Puisi Sastra

Tentang Hati Yang Teringat Waktu

px downloadg0b7881372a01e698f0c00cf5411662d8dbacc1ece443955ab6169b9b15af5bd84472ac1f4c38d675cf887de532f0865809ad87550ed098bf1d724e452fe6e86f 1920 e1672890310132

Dariku di masa sekarang

Untukku di masa lampau

ย 
Posisi nadir kala itu

Nahas nasibnya kata sang pemikir saat ini

Lampau yang telah terlampaui

Meski terasa lama saat itu dan terasa baru terjadi saat ini

Intip Perbedaan Durasi Waktu Puasa Tiap Negara, Dari 9 Hingga 21 Jam!

ย 

Alangkah lucu saat menertawainya

Padahal nasibnya bukan lelucon

Bangga saat ini dan memilukan saat itu

Terlatih anggapnya sebagai buah dari yang terlampaui

11 Istri Nabi Muhammad saw dan Kisah Cintanya Dengan Rasulullah

ย 

Untukmu yang pernah kujadikan bahan mabuk tanpa sedikit pun kamu memberi gelas.

Kamu canduku, saat aku tak sadar kamu telah kucandui

Dengan sadar kamu terus memaksa pikiranku hanya memikirkanmu

Aku seorang lugu yang hanya tahu wanita itu cuman kamu saja

Wanita dengan mata berbinar kala kelopaknya terbuka

ย 

Terima kasih untuk semuanya

Sampai hati berkata kamulah mentorku

Membangunku dengan kokoh

Menataku dengan teratur.

ย 

Untukmu yang sosoknya hanya aku yang tahu dan kini telah hilang lalu kembali tersimpan di sempitnya bongkahan hati

Hadirmu sebagai obat untuk hati yang telah dirobat-rabit

Berobat jalan dan tak menampilkan efek samping

Meski tak pulih dengan lekas dan yang pulih masih membekas

Tapi hati menyambutnya seperti mentari yang indah

ย 

Perlahan badai mereda

Ombak pun tak lagi bertenaga

Meski sesekali masih kuselancari

Ombak yang terus pergi dan kembali

ย 

Kini kau bercerita tanpa dahaga

Tentang rasamu dulu yang ingin kuketahui

Tentang kepelikanmu terhadap pelikku

Denganku yang hanya tersenyum saaat mendengarnya

ย 

Untukmu yang pernah kubuat berawai dan tentangmu yang kini kugemari lagi

Kamsia, dari inti jiwa untukmu yang baru terucap

Setelahku menyongsong darimu

Kamu masih melebarkan telapak tangan

Meski tanganmu masih bertaksa dengan genggaman

ย 

Tenang saja aku tak berharap kamu kembali menggengam

Hanya sekadar tak ingin hampa kembali menyapa

Cukup sekali saatku seperti kehilangan udara

Untukku hayati dan hanya sekadar hayati tanpa menyesali

ย 

Untukku di masa depan tentang menjaganya dan jangan memaksa seseorang untuk memasukinya, hati.

Terus terjaga untuk menjaganya

Tunggu yang benar-benar mau mengetuk saja

Pastikan dulu ruangnya mencukupi dan memadai

Jika memang kamu telah mengundang seseorang untuk masuk

ย 

Bandung, 3 januari 2023

Baca Juga: Buffer Kehidupan

ย 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร—
ร—