Hepatitis Akut Pada Anak: Kenali Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya!

Pencegahan dan penanggulangan yang tepat dari hepatitis akut pada anak sangat penting untuk mengurangi jumlah kasus dan dampak yang ditimbulkan.


2

Awal tahun 2023 bukanlah akhir dari kasus hepatitis akut pada anak. Faktanya, berdasarkan survei WHO pada Desember 2022 ada sekitar 7.015 kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 0,12% dan mortalitas 1,2 per 100.000 jiwa. Selain itu, data menunjukkan bahwa telah menelan 84 anak yang meninggal akibat infeksi, dan angka kelanjutan kronis yang tercatat sebesar 2,7%.

Hepatitis adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan penyakit ini dapat berkembang menjadi kronis. Meskipun hepatitis sering dihubungkan dengan orang dewasa, jumlah anak di Indonesia yang mengalami hepatitis akut juga meningkat. Penyebab hepatitis akut pada anak bisa berasal dari infeksi virus, makanan yang tercemar, atau masalah kesehatan lainnya. Setiap anak berisiko terkena hepatitis akut.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui lebih lanjut tentang gejala, pencegahan, dan pengobatan hepatitis akut pada anak di Indonesia.

Apa sih Hepatitis akut itu?

Hepatitis akut adalah kondisi akut yang terjadi ketika hati mengalami kerusakan. Pada anak-anak, hepatitis akut adalah penyebab utama masalah hati. Jika tidak diobati, jenis hepatitis ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang permanen. Ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan infeksi pada hati. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, atau E.

Komplikasi hepatitis akut pada anak dapat meliputi gagal hati, gagal ginjal, perdarahan, dan infeksi bakteri. Pada kasus yang parah, infeksi bisa menyebabkan kematian. Komplikasi jangka panjang dari hepatitis akut pada anak termasuk kerusakan hati permanen, penyakit hati kronis, atau kanker hati.

Gimana gejalanya?

Anak-anak yang terkena hepatitis akut biasanya memiliki gejala yang mirip dengan flu. Gejala umum termasuk nyeri otot dan sendi, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Gejala lain dapat termasuk penurunan berat badan, sakit perut, dan peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Apa penyebabnya?

Penyebab utama hepatitis akut pada anak adalah infeksi virus. Infeksi ini dapat disebabkan oleh kontak dengan orang lain yang terinfeksi virus, misalnya melalui kontak langsung atau melalui pemakaian benda-benda yang telah terkontaminasi.

Hepatitis akut pada anak bisa juga disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan atau makanan tertentu. Reaksi alergi dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan menyebabkan infeksi virus.

Baca Juga: Inovasi Green Hand Sanitizer “NICTA” Berbasis Limbah Tembakau

Gimana pencegahannya?

Tindakan pencegahan utama untuk mencegah hepatitis akut pada anak adalah dengan menjaga kebersihan yang baik, mencuci tangan secara teratur, dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi virus.

Orang tua juga harus mengikuti praktik pencegahan yang direkomendasikan oleh dokter. Ini termasuk menerapkan kebersihan yang baik, membatasi kontak dengan orang yang terinfeksi virus, dan memastikan bahwa anak-anak menerima vaksinasi yang tepat.

Lalu gimana pengobatannya?

Pertama-tama, Orang tua harus melakukan diagnosis yang biasanya didasarkan pada gejala klinis, tes darah, dan tes hati. Untuk menentukan jenis virus, tes darah khusus dapat dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk buah hati kita.

Setelah itu, Pengobatan untuk hepatitis akut pada anak dapat bervariasi tergantung pada jenis virus yang menyebabkan infeksi. Pengobatan umumnya melibatkan terapi antivirus, obat-obatan hati, terapi nutrisi, dan istirahat. Jadi, segera konsultasikan hal ini kepada dokter ya.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel ini adalah bahwa hepatitis akut pada anak di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang serius. Pencegahan dan penanggulangan yang tepat dari hepatitis akut pada anak sangat penting untuk mengurangi jumlah kasus dan dampak yang ditimbulkan.

Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan vaksinasi yang tepat, meningkatkan kesadaran tentang pencegahan hepatitis akut, memberikan layanan kesehatan yang tepat, serta mengajarkan tentang kebersihan pribadi dan lingkungan.

Akhirnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat dapat membantu untuk mengurangi insiden hepatitis akut pada anak di Indonesia.

Baca Juga: 5 Penyebab Bibir Kasar dan Kering

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

2

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *