5 Cara Mengatasi Pasangan yang Verbal Abuse. Jangan Didiamkan!


Ilustrasi verbal abuse (pexels.com/timur weber)

Kekerasan dalam sebuah hubungan tidak hanya terjadi dengan physical abuse tetapi juga bisa berbentuk verbal atau juga dikenal verbal abuse. Meski tidak terlihat secara fisik, kekerasan verbal bisa merusak mental seseorang, karenanya butuh penanganan yang tepat terhadap pasangan yang verbal abuse agar tidak menimbulkan masalah lebih parah pada mental.

Luka verbal yang diberikan pasangan bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi, takut, cemas, hingga perasaan emosional yang berubah berantakan. Untuk itu, cobalah ikuti beberapa tips mengatasi pasangan yang verbal abuse di bawah ini ya, jangan didiamkan saja.

1. Jangan mewajarkan sikapnya

Cara pertama untuk mengatasi pasangan yang verbal abuse yaitu dengan tidak mewajarkan semua perkataannya. Setiap perkataan kasar yang dilontarkan jangan dianggap wajar, apalagi sampai berpikir nanti doi akan kembali baik lagi padamu. Tolong buang pikiran itu jauh-jauh ya.

Kamu harus bersikap tegas, punya batasan diri untuk bisa menerima mana kalimat yang baik, mana kalimat yang sudah tak bisa ditolerir. Jangan terus mewajarkan sikapnya hanya karena dia pasanganmu karena bisa berdampak semakin buruk untukmu ke depannya.

Ingatlah, mentalmu harus dijaga dengan baik, bukan dirusak.

Baca Juga:

2. Hindari menyalahkan diri sendiri

Hilangkan perasaan benci hingga menyalahkan diri sendiri atas ucapan kasarnya padamu. Semua yang dia lakukan tidak sepenuhnya kesalahanmu, jadi jangan merasa kamu yang paling bersalah di sini hingga mewajarkan semua sikap kasarnya.

Ingatlah apapun bentuk kekerasan, entah verbal atau fisik tidak bisa dibenarkan sama sekali. Kalau kamu terus menyalahkan dirimu sendiri, dia nggak akan pernah sadar kesalahannya dan berulang kali terus menyakitimu dengan verbal abuse.

3. Lindungi harga dirimu

Ketika berhasil berhenti menyalahkan diri sendiri, kamu juga wajib melindungi harga dirimu. Jangan hanya diam saja ketika kamu mendapatkan verbal abuse oleh pasangan, karena tidak hanya mentalmu yang semakin sakit tetapi juga harga dirimu yang makin terinjak.

Kamu bisa tegas dengan sedikit perlawanan atau tinggalkan pasanganmu yang selalu verbal abuse. Percayalah, dirimu terlalu berharga dibanding siapa pun dan kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari ini.

Jika dia mencoba untuk menahanmu, ada baiknya untuk tidak memberikan kesempatan kedua. Verbal abuse bukanlah perilaku yang bisa berubah secara instan. Demi keamanan, lebih baik kamu menjauh saja.

4. Bicara baik-baik dengan pasangan

Tak ada salahnya mencoba bicara baik-baik berdua dengan pasangan saat kondisi sudah tenang dan kondusif. Utarakan dengan lembut, tanpa emosi namun tetap tegas jika perkataannya menyakiti dan melukai hatimu.

Dengan begitu, selain perasaanmu menjadi lebih lega, kamu juga masih bisa memberikannya kesempatan kedua untuk berubah. Jika hasilnya terlihat positif dan tulus, hubungan kalian bisa dipertahankan dan akan lebih baik.

Baca Juga:

5. Berdiskusi dengan ahlinya

Jika kamu sudah berbicara baik-baik padanya namun dia masih saja melakukan verbal abuse terhadapmu, tidak ada salahnya untuk mencari pertolongan pada ahlinya. Kamu bisa mengajak pasangan atau pergi sendiri untuk konseling dengan konselor.

Jangan sungkan untuk ceritakan semua yang terjadi, kekerasan verbal apa saja yang kamu terima dari pasangan. Pihak konselor nantinya akan memberikan saran dan jalan keluar terbaik untuk masalah yang tengah kamu hadapi ini.

Itulah beberapa tips mengatasi pasangan yang verbal abuse di atas bisa kamu terapkan ketika mengalami kekerasan verbal oleh pasangan. Jangan takut untuk pergi ketika perilakunya sudah lewat batas ya.

Baca Juga: Bisa Berefek Buruk. Ini 6 Cara Mengatasi Rasa Cemburu Berlebih Pada Pasangan

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Senior

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *