Manfaatkan Peluang Usaha Musiman, Berikut 7 Ide Bisnis di Bulan Ramadhan

Bulan suci Ramadhan memang menjadi sumber rezeki sekaligus berkah bagi banyak orang, terutama masyarakat di Indonesia. Tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk menjajal beragam peluang usaha kekinian guna mendapatkan penghasilan tambahan.
Walaupun bagi sebagian kalangan berbinis di bulan Ramadhan bersifat musiman, akan tetapi omzet dan nilai keuntungan yang diperoleh setiap hari rupanya cukup lumayan lho!
Melihat tingginya aktivitas belanja masyarakat tersebut, kita bisa memanfaatkannya untuk mencoba beberapa usaha kecil-kecilan. Berikut beberapa ide bisnis di Bulan Ramadhan yang Laris Manis
1. Jualan aneka takjil
Menjual aneka makanan takjil bisa melalui dua cara, yakni memproduksinya sendiri atau menjadi seorang reseller.
Menjual makanan takjil dengan membuatnya sendiri sejak dari mulai matahari terbit hingga pukul 15.00 sore memang melelahkan. Karena kita harus belanja, memasak, dan memasarkannya seorang diri. Namun lelah tersebut akan terbayarkan saat dagangan kita habis terjual.
Opsi tersebut tentu berbeda ketika kita menjadi reseller dengan cara membeli makanan dari pembuatnya langsung dan menjualnya kembali dengan mengambil keuntungan tertentu. Opsi ini bisa dipilih apabila kita tidak memiliki cukup waktu untuk memasak atau pun ingin lebih praktis.
Hidangan takjil yang paling diminati masyarakat sejauh ini seperti
- Aneka gorengan seperti risoles, tahu isi, bakwan, lumpia, pisang molen, pisang goreng, dan sebagainya,
- Jajanan tradisional seperti lemper, kue talam, kue lumpur, klepon, kue lapis, onde-onde, kolak pisang, biji salak, dan masih banyak lagi
- Dessert kekinian seperti kue pie, martabak manis, dan pancake
- Berbagai minuman segar seperti es teh, es kuwut, es oyen, sup buah, es teler, dan lain-lain.
Baca Juga:
2. Berjualan Kurma
Kurma menjadi buah yang paling dicari dan diminati umat muslim saat bulan puasa. Hal ini dikarenakan kurma merupakan buah yang disunahkan oleh Rasulullah saw untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kamu bisa menjualnya secara online maupun offline. Awalnya, kamu harus mencari supplier kurma terpercaya dengan harga paling kompetitif dan menyediakan beragam varian. Mulai dari kurma ajwa, sukkari, medjool, safawi, shalabi, kurma Tunisia, suqa’i, dan sebagainya.
Setelah mendapatkan supplier kurma, kita bisa mulai mempromosikan produk melalui media sosial atau menggunakan teknik pemasaran dari mulut ke mulut.
3. Membuat dan menjual amplop Lebaran
Kalau punya kemampuan dalam bidang desain dan kerajinan, boleh nih manfaatkan bulan puasa untuk membuat desain dan membuat sendiri amplop lebaran.
Amplop yang laris manis, biasanya berbentuk unik dengan gambar-gambar yang menarik. Bahannya juga bermacam-macam, bisa menggunakan kertas, kain bekas, plastik, dan lain-lain.
Jangan takut tidak laku, kalau amplop kamu menarik dan unik pasti banyak yang beli. Amplop juga bukan barang basi seperti makanan. Kamu bisa mendesain ulang amplop tersebut untuk dijual di hari imlek, natal, atau lebaran yang akan datang.
Untuk bisa mendapatkan tawaran pertama kita bisa menjualnya melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, TikTok, dan lain-lain.
4. Katering Sahur
Ide bisnis di bulan Ramadhan yang bisa dicoba selanjutnya adalah katering sahur atau menyediakan makanan sahur dengan sistem pre order online.
Jenis peluang usaha seperti ini sangat cocok bagi kamu yang tinggal di lingkungan kos-kosan, komplek perumahan, area kontrakan para pekerja pabrik dan kantoran. Biasanya para mahasiswa dan pekerja pabrik juga karyawan kantoran yang hidup merantau lebih sering membeli makan di luar.
Melihat kondisi tersebut agaknya bisa dimanfaatkan untuk membuka katering sahur dengan beragam menu. Kelebihan katering sahur adalah kita tidak perlu mendirikan warung tenda atau tempat makan di tempat, sehingga bisa meminimalisasi biaya operasional.
Walaupun begitu, untuk membangun bisnis katering sahur diperlukan keuletan dan kedisiplinan yang luar biasa karena pelayanan serta jaminan kualitas produk sangat menentukan apakah pembeli akan memesan kembali atau justru hanya mencoba sekali karena penasaran.
5. Binis kue kering dan hamper
Sama halnya berjualan takjil, menjual aneka kue kering juga bisa dipraktikkan lewat dua cara, yakni self production dan menjadi seorang reseller.
Apabila ingin membuatnya sendiri, pastikan kita sudah lumayan expert dalam menciptakan aneka varian kuker (kue kering) dan punya kualitas produk unggulan.
Agar bisa menarik pelanggan lebih banyak, kita bisa mendesain kemasan produk dengan menarik. Seperti memberi stiker, pilih kemasan yang paling cocok, dan beri kartu ucapan sebagai tanda rasa terima kasih pada pelanggan karena telah membelinya.
Selain kue kering, bisnis di bulan Ramadhan yang juga sangat laris manis adalah hamper. Biasanya hamper dipesan dalam waktu satu hingga dua minggu sebelum lebaran. Hamper umumnya akan dikemas dalam wadah seperti keranjang, anyaman bambu, kotak kostum kekinian, tas kantong, dan sejenisnya.
Beberapa produk yang sering jadi hamper adalah set pakaian hari lebaran, hijab, bumbu dapur, kue kering, camilan siap santap, dan sebagainya.
Untuk berjualan hamper, kita harus pandai dalam mendekorasi bingkisan atau hantaran yang akan diberikan pada pelanggan. Mulai dari penataan produk, pemilihan warna wadah, kartu ucapan, dan desain pada tampilan luar yang memikat.
Namun jika memang belum mahir, maka bisa jadi reseller atau dropshipper seperti beberapa orang kebanyakan.
6. Jualan baju lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri nanti, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh penjual pakaian. Pebisnis pakaian khususnya pedagang baju lebaran menjadi pihak yang diuntungkan.
Sudah menjadi kebiasaan, pembelian produk fashion khususnya baju lebaran dan alat perlengkapan ibadah, menjelang momen hari raya Idulfitri cenderung meningkat.
Bisnis ini bisa dimulai jauh hari sebelum masuk bulan Ramadhan. Kamu bisa memulai mencari pakaian yang akan dijual jauh hari sebelum Ramadhan, karena harganya relatif lebih murah.
Baca Juga:
7. Travel dan sewa mobil
Tradisi lebaran yang satu ini pun tidak dapat dilewatkan begitu saja, yaitu mudik. Setelah sekian lama merantau di kota, Ramadhan dan Idul Fitri merupakan saat yang tepat kembali ke kampung halaman untuk bersua dengan keluarga dan kerabat.
Tidak hanya dibutuhkan oleh pemudik saja, kebutuhan moda transportasi juga diperlukan oleh orang-orang yang ingin berlibur. Lama waktu libur lebaran yang cukup panjang dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk pergi berwisata bersama keluarga atau teman.
Nah, inilah kesempatan yang baik untuk menawarkan travel kamu. Kamu bisa menyediakan angkutan untuk mudik dan libur lebaran. Bisa anter jemput mudik ataupun sewa mobil harian (dengan supir atau lepas kunci).
Nah, untuk kamu yang mau mencoba ide bisnis di bulan Ramadhan ini, persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Meningkatnya daya beli masyarakat di bulan Ramadhan, bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Karena bulan puasa tidak hanya penuh berkah bagi orang yang beribadah, namun juga bagi siapapun yang mencari rezeki.
Baca Juga: Manfaatkan Momentum Hari Raya, Ini dia 5 Ide Bisnis Saat Lebaran!