Nabi Muhammad dikenal dengan sebagai seorang nabi yang memiliki istri lebih dari satu orang. Istri-istri Nabi Muhammad berperan dalam meriwayatkan sunah dari beliau saat di rumah dan para sahabat meriwayatkan sunah-sunah beliau ketika di luar rumah.
Tujuan beliau menikahiย ummahatul mukminin tersebut bukan untuk mencari kepuasan, kalau tujuannya mencari kepuasan pastilah beliau menikahi para gadis. Sebagian istri Nabi Muhammad adalah janda-janda yang telah memiliki anak, seperti Ummu Salamah, Khodijah, yang lain adalah janda seperti Hafshah, Zainab, dll. Gadis yang beliau nikahi hanya satu orang saja (Aisyah).
Berikut ini nama-nama istri Nabi Muhammad saw dan sekilas kisah cinta mereka dengan Rasululullah.
1. Khadijah binti Khuwailid
Ummul mukminin Khadijahย radhiallahu โanha adalah wanita Quraisy yang terkenal dengan kemualiaannya, baik dari sisi nasab maupun akhlaknya. Nasabnya bertemu dengan Nabi pada kakek kelima, karena itu beliau adalah istri Nabi Muhammad yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan Nabi.
Dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah, ibunda Khadijah sempat mengalami fase jahiliyah namun hal itu tidak mempengaruhi perangai dan kepribadiannya yang mulia. Ia adalah wanita pertama, bahkan orang pertama yang beriman kepada kerasulan sang suami, Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallam. Tidak ada sedikit pun kalimat-kalimat penolakan, mendustakan risalah, atau yang membuat Nabi sedih. Di saat-saat berat awal menerima wahyu, Khadijah selalu menyemangati dan menguatkan sang suami.
Saat berusia 4o tahun, Khadijah dinikahi Nabi Muhammad. Pernikahan itu terjadi pada tahun 25 sebelum hijrah dan saat itu sang suami pun genap berusia 25 tahun. Rumah tangga yang suci ini berlangsung selama 25 tahun. Dan keduanya dianugerahi 6 orang anak; 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka adalah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Qultsum, dan Fatimah.
Ummul mukminin, Khadijahย radhiallahu โanhaย wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum hijrahnya Nabiย shallallahu โalaihi wa sallamย ke Madinah.
Baca Juga:
2. Saudah binti Zamโah
Saudah binti Zamโah adalah seorang wanita Quraisy dari Bani โAmir. Sebagian sejarawan menyatakan tidak ada catatan yang bisa dijadikan rujukan kuat mengenai tahun kelahiran beliau. Ummul mukmini Saudah binti Zamโah radhiallahu โanha adalah janda dari sahabat as-Sakran bin Amr radhiallahu โanhu. Bersama as-Sakran ia memiliki 5 orang anak.
Karena itu tidak diketahui pula usianya saat menikah dengan Nabi dan berapa tahun usianya saat wafat. Namun ada yang mengatakan bahwa usinya saat menikah dengan Nabi adalah 55 tahun. Ibunda Saudah dinikahi oleh Nabiย Muhammad saat 3 tahun sebelum hijrah.
Pernikahan Nabiย shallallahu โalaihi wa sallam dengan Saudah binti Zamโah adalah bantahan yang telak bagi orang-orang yang menuduh Nabi Muhammad dengan tuduhan keji terkait hubungan beliau dengan wanita. Saat Nabi tengah dirundung duka karena wafat Khadijah sang istri tercinta, Khoulah binti Hakim datang menyarankan agar beliau menikah.
Khoulah mengajukan dua nama Saudah atau Aisyah. Lalu Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallam memilih Saudah binti Zamโah. Beliau memilih wanita yang tua usianya dibanding Aisyah yang masih muda. Setelah pernikahan itu berusia 3 tahun lebih barulah Nabi menikahi Aisyah. Kalau tuduhan orang-orang yang dengki terhadap Islam itu benar, niscaya beliau lebih mengutamakan wanita-wanita muda dan gadis untuk dijadikan pedamping beliau setelah Khadijah. Saudah binti Zamโah wafat di akhir pemerintahan Umar bin al-Khattab tahun 54 H.
3. Aisyah binti Abu Bakar
Salah satu istri Nabiย Muhammadย yang paling dikenal oleh umatnya adalah Aisyahย radhiallahu โanha. Ummul mukminin Aisyah memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ummahatul mukminin yang lain. Di antaranya, dialah satu-satunya istri Nabiย Muhammadย yang Allah turunkan wahyu dari atas langit ketujuh untuk membela kehormatannya.
Bukan satu atau dua ayat, tapi Allah firmankan 10 ayat (QS. An-Nur: 11-20) yang membela kehormatan Aisyahย radhiallahu โanhaย dan terus-menerus dibaca hingga hari kiamat. Menodai kehormatan Aisyah sama saja mengingkari Alquran. Oleh karena itu, para ulama memvonis kafir orang-orang yang merendahkan kehormatan Aisyahย radhiallahu โanha.
Ummul mukminin Aisyahย radhiallahu โanhaย dilahirkan pada tahun ke-7 sebelum hijrah. Ia adalah seorang wanita Quraisy putri dari laki-laki yang paling mulia setelah para nabi dan rasul, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiqย radhiallahu โanhuย dan ibunya adalah Ummu Rumanย radhiallahu โanha.
Sebelum menikahi Aisyah, Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallamย melihatnya 3 malam berturut-turut dalam mimpinya dan mimpi Nabi adalah wahyu. Beliauย shallallahu โalaihi wa sallamย menuturkan mimpinya,
โAku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu berkata, โIni adalah istrimuโ. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, โSeandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyataโ. (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, Nabi menikahi Aisyah adalah perintah dari Allah Taโala.
Aisyah dinikahi Rasulullah saat berusia 9 (terhitung sejak Rasulullah bercampur dengan Aisyah) tahun dan rumah tangga yang suci ini berlangsung selama 9 tahun pula. Aisyah menuturkan,
โRasulullahย shallallahu โalaihi wa sallamย menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga bersamaku (menggauliku) saat aku berusia 9 tahun.โ (Muttafaqโ alaihi).
Saat ibunda Aisyahย radhiallahu โanhu berusia 18 tahun, di pangkuannya, sang suami tercinta wafat meninggalkannya untuk selamanya. Dan saat berusia 65 tahun ia pun baru menyusul sang kekasih pujaan hati. Selama 47 tahun Aisyah hidup sendiri tanpa suami.
4. Hafshah binti Umar bin al-Khattab
Wanita Quraisy berikutnya yang merupakan ibu dari orang-orang yang beriman adalah Hafshah putri dari Umar al-faruq. Hafshah dilahirkan pada tahun ke-18 sebelum hijrah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Hafshah adalah istri dari pahlawan Perang Badar, Khunais bin Khudzafah as-Sahmiย radhiallahu โanhu. Bersama Khunais, Hafshah mengalami dua kali hijrah, ke Habasyah lalu ke Madinah. Khunaisย radhiallahu โanhuย wafat karena luka yang ia derita saat Perang Badar.
Setelah Khunaisย radhiallahu โanhu wafat, Umar berusaha mencarikan laki-laki terbaik untuk menjadi suami putrinya ini. Ia mendatangi Abu Bakar dan Utsman, namun keduanya bukanlah jodoh bagi anak perempuannya. Lalu Rasulullah sawย meminang Hafshah. Betapa bahagianya Umar, selain menjadi sahabat Rasulullah, ia pun mendapatkan kehormatan dengan memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi yang mulia.
Pernikahan Hafshah dengan Rasulullah saw terjadi pada tahun ke-3 H. saat itu usia Hafshah adalah 21 tahun. Ia hidup bersama Rasulullah, membangun keluarga selama 8 tahun. Saat usianya menginjak 29 tahun, Rasulullah sawย wafat. Dan Hafshah wafat pada usia 63 tahun tahun 45 H, pada masa pemerintahan Utsman bin Affanย radhiallahu โanhu.
5. Zainab binti Khuzaimah
Keistimewaan ummul mukminin Zainab binti Khuzaimah adalah ringannya beliau dalam berderma. Karena hal ini, ia dijuluki ibunya orang-orang miskin. Zainab binti Khuzaimah adalah seorang wanita Quraisy janda dari pahlawan Perang Uhud, Abdullah bin Jahsyย radhiallahu โanhu.
Setelah menjanda, Rasulullah sawย menikahinya di bulan Ramadhan tahun 3 H. Namun kebersamaannya dengan Rasulullah sawย tidaklah berlangsung lama. Ummul mukminin Zainab bin Khuzaimah wafat saat pernikahannya dengan Rasulullah baru berumur 8 bulan atau bahkan kurang dari itu. Dan saat itu usia Zainabย radhiallahu โanha 30 tahun. Dengan demikian Rasulullah sawย dua kali merasakan wafat ditinggal istrinya.
Baca Juga:
6.ย Ummu Salamah, Hindun binti Abi Umayyah Radhiyallahu โAnha
Nama Ummu Salamah adalah Hindun binti Umayyah. Ia adalah wanita Bani Makhzum anak dari salah seorang yang paling dermawan dari kalangan Quraisy, Umayyah bin al-Mughirah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, suaminya adalah seorang muhajirin yang pertama-tama memeluk Islam, ia adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Qurasyi.
Ummu Salam dilahirkan pada tahun 24 sebelum hijrah. Nabi Muhamad menikahinya di tahun 4 H. Saat itu usianya menginjak 28 tahun. Hikmah dari pernikahan Nabi Muhammad dengan Ummu Salamah adalah pemuliaan terhadap Ummu Salamahย radhiallahu โanha. Ia dan suaminya adalah orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam sebagai orang-orang pertama menyambut dakwah Islam. Ummu Salamah juga memiliki 4 orang anak yang menjadi yatim. Nabi Muhammadย menjadi penanggungnya dan keempat anaknya.
Ummu Salamahย radhiallahu โanhaย memiliki usia cukup panjang, 85 tahun. Ia wafat pada tahun 61 H, pada saat pemerintahan Yazid bin Muawiyah.
7. Zainab binti Jahsy
Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy dilahirkan pada tahun 32 sebelum hijrah. Ibunya adalah Umaimah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullahย saw. Ummul mukminin Zainab binti Jahsy adalah wanita terhormat saudari dari Abdullah bin Jahsy, sang pahlawan Perang Uhud yang dimakamkan satu liang dengan paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalibย radhiallahu โanhu.
Sebelum menjadi istri Rasulullah saw, Zainab adalah istri dari anak angkat Nabi yakni Zaid bin Haritsahย radhiallahu โanhu. Pernikahan keduanya tidak berjalan langgeng karena perbedaanย kafaโah. Akhirnya perceraian pun terjadi.
Lalu Zainab dinikahi Nabiย saw. Ketika itu, Zainab berusia 37 tahun. Berjalanlah biduk rumah tangga Rasulullah dengan Zainab selama 6 tahun, hingga Rasulullah wafat. Di antara keistimewaan Zainab binti Jahsyย radhiallahu โanhaย adalah Allahย Taโalaย yang menjadi walinya saat menikah dengan Rasulullah.
Di antara hikmah pernikahan Rasulullah sawย dengan Zainab adalah meluruskan budaya yang keliru pada masyarakat kala itu. Orang-orang saat itu beranggapan bahwa anak angkat sama statusnya dengan anak kandung. Anggapan ini tentu saja akan berdampak pada hukum-hukum syariat yang lainnya; waris, mahram, pernikahan, dll. Tradisi dan anggapan ini kian mengakar di masyarakat Islam pada saat itu sehingga perlu diluruskan. Karena itu, Allahย Taโala memerintahkan Nabi Muhammadย untuk menikahi Zainab binti Jahysย radhiallahu โanha, untuk menghapus anggapan demikian. Jika tidak anggapan ini akan berdampak berat bagi umat manusia, secara khusus lagi umat Islam.
Ummul mukminin Zainab binti Jahsyย radhiallahu โanhaย wafat pada masa pemerintahan Umar bin al-Khattab tahun 21 H dengan usia 53 tahun.
8. Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar
Ummul mukminin Juwairiyah binti al-Harits al-Kuzaโiyah al-Qurasyiyah dilahirkan tahun 14 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sangat cantik dan memiliki kedudukan mulia di tengah kaumnya. Ayahnya, al-Harits bin Abi Dhirar, adalah kepala kabilah Bani Musthaliq.
Suatu hari al-Harits bin Abi Dhirar mengumpulkan pasukan untuk menyerang Rasulullahย saw. Mendengar kabar tersebut, Rasulullah segera bertindak cepat dan bertemulah kedua pasukan di sebuah oase yang dikenal dengan Muraisiโ. Peperangan itu dimenangkan oleh Rasulullahย shallallahu โalaihi wa sallamย dan para sahabatnya. Al-Harits bin Abi Dhirar tewas dalam peperangan sedangkan Juwairiyah bin al-Harits menjadi tawanan.
Juwairiyah dijatuhkan sebagai bagian dari Tsabit bin Qais bin Syammas yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya. Namun Juwairiyah tidak menerima hal ini. Ia datang kepada Nabiย Muhammadย agar bersedia menebus dirinya. Lalu Nabiย shallallahu โalaihi wa sallam menawarkan tawaran yang lebih terhormat daripada hal itu. Nabi menawarkan diri untuk menikahinya. Dengan gembira Juwairiyah menerima tawaran Nabi Muhammad saw.
Pernikahan Rasulullah sawย dengan Juwairiyah berlangsung pada tahun ke-5 H. Saat itu ummul mukminin Juwairiyah binti al-Haritsย radhiallahu โanha berusia 19 atau 20 tahun. Rumah tangga nubuwah ini berlangsung selama 6 tahun.ย Ummul mukminin Juwairiyah binti al-Harits wafat pada tahun 56 H saat berusia 70 tahun.
9. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab
Sebelum memeluk Islam, Ummul mukminin Shafiyah binti Huyai adalah seorang wanita Yahudi dari Bani Nadhir. Ayahnya, Huyai bin Akhtab, adalah tokoh terkemuka di kalangan Yahudi dan termasuk ulama Yahudi di masa itu. Nasab ummul mukminin Shafiyahย radhiallahu โanhaย bersambung sampai Nabi Harun bin Imranย โalaihissalam. Jadi beliau adalah wanita dari kalangan Bani Israil. Ummul mukminin Shafiyah lahir pada tahun 9 sebelum hijrah.
Setelah Bani Nadhir diusir dari Madinah, mereka hijrah menuju perkampungan Yahudi di Khaibar. Dalam Perang Khaibar, Allahย Taโalaย memenangkan kaum muslimin. Banyak harta rampasan perang dan tawanan yang dikuasai oleh kaum muslimin. Di antara mereka adalah Shafiyah binti Huyai. Awalnya Shafiyah termasuk pendapatan perang dari sahabat yang mulia, yang Malaikat Jibril sering datang dalam bentuk fisiknya yaitu Dihyah bin Khalifahย radhiallahu โanhu. Namun karena kedudukan Shafiyah, ada seorang sahabat yang datang mengajukan agar Rasulullah sawย menerima Shafiyah. Kemuliaan Shafiyah sebagai wanita pemuka Bani Quraizhah dan Bani Nadhir hanya layak disandingkan dengan Rasulullah saw.
Setelah menerima Islam, Rasulullah menikahi Shafiyah. Pernikahan pun dilangsungkan, yaitu pada tahun 8 H. Rumah tangga mulia ini berlangsung selama 4 tahun hingga wafatanya Nabiย shallallahu โalaihi wa sallam.
Hikmah pernikahan ini adalah Islam menjaga kedudukan seseorang, tidak merendahkannya malah menjadikannya kian mulia. Siapa yang mulia sebelum Islam, maka dia juga dimuliakan setelah berislam.
Ummul mukminin Shafiyah binti Huyai wafat pada tahun 50 H di zaman pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyanย radhiallahu โanhu. Saat itu usia beliau 59 tahun.
Baca Juga:
10.ย Ummu Habibah binti Abi Sufyan Radhiyallahu โAnhuma
Nama Ummu Habibah adalah Ramlah binti Abu Sufyan. Beliau dilahirkan pada tahun 25 sebelum hijrah. Ia merupakan putri dari salah seorang tokoh Quraisy yakni Abu Sufyan bin Harbย radhiallahu โanhu.
Ummu Habibahย radhiallahu โanhaย masuk Islam lebih dahulu dibanding ayahnya dan saudara laki-lakinya, Muawiyah bin Abu Sufyan. Bersama suaminya Ubaidullah bin Jahsy ia hijrah ke negeri Habasyah. Namun sayang, ketika di Habasyah suaminya murtad berpindah agama menjadi seorang Nasrani. Ummu Habibah dihadapkan pada kenyataan pahit, apakah harus turut bersama suaminya menjadi Nasrani, bertahan di Habasyah hidup dalam pengasingan, atau kembali ke Mekah dalam kekangan sang ayah yang tatkala itu masih kafir.
Akhirnya kabar gembira tak terduga datang menghampiri Ummu Habibah. Melalui an-Najasyi, Rasulullah saw melamarnya. Pernikahan pun digelar, namun ada sesuatu yang berbeda dengan pernikahan ini, saat resepsi mempelai laki-lakinya diwakilkan oleh an-Najasyi. Karena Rasulullah berada di Madinah. Pada tahun 6 atau 7 H, barulah Ummu Habibahย radhiallahu โanha tiba di Madinah. Saat itulah kehidupan rumah tangganya bersama Rasulullah dimulai. Usia rumah tangga ini berjalan selama kurang lebih 4 tahun, berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad.ย Ummu Habibah wafat pada tahun 69 H dengan usia 44 tahun.
11.ย Maimunah binti al-Harits bin Hazn
Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits dilahirkan pada tahun 29 sebelum hijrah. Ia adalah saudari dari Ummu al-Fadhl, istri paman Nabi, al-Abbas bin Abdul Muthalib. Ia juga merupakan bibi dari Abdullah bin Abbas dan Khalid bin al-Walidย radhiallahu โanhuma.
Maimunah binti al-Harits adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabiย Muhammad. Saat menikah dengan Nabi, ia telah berusia 36 tahun. Nabi menikahinya pada tahun 7 H, satu tahun setelah perjanjian Hudaibiyah.
Hikmah dari pernikahan Nabi dengan ummul mukminin Maimunah adalah menundukkan hati Bani Hilal untuk menerima Islam, kemudian meneguhkan keislaman mereka.
Pada saat mengadakan safar antara Mekah dan Madinah, tahun 51 H, ummul mukmini Maimunah binti al-Harits wafat. Usia beliau saat itu adalah 80 atau 81 tahun.
Baca Juga: 7 Tips Hubungan Badan di Bulan Ramadhan, Tetap Nikmat dan Halal!



Komentar