Menanamkan Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi Generasi Milenial Melalui Literasi Digital

Pentingnya wawasan nusantara bagi generasi milenial tidak bisa diabaikan. Melalui pemahaman yang mendalam wawasan nusantara, generasi milenial akan memiliki landasan kuat untuk menghadapi masa depan.


Pentingnya wawasan nusantara bagi generasi milenial

Wawasan nusantara sering digunakan sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, atau tindakan dalam penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, wawasan nusantara sangat penting bagi kehidupan rakyat Indonesia.

Di tahun 1957 Pemerintah RI mengeluarkan “Deklarasi 13 Desember 1957″ yang merupakan salah satu sendi pokok dari kebijaksanaan pemerintah mengenai perairan Indonesia, menyangkut soal kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia. Konsepsi negara Nusantara dan perkembangannya menjadi Wawasan Nusantara, dimulai dengan “Deklarasi 13 Desember 1957″ itu. Dengan deklarasi itu pemerintah RI mengemukakan pernyataan mengenai wilayah perairan Indonesia.

Pertimbangan-pertimbangan yang mendorong pemerintah RI mengeluarkan pernyataan wilayah perairan Indonesia ini adalah antara lain bahwa bentuk geografi RI sebagai suatu negara kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau, mempunyai sifat dan corak tersendiri yang memerlukan pengaturan tersendiri pula. Di samping itu, bagi kesatuan wilayah (teritorial) negara RI, semua kepulauan serta laut yang terletak di antaranya harus dianggap sebagai suatu kesatuan yang bulat.

Bagi generasi milenial, pemahaman yang mendalam tentang budaya, lingkungan, dan potensi Indonesia, akan menjadi landasan kuat untuk menghadapi masa depan yang kompleks. Untuk itulah pentingnya wawasan nusantara bagi generasi milenial tidak bisa diabaikan.

Apa itu Wawasan Nusantara

Apakah yang dimaksud dengan wawasan nusantara? Secara etimologis, Wawasan Nusantara terdiri dari dua kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan adalah kata kerja Jawa dan Wawas berarti melihat atau melihat. Wawasan berarti penglihatan, penglihatan ke belakang, penglihatan, dan respons sensorik.

Oleh karena itu, wawasan adalah bagaimana manusia dan bangsa dipandang sebagai aspek filosofi kehidupan. Ini berisi desakan dan saran untuk memenuhi keinginan, keinginan, dan kebutuhan untuk mencapai tujuan hidup. Makna wawasan juga merupakan refleksi (refleksi) dan kecemerlangan filsafat hidup, termasuk prinsip, metode, dan isi yang ideal.

Nusantara berasal dari dua kata Nusa yang berarti pulau. Berupa pulau yang terjepit di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Pasifik dan India/Indonesia). Kata Antara, pada gilirannya, adalah satuan air dan diartikan sebagai rumah bagi Indonesia, sekelompok pulau di antara dua lautan Pasifik dan India/Indonesia dan dua benua Asia dan Australia.

Secara terminologi, Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia; yang meliputi daratan, laut, serta udara dan ruang di atasnya, sebagai satu kesatuan, kesatuan politik, ekonomi, social, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Menurut beberapa ahli, istilah nusantara juga memiliki arti tersendiri. Berikut pendapat para ahli tentang visi nusantara. Menurut Prof. Wan Usman, Wawasan Nusantara adalah pandangan orang Indonesia tentang diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dalam segala aspek kehidupan.

Sementara itu, Munadjat Danusaputro berpendapat bahwa pandangan nusantara adalah pandangan bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dalam suatu keberadaan yang saling berhubungan dan penerapannya dalam lingkungan yang berbasis nusantara.

Dan wawasan nusantara, menurut Sumarsono, adalah suatu nilai yang menjiwai semua peraturan perundang-undangan di semua tingkatan di seluruh wilayah negara sedemikian rupa sehingga menggambarkan sikap dan perilaku, pemahaman dan semangat nasionalisme atau nasionalisme yang tinggi, yaitu jati diri dari rakyat Indonesia.

Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), setiap wawasan tentang nusantara ditafsirkan sebagai pandangan atau asumsi bahwa nusantara adalah satu kesatuan yang berisi seluruh laut dan selat.

Baca Juga:

Pentingnya wawasan nusantara bagi generasi milenial

Indonesia sebagai negara majemuk memiliki masyarakat yang multikultural. Masyarakat multikultural adalah masyarakat di mana budaya yang berbeda hidup berdampingan di satu tempat. Masyarakat multikultural biasanya menganut konsep multikulturalisme. Ini adalah asumsi bahwa setiap budaya memiliki posisi dan kelebihannya masing-masing, tanpa meremehkan apa pun selain budaya. Makhluk yang memahami nusantara mencapai kemerdekaan dengan mempersatukan berbagai suku, ras, budaya, agama, daerah, dan berbagai perbedaan menjadi satu bangsa, Indonesia.

Meski meraih kemerdekaan, pengembangan wawasan nusantara tetap penting dan terus berlanjut hingga saat ini. Pemahaman nusantara diawali dengan menumbuhkan kebangkitan bangsa melalui perjuangan kemerdekaan. Dari perjuangan membuka negara hingga merdeka, anak muda berperan aktif secara turun temurun. Salah satu bentuk kontribusinya terhadap generasi muda sebagai tonggak sejarah perjuangan adalah Sumpah Pemuda 1928 sebagai Mesin Pemersatu Bangsa Indonesia.

Generasi milenial, sebagai ahli waris yang harapannya diramalkan, memikul tanggung jawab besar untuk kesejahteraan bangsanya. Sekarang peran generasi milenial berkembang dan perjuangan terus berlanjut. Generasi milenial tidak harus terlibat dalam perjuangan fisik untuk mempertahankan negaranya, tetapi mereka dapat berkontribusi, seperti melalui pengembangan pengetahuan nusantara melalui pemanfaatan internet sebagai bentuk pembentukan karakter untuk pendidikan kewarganegaraan.

Di satu sisi, perkembangan internet menimbulkan ancaman dan tantangan, karena kekuatan generasi muda menghadapi tren teknologi. Di sisi lain, Internet tentu memiliki dampak positif karena menyediakan akses yang nyaman dan cepat ke informasi yang berguna untuk menanamkan wawasan nusantara. Salah satunya adalah membangun pemahaman tentang pembelajaran wawasan nusantara di kalangan generasi milenial.

Inilah keyakinan bahwa anak muda memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pilar pembangunan negara. Akan menjadi penghargaan bagi sejarah peradaban di negeri ini jika generasi milenial diberikan pembinaan untuk tumbuh di negara ini. Oleh karena itu, sebagai bagian dari masyarakat, harus memahami pentingnya wawasan nusantara bagi generasi milenial sebagai upaya pembangunan bangsa.

Baca Juga:


Like it? Share with your friends!

Explorer

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *