Travel

Berburu Blue Fire, Menembus Kegelapan Malam Menuju Kawah Ijen

Gunung Ijen atau biasa disebut Kawah Ijen terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi. Ia berada di ujung timurnya Pulau Jawa. Gunung Ijen ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Menurut penduduk lokal, dari 3 barisan gunung aktif di lokasi ini, cuma Gunung Ijen yang meletus dan sukses membuat sebuah kawah besar di tengahnya.

Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya. Jika cuca cerah kita juga dapat melihat selat Bali dari kejauhan.

Kawasan wisata Kawah Ijen terbagi ke dalam dua kecamatan dan dua kabupaten, yaitu Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, serta Kecamatan Sempol yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Rute menuju kawah Ijen

Untuk mencapai kawasan wisata Kawah Ijen, melalui Kota Bondowoso dengan menggunakan angkutan darat  kemudian ke Kabupaten Situbondo sekitar 2,5—3 jam, melewati jalan beraspal mulus sejauh + 90 km. selanjutnya Dari Desa Sempol, ke Pos Paltuding yang berjarak sekitar 15 km dari Desa Sempol.

Jika perjalanan dimulai dari arah selatan (Kabupaten Banyuwangi), para pelancong membutuhkan waktu sekitar 30 menit (+ 15 km) untuk sampai di Kecamatan Licin, Banyuwangi, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pos Paltuding sejauh 18 km. Dari Kecamatan Licin menuju Pos Paltuding

Pos Paltuding merupakan pos terakhir sebelum melakukan pendakian. Dari Pos Paltuding, dapat melakukan pendakian menuju Kawah Ijen sejauh 2—3 km. Pendakian sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk menghindari pekatnya asap belerang. Pada pukul 14.00 WIB, jalur pendakian biasanya ditutup untuk alasan keamanan, karena dikhawatirkan angin yang mengandung belerang mengarah ke jalur pendakian sehingga membahayakan

Kawah Ijen telah memiliki berbagai fasilitas dan akomodasi yang cukup memadai. Jalan beraspal dari Kota Bondowoso menuju Kawah Ijen, misalnya, terbilang mulus dan sangat memadai. Bagi wisatawan yang bertamasya menggunakan kendaraan pribadi, maka area parkir di Pos Paltuding dapat menjadi tempat yang aman untuk memarkir kendaraan. Tak hanya itu, di pos ini juga terdapat beberapa fasilitas untuk bermalam, seperti pondok wisata, penginapan, area perkemahan, serta warung makan.

Baca Juga:

Menyaksikan Fenomena Blue Fire

Blue Fire Kawah Ijen e1774448904929
Blue Fire Kawah Ijen (sinergijatim)

Fenomena alam Blue Fire seringkali menjadi alasan utama kenapa orang berkunjung ke Kawah Ijen. Blue Fire berpijar dari bawah celah-celah batuan yang berasal dari cairan belerang yang mengalir tanpa henti. Cairan belerang yang kering tertiup angin ini kemudian menjadi batu lalu dicacah para penambang. Fenomena ini hanya bisa disaksikan saat malam hari sampai sebelum matahari terbit.

Sungguh suatu pengalaman tak terlupakan, bisa menyaksikan pemandangan Kawah Ijen yang dikelilingi kaldera nan megah dan tampak juga kepulan asap putih belerang bergerak tertiup angin. Pemandangan Kawah Ijen begitu menakjubkan ketika disinari matahari pagi dengan memancarkan kemilau hijau toska.

Pendakian dari Pos Paltuding ditutup selepas pukul 14.00 WIB karena pekatnya asap dan kemungkinan mengarah ke jalur pendakian. Sebaiknya pendakian dilakukan pagi hari sebelum belerang naik, Jika mendaki di atas pukul 10.00 WIB maka kecil kemungkinan bisa melihat kawah secara utuh karena tertutup asap belerang yang tebal.

Penambang Belerang di Kawah Ijen

Penambang belerang e1774449063465
Penambang belerang di kawah Ijen (pemkab Banyuwangi)

Jauh ke Kawah Ijen terlihat para penambang sulfur atau belerang. dengan kecakapan dan keahlian Para penambang ini menaiki punggung gunung yang terjal, kemudian menuruni lereng kawah menuju dinding-dinding belerang yang akan mereka pecahkan menggunakan peralatan sederhana.

Para penambang belerang tradisional yang menggunakan peralatan seadanya menerjang bau gas belerang dipinggiran kawah yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas beracun. Paparan gas belerang dalam jangka panjang, ancaman terjatuh di  kawah dan gas beracun yang bisa muncul sewaktu-waktu, menjadikan pekerjaan ini salah satu pekerjaaan paling berbahaya di dunia. Tak ayal jika aktivitas kerja para penambang di Kawah Ijen menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung terutama dari wisatawan mancanegara.

Tak hanya bahaya menerjang gas belarang yang beracun, para penambang harus mencacah bebatuan belerang di pinggiran tersebut kemudian bongkahan ditempatkan pada dua keranjang kayu yang bertanya bisa mencapai 100 kg dan dipikul menuruni gunung sejauh 3 KM.

Baca Juga:

Tips Berwisata ke Kawah Ijen

Jika kamu belum terbiasa mendaki gunung, sebaiknya tidak ceroboh. Banyak hal yang mesti dipersiapkan untuk menuju ke sana. Berikut beberapa tips untuk mendaki kawah ijen

  • Gunakanlah sepatu yang nyaman untuk trekking ke Kawah Ijen, bawalah bekal makanan kecil dan air minum serta gunakanlah jaket dan pakaian tebal karena suhu sangat dingin.
  • Jangan lupa membawa senter/headlamp serta masker penutup hidung untuk menghadapai bau asap belerang yang menyengat, basahi dengan air jika bau belerang sangat pekat
  • Jalur turun menuju pinggiran kawah sangat berbahaya, jangan memaksakan turun ke pinggiran kawah tanpa masker khusus dan guide, berhati-hatilah saat turun ke karena keselamatan menjadi tanggung jawab kamu sendiri.
  • Waktu terbaik bila ingin mengunjungi Kawah Ijen ini adalah pada musim kemarau, karena saat musim hujan jalur pendakian yang dilalui akan licin dan sering terjadi longsor serta sering tertutup kabut yang cukup tebal.
  • Pendakian dari pos Paltuding dibuka pukul 02:00 WIB. Terdapat guest house Paltuding milik Departemen Kehutanan yang dapat disewa untuk umum mulai dari harga Rp100.000,- hingga Rp300.000,- per malamnya.
  • Tersedia juga camping ground di pos Paltuding dengan fasilitas yang cukup baik, ini menjadi pilihan tepat jika kamu ingin menghemat biaya perjalanan. Alternatif lainnya, kamu bisa mencari penginapan/Hotel yang banyak terdapat di kota Banyuwangi.
  • Sangat sulit ditemukan sinyal telepon selular di di kawasan Kawah Ijen, jadi jika kamu pergi bersama rombongan, usahakanlan agar tidak terpisah.

Baca Juga: 10 Spot Foto Terbaik di Gunung Bromo, Dijamin Instagramable!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button