Kerap Merasa Hampa dan Kesepian? 5 Tips Berikut Ampuh Mengatasinya!

Riset psikologi berjudul “Perspectives on Emptiness” oleh Darlene Lancer, menyimpulkan bahwa rasa hampa merupakan mekanisme terakhir sebelum mati rasa.


Ilustrasi hampa dan kesepian

Merasa hampa dan kesepian adalah keadaan emosi yang pernah dialami sebagian besar manusia. Umumnya, mengalami hampa dan kesepian adalah normal bila disebabkan subyek pencetus yang jelas. Misalnya, kehilangan kekasih dalam waktu lama.

Sementara menurut psikologi klinis, hampa atau emptiness ialah kondisi afektif di mana individu tidak dapat merasakan kesenangan, kebahagiaan, harapan, kepuasan, atau tidak berhasrat terhadap sesuatu dalam hidup.

Pada tahun 2019, sebuah riset psikologi berjudul “Perspectives on Emptiness”oleh Darlene Lancer, Marriage and Family Therapist asal Santa Monica, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa rasa hampa merupakan mekanisme terakhir sebelum mati rasa.

Maka perlu diwaspadai bila mengalami hampa dan kesepian berlarut-larut. Pasalnya perasaan kosong dan kesepian tanpa sebab akan memicu perasaan putus asa dan stres. Jika kondisi ini tak segera ditangani bisa berimbas buruk pada kesehatan mental.

Sementara di sisi lain, merasa hampa dan kesepian berlarut adalah salah satu tanda terjadinya depresi. Nah sebelum kesepian berujung depresi, Yuk praktikkan 6 tips berikut untuk mengatasinya:

1. Kenali Diri

Ilustrasi Merasa Hampa dan Kesepian (freepik.com)

Hampa dan kesepian akan mengarah pada depresi jika disertai dengan gejala putus asa dan gelisah berlebihan. Rasa pesimis dan beban berat menggerogoti mental sampai di luar kendali.

Selain itu rasa tak berharga, merasa tak dipedulikan siapapun, sulit konsentrasi, perubahan pola tidur dan tidak bergairah adalah tanda lain bahwa hampa dan kesepian yang kamu alami perlu segera diatasi.

Sementara gejala umum lainnya adalah merasa sakit dan nyeri. Nah kamu harus segera bertindak dengan mewaspadai gejala-gejala tersebut. Sadarlah bahwa tidak ada orang yang lebih tahu kepribadianmu selain diri sendiri.

Baca Juga: 4 Ciri Eccedentesiast, Beserta Dampak dan Sisi Positifnya!

2. Mencurahkan Perasaaan kepada Teman

Bebricara kepada teman (pixabay.com/jamesoladujoye)

Curhatlah kepada teman atau keluarga perihal perasaanmu. Pasalnya, merujuk dari Medical News Today, mengalami kontak langsung dengan orang lain akan memicu kelenjar saraf melepaskan neurotransmitter untuk meredakan gejala stres.

Bercerita kepada teman juga akan memperbaiki persepsi kognitifmu mengenai kesepian. Kamu akan menyadari bahwa kamu tidak sendirian dan perasaan dihargai perlahan akan timbul. Sehingga mental akan terisi kembali oleh emosi positif.

3. Menulis Jurnal Harian atau Diari

Ilustrasi menulis diary (pixabay.com/StockSnap)

Mengutip dari The Cambrigde Journal, menulis jurnal berimbas baik bagi orang dalam kondisi PSTD dan juga bagi individu yang memiliki riwayat trauma. Jurnal tersebut mengungkap bahwa menulis tentang beban terbesar dan ketakutan-ketakutan yang dialami efektif meredakan stres dan menggemboskan emosi negatif.

Baca Juga: 5 Manfaat Menulis yang Kamu Harus Tahu

4. Melakukan Aktifitas Kesukaan

Ilustrasi melakukan kegiatan kesukaan (pixabay.com/NoName_13)

Saat kamu merasa hampa dan kesepian, melakukan aktifitas kesukaan dapat memperbaiki kesan atas kesendirian. Melakukan sesuatu yang kamu sukai dengan sendirian pun dapat menyenangkan. Jika kamu sedang bekerja, ini saatnya kamu melakukan terobosan. Kamu dapat memaksimalkan potensimu tanpa terdistraksi oleh kegiatan lain.

Melakukan aktifitas kesukaan seperti pergi ke warung kopi, perpustakaan atau sekadar belanja kebutuhan sehari-hari dapat meredakan beban yang kamu rasakan. Kamu dapat berbincang dengan teman-teman baru dan bersiap dengan tantangan-tantangan selanjutnya.

5. Melakukan Kegiatan Outdoor

Ilustrasi kegiatan outdoor) (pixabay.com/pexels)

Melakukan kegiatan di luar ruangan efektif memperbaiki mood. Kamu akan merasa lebih lega dan menyadari bahwa kosong dan sepi yang kamu alami hanyalah perasaanmu saja. Banyak teman dan saudara yang masih berkenan merangkul dan berbagi solusi atas setiap masalahmu.

Dr. John Cacioppo, psikolog yang berkiprah di University of Chicago, Amerika Serikat, menyatakan kesepian berhubungan dengan genetik. Namun bukan lantas lantaran pernyataan itu kamu menjadi pesimis kan?. Nah,  jika kamu kerap merasa hampa dan kesepian, 5 tips diatas bisa dicoba untuk kamu terapkan.

Baca Juga: 5 Jenis Gangguan Cemas yang Jarang Diketahui

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Senior

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *