5 Hal yang Sering Dilupakan ketika Menjenguk Bayi Baru Lahir

Agar tidak bikin baper ibu bayi, sebelum menjenguk bayi baru lahir, simak dulu deh artikel berikut.


Ilustrasi menjenguk bayi baru lahir (Photo by Rene Asmussen).

Kabar kelahiran bayi memang membawa sukacita bagi keluarga dan kerabat. Seperti tradisi kita pada umumnya, jika mendengar berita kelahiran, pasti otomatis keluarga dan kerabat terdekat akan segera ingin menjenguk bayi yang baru saja menyapa dunia.

Tapi ternyata, kita seringkali melupakan beberapa hal atau bahkan melakukan kesalahan ketika menjenguk bayi baru lahir. Apa sajakah hal tersebut? Nah, berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita dari beberapa teman serta kerabat, di artikel ini saya akan mencoba membahasnya.

1. Tidak bertanya dahulu kepada sang ibu, apakah sudah bersedia untuk dijenguk atau belum

Ketika seorang ibu baru saja melahirkan, selain merasa bahagia si kecil telah lahir, tidak dipungkiri juga ada rasa lelah, ingin (banyak) istirahat dan fokus dulu pemulihan serta bonding dengan sang buah hati. Apalagi jika si ibu baru melewati proses melahirkan yang lama dan sulit, atau bahkan harus operasi darurat.

Lebih elok untuk kita sebagai penjenguk, untuk menanyakan terlebih dahulu kesediaan si ibu untuk dijenguk, dibandingkan tiba-tiba datang mendadak beramai-ramai tanpa pemberitahuan. Apalagi wujud ibu baru melahirkan, sesungguhnya tidak semuanya bisa se-glowing selebgram yang tetap cantik ketika melahirkan ya bund, hehe. Let’s be more considerate.

Baca Juga:

2. Melupakan kondisi ibu dan hanya fokus membahas si kecil

Terkadang kita lupa, jika pada proses kelahiran, bukan hanya sang bayi saja yang baru terlahir ke dunia, tapi sang ibu juga lahir kembali sebagai seorang yang baru (apalagi jika itu merupakan kelahiran anak pertama). Banyak ibu baru yang merasakan hal yang belum pernah dialami sebelumnya, bahkan kadang merasa overwhelmed dengan kondisi baru yang ada. Jika tidak hati-hati, bisa menyebabkan baby blues pada ibu atau lebih parahnya lagi post partum depression.

Coba ketika menjenguknya, selain antusias terhadap sang bayi, mari kita tanyakan kabar sang ibu. Hal simple seperti menanyakan “bagaimana perasaanmu sekarang?”, atau mengatakan “kamu pasti telah berjuang dengan hebat ya, cepat pulih ya”, sungguh akan sangat berarti bagi sang ibu.

3. Mengomentari fisik bayi dan juga ibunya

Seringkali kita mendengar komentar kerabat yang menjenguk bayi seperti berikut, “Wah hidungnya dimana nih?”, “Kok nggak mirip mama papanya ya?”, “Kok nggak putih kayak mamanya ya”.

Om Tante, Bude Pakde,atau Simbah semua, tolong dikurangi yuk berkomentar seperti itu walaupun hanya bermaksud bercanda. Kasihan juga bayi baru lahir kok sudah terkena baby shaming, huhuhu.

Belum juga komentar untuk ibunya seperti ini, “Wah sekarang badannya seger banget ya, naik berapa kilo kemarin?”. Lha terus apa sih yang kalian harapkan dari badan wanita yang baru saja hamil serta melahirkan? Tentu wajar jika badan lebih berisi dibandingkan sebelumnya.

4. Langsung menggendong, bahkan mencium bayi tanpa seizin ibunya

Bayi adalah makhluk yang masih sangat lemah dan rentan terkena penyakit akibat virus ataupun bakteri. Pastikan ketika kita menjenguk bayi dalam keadaan sehat dan cuci tangan sebelum menyentuh bayi. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Pastikan juga jika ingin menyentuh atau menggendong bayi, sudah mendapat izin dari ibunya ya. Hindari mencium bayi terutama di bagian wajah bayi. Bentuk sayang bukan hanya dari menciumnya kok. Menjaganya tetap sehat lebih bermakna daripada itu.

Baca Juga:

5. Hanya membawa kado untuk sang bayi dan melupakan kado untuk ibu serta kakak pertama (jika bukan kelahiran anak pertama)

Barang keperluan bayi kebanyakan sudah disiapkan sendiri oleh orang tuanya. Dan masih ditambah lagi oleh kado dari kerabat atau keluarga, bahkan sampai dobel-dobel. Tapi adakah kado untuk ibunya? Sayangnya terkadang kado untuk ibunya justru tidak ada, hehe. Coba bawakan makanan favoritnya, itu sudah cukup kok.

Selain itu, jika si bayi sudah memiliki kakak, lebih baik bawakan juga kado untuk sang kakak. Tidak harus benda mahal, yang penting dibungkus kertas kado juga agar terlihat menarik. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika mendapati keponakan yang ngambek, karena ingin hadiah yang terbungkus kertas kado juga seperti adiknya. Diharapkan dengan memberikan kado untuk sang kakak, bisa meminimalisir kecemburuan kakak kepada adik bayinya.

Nah itulah beberapa kesalahan atau hal yang sering dilupakan ketika menjenguk bayi baru lahir, adakah yang mau nambahin lagi? Semoga kedatangan kita bisa menambah kebahagiaan keluarga yang sedang bersukacita tersebut ya, bukan malah sebaliknya.

Baca Juga: Anak Bayi Menstruasi? Tidak Perlu Panik

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *