Wajib Tahu! 4 Hal Ini Pantang Kamu Share Di Media Sosial

Tidak hanya lebay dan membahayakan, banyak hal yang tidak sepantasnya kamu share di media sosial


Ilustrasi share di media sosial (pixabay.com/ Erik_Lucatero)

Media sosial yang terhubung di dalam perangkat portabel tentu bukan barang baru yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan untuk era kini dan nanti. Hampir mustahil jika ditanya setiap manusia di muka bumi ini untuk tidak mengaku memiliki yang namanya media sosial.

Fungsinya yang sangat bervariatif ternyata berhasil memikat semua orang untuk berbondong-bondong menggunakannya sesuai dengan porsi kebutuhan, dari yang bersifat pribadi sampai yang bersifat komunal.

Sesuai dengan kegunaannya yang fleksibel dan mudah terkoneksi dengan siapa pun, ternyata ada suatu batasan yang harus diselami sebelum memutuskan untuk kamu share di media sosial.

Apa saja itu? Simak hal-hal yang pantang kamu share di media sosial dari penjelasan berikut ini!

1. Konflik permasalahan dengan orang lain

Coba diingat-ingat lagi, apa kamu pernah terlibat di dalam perselisihan dan berada pada situasi yang rumit sehingga menyeretmu ke dalam sebuah permasalahan dengan seseorang? Kalau kamu mengaku pernah dan bahkan terjadi hingga berkali-kali, sebaiknya kamu mesti berhati-hati mengungkapkan kekesalanmu di media sosial.

Ketika menghadapi sebuah konflik atau pertikaian, janganlah langsung melampiaskan rasa dongkol, amarah, tidak suka, dan kebencianmu yang teramat dalam itu ke sosial media, baik itu berupa story singkat maupun post yang dibuat berenteng-renteng seperti cerbung.

Mengapa tidak boleh? Ya, karena hal itu dikhawatirkan akan semakin memperkeruh keadaan sehingga masalah yang mungkin bisa dibicarakan dengan kepala dingin, matang, dan secara baik-baik malah buntu, tidak menemukan titik redanya, serta menjadi panjang dan berlipat-lipat. Kecuali, kalau kamu memang seorang yang memiliki karakter pendendam dan tidak akan menjalin hubungan silaturahmi lagi dengan orang yang bersangkutan, berarti itu adalah pilihanmu sendiri.

Namun, alangkah baiknya kamu menahan diri dan menenangkan hati sembari mengintrospeksi diri sendiri terlebih dahulu daripada mencurahkannya dengan akal pendek melalui media sosial.

Selain itu, membagikan kebencian dan permasalahan di media sosial akan membuatmu tidak tampak dewasa secara berpikir, dan memudahkan orang-orang yang mencerna situasi permasalahanmu akan memanfaatkan peluangnya untuk mengambil keuntungan dengan cara yang licik, yaitu mengadu domba.

Baca Juga:

2. Share di media sosial mengenai pendapatan

Terkadang ada hal-hal yang membuat perasaan seorang manusia menjadi meluap-luap dalam kebahagiaan, salah satunya ialah mendapatkan rezeki berupa kenikmatan uang.

Beberapa dari kamu mungkin pernah melakukan hal ini karena saking senangnya, yaitu membagikan nota atau keterangan slip gaji, baik dalam bentuk foto lembaran kertas maupun dari aplikasi digital ke dalam sosial media secara terang-terangan berikut detil-detil peribadimu dan nominal yang kamu bangga-banggakan tentunya.

Bukan hanya tidak pantas untuk dilakukan dari sudut pandang etika dan moral, namun membagikan keterangan berupa pendapatan ke media sosial akan membahayakanmu dari target orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Tentu kamu juga tahu, peran maling atau perampok sudah memiliki upgrade skill yang mumpuni di era sekarang ini. Mereka bisa melacak keberadaanmu melalui aplikasi, alat, atau media apa saja yang bermaksud untuk mengintaimu sehingga menemukan celah bagaimana meraup uangmu berdasarkan info pendapatan yang kamu share di media sosial.

Jadi, tetaplah waspada dan bijak menyebarkan sesuatu di sosial media. Kalaupun memang ingin bangga dengan pencapaianmu yang sudah bisa menghasilkan uang sendiri, lebih baik share tentang kebaikan untuk bersedekah, berbagi semampunya dengan orang-orang yang tidak mampu, atau membelanjakan barang-barang yang jarang terbeli bersama orang-orang terkasih.

3. Masa-masa kelam

Kalau kamu sedang merasa sedih, gundah gulana, dan mengalami keterpurukan, sebaiknya jangan langsung melontarkan ekspresi galau dan sendumu itu ke sosial media.

Mungkin kamu berpikir dengan cara menaruh cerita sedih ke media sosial, maka separuh bebanmu akan luruh dan lenyap. Namun pada kenyataannya, beragam spekulasi dan kritikan yang semestinya kamu hindari malah membanjiri kolom komentar di media sosialmu.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang akan mengerti situasi yang membebat kehidupanmu. Apalagi, orang-orang akan membandingkan kesedihanmu dengan kesedihan yang pernah mereka alami, padahal sebab dan akibatnya berbeda dari apa yang kamu rasakan.

Jika memang tidak tahan untuk membagikannya kepada seseorang dan membutuhkan sebuah ruang untuk bertukar pikiran agar lepas dari masa-masa kelam, lebih baik kamu mencari orang yang tepat dan dipercaya seperti keluarga atau sahabat dekat. Dan kalau emosi yang dirasakan semakin menggangu aktivitas hingga menuju keparahan, sebaiknya berkonsultasilah dengan seorang pakar seperti psikolog atau psikiater.

Baca Juga:

4. Barang pribadi

Apa yang bisa disimpulkan ke dalam kategori barang-barang pribadi? Tentulah barang-barang yang berkaitan dan melekat erat dengan sesuatu yang bersifat privasi atau rahasia dari kepemilikan seseorang.

Pembahasan ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan poin nomor dua yang membahas pendapatan. Hanya saja, barang pribadi yang dimaksud di sini ialah barang-barang yang dirangkum secara lebih luas seperti dokumen pribadi (KTP, SIM, STNK, NPWP, dan lain sebagainya), serta surat-surat berharga (akta lahir, buku nikah, buku tabungan, dll).

Awasi barang-barang pribadimu dari segala keriuhan media sosial, karena kejahatan akan mengintaimu kapan saja dan melalui apa saja berdasarkan apa yang kamu sebar secara cuma-cuma.

Itu dia ringkasan keempat pembahasan mengenai apa saja yang pantang kamu share di media sosial.

Topik ini tidak bermaksud mengatur-ngatur hak dan kesukaanmu ketika berselancar di sosial media, namun lebih menghidupkan kepekaanmu untuk menyaring apa saja yang pantas dan tidak pantas kamu share di media sosial, karena keselamatanmu jauh lebih penting daripada akibat dari pemikiran pendek yang suatu saat malah menjerumuskanmu ke dalam kesulitan.

Baca Juga: Menanamkan Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi Generasi Milenial Melalui Literasi Digital

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Hero

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *