Science

10 Fenomena Astronomi Maret 2025, Ada Blood Moon sampai Cincin Saturnus “Menghilang”

Fenomena astronomi setiap bulannya selalu berbeda-beda, dan amat dinantikan bagi mereka yang mencintai astronomi, mungkin salah satunya adalah kamu. Tak terkecuali di bulan Maret ini, bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, banyak fenomena langit yang akan memukau kamu semua.

Namun, sebelum lebih jauh membahas fenomena apa yang akan terjadi di bulan Maret, saya jelaskan lebih dulu arti dari fenomena astronomi. Fenomena astronomi adalah peristiwa alam yang terjadi di langit, ini mencakup tentang pergerakan benda-benda langit dan ruang angkasa. Fenomena astronomi itu bisa kamu amati langsung dengan mata telanjang, juga bisa dengan bantuan alat-alat penunjang seperti teleskop dan sejenisnya.

Menurut informasi yang dilansir BRIN, Starwalk.space, Royal Museums Greenwich, dan calendar astronomy in The Sky, beberapa fenomena astronomi Maret 2025 ini akan menghiasi langit Indonesia dan dunia. Adapun fenomena yang akan terjadi adalah sebagai berikut:

1. Konjungsi Grand Planetary pada tanggal 1 sampai 4 Maret

Yang pertama, mengawali bulan ini, yaitu tanggal 1 sampai 4 maret akan terjadi fenomena yang disebut dengan konjungsi atau sejajarnya planet-planet. Tak tanggung-tanggung sampai tujuh planet langsung yang akan sejajar nantinya. Seperti planet Saturnus, Merkurius, Venus, Jupiter, Mars, Uranus, dan Neptunus.

Bahkan kamu bisa menyaksikan lima planet sejajar dengan mata telanjang. Planet-planet itu adalah Saturnus, Merkurius, Venus, Jupiter dan Mars. Sedangkan untuk melihat planet Neptunus dan Uranus kamu harus menggunakan teleskop atau teropong berdaya tinggi untuk dapat melihatnya.

Baca Juga:

2. Bulan Berdekatan dengan Uranus pada tanggal 5 Maret

Yang kedua, di tanggal 5 Maret nanti, Bulan akan berdekatan dengan planet Uranus. Jarak terdekatnya adalah 4°36’ dan waktu pendekatannya pukul 01:56 GMT.

Dari laman starwalk.space, Bulan yang memiliki tingkat pencahayaan 32% akan berada ekat dengan Uranus. Masih di tanggal yang sama, juga Bulan berada di dekat gugusan bintang Pleiades.

Kamu bisa mengamatinya melalui teropong atau teleskop.

3. Elongasi Merkurius Terbesar pada tanggal 8 Maret

Yang ketiga di tanggal 8 Maret, ada fenomena elongasi terbesarnya Merkurius di timur. Itu artinya planet Merkurius akan berada di jarak terjauh di sebelah timur Matahari. Ini terjadi untuk pertama kalinya di tahun ini.

Menurut starwalk.space, ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati Merkurius. Kamu bisa menyaksikan ini dengan bantuan teleskop atau teropong.

4. Bulan berada di dekat Mars pada tanggal 9 Maret

Selanjutnya, di tanggal 9 Maret terjadi fenomena Bulan yang berdekatan dengan planet Mars. Bulan yang diterangi oleh 74% cahaya matahari, akan berada dekat dengan Mars. Sedangkan waktu pendekatannya pukul 00:52 GMT, dan jarak pendekatannya antara 1°39’.

Fenomena langit yang satu ini bisa kamu saksikan dengan mata telanjang, juga dengan teropong.

5. Worm Moon pada tanggal 14 Maret

Yang kelima, di tanggal 14 Maret akan terjadi fenomena Worm Moon atau Bulan Purnama Cacing. Fase ini akan terjadi pada pukul 06:55 GMT, meskipun berlangsung sesaat, tetapi pada waktu ini bulan akan tampak terang.

Bulan Purnama Cacing juga sekaligus menjadi Bulan Mikro atau Micromoon. Itu artinya Bulan akan tampak berukuran 4% lebih kecil dan 8,3% lebih redup dari biasanya.

Kamu bisa menyaksikan peristiwa ini dengan mata telanjang, atau dengan bantuan teropong dan teleskop.

6. Gerhana Bulan Total (Blood Moon) pada tanggal 14 Maret

Yang keenam, pada tanggal 14 Maret nanti, antara pukul 06:26 GMT dan 07:31 GMT, seluruh Bulan akan melewati bayangan umbra Bumi, sehingga fenomena gerhana bulan total pun terjadi. Fenomena ini membuat bulan akan terlihat berwarna merah darah, sehingga fenomena ini juga disebut dengan Blood Moon atau Bulan Darah.

Menurut starwalk.space, Blood Moon akan jelas terlihat di Amerika Utara dan Amerika Selatan, terlihat terbit di Australia dan Asia Timur Laut, dan terbenam di Afrika dan Eropa.

7. Planet Venus Terlihat Dua Kali pada tanggal 18 sampai 21 Maret

Fenomena selanjutnya menjadi fenomena yang sangat langka. Di mana pada tanggal 18 sampai 21 Maret nanti, planet Venus akan terlihat dua kali dalam sehari.

Seperti kita ketahui bersama, jika planet Venus sering juga disebut “bintang senja” apabila munculnya sore hari dan “bintang fajar” ketika munculnya pagi hari. Akan tetapi, di tiga hari tersebut planet Venus akan terlihat dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari.

Untuk menyaksikannya kamu bisa melihatnya dengan mata telanjang, atau dengan bantuan teropong.

8. Ekuinoks Maret pada tanggal 20 Maret

Menurut Royal Museums Greenwich, peristiwa Ekuinoks terjadi ketika tidak ada belahan Bumi yang miring ke arah atau menjauh dari Matahari, sehingga waktu malam dan siang hari sama panjang.

Ekuinoks bulan Maret juga menandai dimulainya musim semi di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim gugur di Belahan Bumi Selatan.

9. Cincin Saturnus “Menghilang” pada tanggal 23 Maret

Fenomena langka selanjutnya terjadi pada tanggal 23 Maret, yaitu peristiwa “hilangnya” Cincin Saturnus.

Apa cincin Saturnus “hilang”? Tenang, sabar. Maksudnya tidak benar-benar hilang kok, peristiwa ini terjadi karena orbit Bumi yang melintasi bidang cincin planet Saturnus, sehingga piringan datar cincin Saturnus berada di tepi dari sudut pandang Bumi. Peristiwa ini akan menimbulkan seolah-olah cincin planet Saturnus “menghilang”.

Fenomena ini sangat langka loh, hanya terjadi setiap 15 tahun sekali.

Baca Juga:

10. Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal 29 Maret

Yang terakhir, sekaligus menutup rangkaian fenomena langit di bulan Maret, ada Gerhana Matahari Sebagian atau disebut juga Gerhana Matahari Parsial.

Menurut starwalk.space, pada tanggal 29 Maret, antara pukul 8:50 GMT dan 12:43 GMT, Bulan akan melewati antara Bumi dan Matahari, sehingga akan menutupi sebagian cakram Matahari. Akibat dari peristiwa ini terjadilah Gerhana Matahari Parsial.

Gerhana Matahari Parsial tidak melalui wilayah Indonesia. Gerhana Matahari ini akan terlihat di Eropa, Asia Utara, Afrika Utara dan Afrika Barat, sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan Utara, Samudra Atlantik, dan Arktik.

Itulah fenomena-fenomena yang akan terjadi pada bulan Maret 2025. Peristiwa langit memang sangat asyik untuk diikuti, dengan banyaknya pengamatan yang dilakukan berbagai organisasi di dunia, fenomena ini bisa disaksikan dengan ketepatan waktu yang sangat pas. Sehingga kamu yang kebetulan menggemari astronomi tidak akan ketinggalan menyaksikan setiap fenomenanya.

Dari fenomena yang memang sudah terjadi setiap tahunnya, sampai fenomena langka sekalipun.

Mari kita amati bersama-sama peristiwa langka ini dengan pengamatan langsung dengan mata telanjang, maupun dengan bantuan teleskop dan teropong.

Sampai di sini pembahasan tentang fenomena astronomi Maret 2025, sampai jumpa di fenomena-fenomena langit di bulan selanjutnya. Akhir kata, terima kasih masih bertahan dan semangat!

Baca Juga: Hujan Meteor Quadrantids, Fenomena Langit Menyambut Awal Tahun Baru

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button