CERITA KELAM SINGOSARI
Duka kematian seratus dua puluh tujuh nyawa Melayang hanya karena kekalahan di sepakbola Terluka oleh gas air mata di pura Kanjuruhan
Duka kematian seratus dua puluh tujuh nyawa Melayang hanya karena kekalahan di sepakbola Terluka oleh gas air mata di pura Kanjuruhan
Coba ceritakan, di episode mana aku terlihat tidak menyayangimu ?
Hidup bukan hanya validasi Tapi juga apresiasiÂ
Dunia mulai memperlihatkan sebuah gejala Yang memberi ancaman hal mengerikan selain Ebola
Jika aku lelah, siapa lagi yang bersedia mendengar tangisanku ini? Apakah kita benar-benar berhenti sampai di sini dan menjadi asing kembali?
Riuh rendah hingga sunyi senyap. Kaki terus melangkah menuju keabadian
Di belahan langit timur, di antara pendar cahaya yang berkelap-kelip itu, kusenandungkan syair rindu untukmu.
Jika menjadi dewasa adalah sebuah hal yang menakutkan, lalu apa kabar dengan masa depan yang selama ini kau harapkan?
Ingin aku tak terpisahkan Walau jarak ada di antara kita Walau apapun yang akan terjadi
Reguklah madu kebahagian pada saat kebangkitanmu nanti
Hidup terlalu indah untuk dilewatkan dengan ratapan dan kecaman. Carilah teman seperjalanan yang selalu mengerti dan menemani