5 Macam Jenis Teh untuk Diminum

Pengembangan dalam teknik penanaman dan pengolahan menghasilkan beberapa jenis teh yang berbeda


Ilustrasi salah satu jenis teh di dunia

Minum teh telah menjadi budidaya dan tradisi yang dikenal di Asia Tenggara. Meski dikatakan bahwa teh telah dinikmati sejak 2700 SM, tetapi teh tidak diperkenalkan ke dunia barat. Hingga awal abad ke-17, negara Hindia Timur Belanda membawa ekspor teh Cina pertama.

Semenjak itulah, teh berkembang luas menjadi minuman populer. Perkembangan dalam teknik penanaman dan pengolahan sudah menghasilkan beberapa varietas teh yang berbeda. Berikut ini ada sejumlah jenis teh hasil dari perkembangan pengolahan manusia.

1.  Teh hitam

Teh hitam (freepik/@8photo)

Teh hitam merupakan jenis teh yang sejati. Minuman ini dibuat dari daun Camellia sinensis dan diproses pertama kali. Uniknya, setelah daun dipetik akan teroksidasi. Saat tingkat oksidasi yang diinginkan terpenuhi, proses pun dihentikan dengan memaparkan daun ke sumber panas. Hasilnya berupa teh yang kaya akan kandungan tannin dalam rasa.

Teh hitam memiliki rona kuning ketika diseduh. Karenanya, di negara-negara tertentu seperti Cina disebut teh merah atau hong cha. Banyak varietas teh hitam yang diberi nama berdasarkan daerahnya, seperti teh Assam, Ceylon dan Darjeeling yang masing-masing berasal dari India, Sri Lanka dan India.

Baca Juga:

2.  Teh hijau

Teh hijau (freepik/zirconicusso)

Teh hijau juga dikenal dengan green tea. Pembuatan teh hijau dilakukan dengan cara dikukus atau dibakar setelah panen. Tujuannya untuk mempertahankan kualitas asli daun teh setelah panen. Teh hijau China kebanyakan diproses dengan cara dibakar di wajan besar. Sedangkan teh hijau Jepang dikukus di dalam nampan bambu. Rasa antara teh hijau China dan Jepang, berbeda.

Daun teh yang dibakar akan menghasilkan rasa yang lebih ringan dan menenangkan. Sedangkan mengukus daun menghasilkan rasa yang lebih beraroma alami. Kedua proses ini melibatkan penggulungan dan pengeringan daun setelah dipanaskan. Di Jepang, teh hijau yang paling banyak dikonsumsi adalah Sencha dan Matcha. Sedangkan di China, varietas teh hijau paling populer adalah Long Jing dan Liu An Gua Pian.

3.  White tea

White tea (freepik/@jcomp)

White tea atau teh putih merupakan jenis teh yang lembut. Kelembutannya ini diperoleh dari daun tanaman yang langsung diproses bahkan sebelum daun terbuka. Ini berarti pembuatan white tea membutuhkan waktu yang lebih pendek. Karena itulah white tea memiliki harga yang lebih mahal dibanding jenis teh lainnya. White tea juga diproses secara minimal, yakni tak digulung dan sangat teroksidasi.

Pembuat white tea akan sangat berhati-hati dalam menyeimbangkan panas dan kelembaban pengeringan daun. Metode pembuatan white tea dipadukan dengan daun muda, sehingga menghasilkan teh yang kaya antioksidan, polifenol, serta flavonoid. Ketika diseduh, white tea menghadirkan rasa ringan dan segar.

4.  Teh Oolong

Teh oolong (pixabay.com/WebTechExperts)

Teh Oolong juga berasal dari tanaman Camellia sinensis, tetapi diproses dengan berbagai cara. Proses ini menghasilkan rasa dan warna yang lebih luas dibandingkan kebanyakan teh. Teh Oolong dipanen dari daun yang sudah dewasa, sehingga memungkinkan teh oolong untuk memiliki kualitas dan rasa yang lebih kuat. Varietas teh Oolong yang populer adalah Da Hong Pao dan teh Wuyi.

Pembuatan teh Oolong yang berbeda, membuat penampilan teh ini lebih gelap dengan rasa yang lebih pekat. Teh Oolong memiliki rasa yang menenangkan dan lebih berwarna hijau gelap. Varietas Oolong bengkok jarang dijumpai karena proses pembuatannya lebih rumit. Kebanyakan varietas Oolong bengkok jarang ditemukan di pasaran.

Baca Juga:

5.  Teh Pu-erh

Teh Pu-erh (pixabay.com/横竖竖竖横折横撇捺)

Berasal dari Yunnan, China. Teh Pu-erh terbuat dari varietas Assamica berdaun besar tanaman Camellia sinensis. Terdapat dua kategori teh Pu-erh, yaitu sheng yang dikenal sebagai Pu-erh mentah dan shou artinya Pu-erh matang. Teh Pu-erh mentah terbuat dari daun teh layu yang dipanaskan dalam panci untuk memperlambat proses oksidasi. Daun tersebut kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

Pembuatan teh Pu-erh yang lebih matang, membuat rasa teh menjadi lembut. Pu-erh mentah lebih berkualitas dari rasa dan penampilan. Sedangkan Pu-er matang merupakan penemuan terbaru di dunia teh. Setelah daun dijemur, kemudian ditumpuk dan dibiarkan dalam keadaan yang terjaga. Proses pembuatan ini akan membuat rasa teh lebih harum.

Teh memang merupakan minuman paling favorit setelah air putih. Teh bisa dikatakan sebagai pelengkap dalam hidangan di atas meja. Biasanya teh akan disajikan di dalam cangkir untuk menikmati kesegaran rasanya. Itulah sedikit informasi mengenai jenis-jenis teh yang bisa diminum dan dikonsumsi oleh manusia.

Baca Juga: 8 Jenis Teh di Dunia, Tidak Terbuat Dari Daun Teh!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *