Enigma
Ke mana ia berlarian? Tersesatkah ia di antara pasir-pasir kecil yang menggelitikinya? Apa mungkin ikut tergulung-gulung debur gelombang pasang?
Duh Gusti Geuning hirup teh nalangsa Riung jeung batur timbul timburu Hese lengkah tur cumarita
Pria baik yang penuh cinta Yang selalu menjagaku sedari belia
Puisi kontemplasi kala meneguk kopi menjelang pagi!
"Tak peduli seberapa banyak berat badanmu berubah, seberapa tinggi tubuhmu bertambah, seberapa dewasa pikiranmu berhijrah, kau tetaplah gadis kecil kami."
Tentang aku, kamu, dan kita dengan kalimat yang sederhana.
Aku hanya ingin menepi sebentar. Dari riuh isi kepala, Yang entah apa maunya.
Banyak orang ingin bersembunyi ketika tangis membasahi pipi. Karena tak semua orang mengerti dengan masalah yang kita hadapi.
Kesan hati di perjalanannya kala waktu tak bisa dilepas darinya
Hidup bukan hanya validasi Tapi juga apresiasiÂ
Tak pernah menyerah bagai air, membersamai dalam sepi bagai angin.