Enigma
Ke mana ia berlarian? Tersesatkah ia di antara pasir-pasir kecil yang menggelitikinya? Apa mungkin ikut tergulung-gulung debur gelombang pasang?
Akan selalu ada rupa senja. Entah hujan atau reda. Entah redup atau nyala. Entah sejenak atau selamanya. Entahlah. Mungkinkah akhir cerita kita?
Duka kematian seratus dua puluh tujuh nyawa Melayang hanya karena kekalahan di sepakbola Terluka oleh gas air mata di pura Kanjuruhan
Magelang dalam kenangan kepahlawanan kelam Seperti negeri Gelang-gelang yang menenggelamkan Mataram
Duh Gusti Geuning hirup teh nalangsa Riung jeung batur timbul timburu Hese lengkah tur cumarita
Bagai cerita kupu-kupu dan kumbang Saling berebut bunga desa hingga keduanya terbang Meninggalkan desa mencoba memenuhi keinginan
Ingin aku tak terpisahkan Walau jarak ada di antara kita Walau apapun yang akan terjadi
Dalam kemuraman suasana hati ini Di malam gelap nan sunyi Aku berharap dan berkeinginan Kau selalu ada di sampingku Ku selalu bersama denganmu
Kesan hati di perjalanannya kala waktu tak bisa dilepas darinya
Berpandangan empat mata Saling berucap dan berkata Berargumentasi tentang kebenaran Berdebat tentang kesetiaan
Jika kau bukan pilihan Tuhan untukku Maka aku rela ditinggalkan untuk selamanya Aku akan rela menerima kenyataan Akan kehidupan dan cintaku padamu