda, yaitu musim hujan dan kemarau.

Ciri-ciri yang menempel pada identitas hutan ini di antaranya ialah terdapat sejumlah pohon setinggi lebih dari lima meter dengan jarak tidak terlalu rapat, berada di iklim tropis atau subtropis, serta memiliki suhu yang memiliki perbedaan signifikan saat perubahan antara musim kemarau dan musim hujan terjadi.

Selain itu, hutan musim dapat dilihat dari karakternya yang sangat basah pada musim hujan dan menggugurkan daun pepohonan yang cenderung tubuh homogen seperti cendana, pinus, jati, cemara, atau kayu putih pada musim kemarau.

Adapun fungsi dari keberadaan hutan ini bagi lingkungan ialah sebagai pencegah abrasi, pencegah banjir dan longsor, penyeimbang iklim, dan penghasil sumber daya alam dari kualitas kayu pepohonannya.

Hutan musim biasa ditemukan di sekitar wilayah Pulau Jawa dan sederetannya, yaitu Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

Baca Juga:

5. Hutan Hujan Tropis

Mungkin perasaan bangga tidak cukup jika diungkapkan sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hutan dengan julukan sebagai jantung dunia karena oksigen yang dihasilkan bisa menyumbang sekitar 40% bagi kebutuhan Bumi ini.

Adapun jenis hutan yang berciri khas seperti memiliki pepohonan besar dan berdaun lebar, memiliki curah hujan yang cukup tinggi (1000-2000 mm per tahun), rumah bagi flora (liana dan anggrek) dan fauna (orangutan, simpanse, dan jaguar), serta bersuhu sekitar 20-30OC ini tidak begitu sulit ditemukan karena penyebarannya tergolong merata di setiap pulau Indonesia.

Itulah kelima jenis hutan di Indonesia yang manfaatnya bisa dikatakan sangat terasa jelas bagi kelangsungan hidup sebuah lingkungan dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Peta Sebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia, Dari Pulau Sumatera Hingga Papua

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button