Di Satu Tempat Bernama Kesalahan
Di tempat bernama kesalahan, keindahan pun berujung nestapa tak berkesudahan.
Di tempat bernama kesalahan, keindahan pun berujung nestapa tak berkesudahan.
Goresan kecil jadi retakan berkeping. Jangan kau sentuh lagi agar tak membuatnya hancur berkeping.
Semua hal tentangmu berputar-putar di kepala selaksa bianglala.
Ingin aku tak terpisahkan Walau jarak ada di antara kita Walau apapun yang akan terjadi
Tak perlu semua tahu. Apakah kita sedang terharu atau menangis pilu. Cukup simpan di hati saja.
Hujan turun di penghujung senja Menampung air mata yang terus mengalir Menanggung beban rasa pedih Akibat berpisah dari rindu
Aku ingin hidup damai dalam sisa usia Sebelum nafas ini berhenti berhembus Sebelum nyawa ini kembali menghadap Tuhan
Kesan hati di perjalanannya kala waktu tak bisa dilepas darinya
Aku belajar menjadi penyembuh untuk tubuhku sendiri Aku belajar menjadi pendidik terbaik untuk pikiranku Aku belajar menjadi penghibur untuk membuat diriku terhibur
Bila rindu itu kataku, bagaimana dengan kamu?
Tanpamu, aku mati layu Denganmu, aku hidup menyatu Bersamamu, aku abadi selalu
Tiada cahaya bulan purnama Tiada seberkas cahaya bulan sabit Tiada sorot sinar rembulan malam Tiada sinar terang walau sebuah noktah