8 Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Melihat anak susah makan atau makannya terlihat tidak berselera akan membuat para ibu kebingungan dan galau


Ilustrasi anak makan (pixabay.com/dhanelle)

Bagi seorang ibu, memberi makan anaknya selain sebagai suatu kewajiban juga menjadi suatu kesenangan tersendiri. Melihat anak makan dengan lahap merupakan suatu kebahagiaan. Karena itu saat anak susah makan atau makannya terlihat tidak berselera akan membuat para ibu kebingungan dan galau.

Kalau dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan anak akan mengalami kekurangan nutrisi yang bisa menghambat pertumbuhan dan kecerdasannya. Apalagi pada anak usia Batita dan Balita di mana merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat. Bahkan dalam jangka panjang, anak bisa terkena stunting atau keterhambatan pertumbuhan.

Berikut tips dan trik untuk mengatasi anak yang susah makan dan membuatnya tetap berselera!

1. Perhatikan jadwal makan anak dan interval waktunya

girl-g43d56a088_640
Ilustrasi jadwal makan anak (pixabay.com/khamkhor)

Tidak hanya mengenali waktu makan, jadwal makan juga dinilai cukup penting untuk mengajarkan anak mengenai rasa lapar dan kenyang.

Nyatanya, kondisi lapar yang dirasakan oleh anak juga berkaitan langsung dengan proses pengosongan lambung. Saat lambung telah memproses makanan dan kosong, kondisi ini menandakan anak dalam keadaan lapar.

Jadwal makan terdiri dari 3 kali makan utama. Di antara jarak makan utama tersebut, juga bisa bisa diseling dengan cemilan yang sehat. Beri anak makan sedikit demi sedikit tetapi sering. Bukan memberi makan sekaligus banyak tapi jarak waktu terlalu panjang.

2. Jangan paksa anak makan makanan yang tidak disukainya

pexels-karolina-grabowska-7946703
Ilustrasi memaksa anak makan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Memaksa makanan yang tidak disukai anak bisa membuat anak tidak menyukai makanan itu seumur hidupnya. Beri kesempatan dia untuk memilih menu yang disukainya. Begini dampaknya jika anak dipaksa makan makanan yang tidak disukai!

  1. Pengalaman ketika anak menangis atau muntah saat mereka dipaksa makan oleh orang tuanya akan menjadi trauma emosional bagi mereka.
  2. Memaksa anak makan ternyata membuat mereka makan lebih sedikit dari yang mereka butuhkan.
  3. Memaksa anak untuk makan ketika balita akan berpotensi membuat mereka mengalami gangguan makan saat dewasa nanti, seperti Obesitas, Anoreksia, Bulimia
  4. Terus memaksa anak untuk makan makanan sehat akan membuat dia punya keinginan lebih untuk makan makanan yang tidak sehat.
  5. Mempengaruhi keinginan anak untuk mencoba makan, karena pengalaman makan sebelumnya negatif.
  6. Orang tua yang sering memaksa anak untuk makan, bisa berdampak pada anak-anak yang merasa kehilangan dan kurang kontrol atas hidup mereka. Alhasil, kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah percaya diri yang rendah.

3. Ajak anak ikut menyiapkan makanannya sendiri dengan nuansa bermain

pexels-august-de-richelieu-4259707
Ilustrasi anak membantu menyiapkan makanan (pexels.com/August de Richelieu)

Biasanya anak lebih antusias menikmati makanan yang telah dia siapkan. Mengajak anak ikut menyiapkan makanannya sendiri bisa bikin ia tambah semangat makan, lho! Libatkan anak saat mengaduk adonan atau membuat bentuk mata dengan tomat atau wortel di atas telur dadar. Kegiatan sederhana ini bisa meningkatkan keakraban Ibu dan anak, serta membuat anak lebih kreatif.

Bukan cuma dalam proses persiapannya saja, tapi ajak si kecil untuk ikut berbelanja dan memilih bahan makanan. Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajarkan soal jenis-jenis makanan dan manfaatnya bagi kesehatan.

Baca Juga: 7 Tips Melatih Anak Untuk Berpuasa, Dimulai Sejak Balita!

4. Hindari memberikan makanan yang itu-itu saja dan terus-menerus

pexels-yan-krukau-8617547
Ilustrasi anak tidak mau makan (pexels.com/Yan Krukau)

Selain agar anak tidak bosan, juga agar nutrisi yang diterimanya lebih beragam. Cobalah berikan menu yang terdiri dari beragam jenis makanan. Sebab, semakin banyak nutrisi yang didapat, semakin baik bagi tubuh anak.

Ingat, tak ada makanan yang paling sempurna yang bisa memenuhi kebutuhan gizinya. Oleh sebab itu, bunda harus menyajikan makanan yang terdiri dari beragam jenis gizi. Menu atau makanan yang beragam, tak cuma mencukupi kebutuhan gizi anak saja, tetapi juga bisa mencegah timbulnya rasa bosan pada anak.

5. Hidangkan makanan dengan penampilan semenarik mungkin

pexels-jill-wellington-5715993
Iustrasi makanan dengan tampilan menarik (pexels.com/Jill Wellington)

Anak cenderung lebih suka makanan yang berwarna-warni di dalam satu piring. Makanya, Bunda bisa memasak beberapa jenis makanan dengan warna yang berbeda-beda. Susun makanan di dalam satu piring supaya makin menarik. Selain bikin anak makin semangat, makanan dengan warna beragam juga bantu mencukupi kebutuhan gizi seimbang.

Anak juga biasanya suka menikmati topping makanannya. Alasannya banyak, mulai dari rasanya yang enak, teksturnya yang menarik, hingga warnanya yang cantik. Bunda bisa menyajikan resep makanan sehat untuk anak dengan topping yang disukai anak-anak, seperti keju, saus tomat, atau mayones.

Baca Juga: Golden Age pada Anak, Ayah Bunda Wajib Tahu!

6. Gunakan peralatan makan dengan bentuk dan warna yang menarik

Set-Piring-Anak-anak-Beruang-Fraktal-Baru-dengan-Mudah-Menarik-Perhatian-Anak-anak-Perhatian-Meningkat-Makan
Ilustrasi alat makan menarik (aliexpress.com)

Ternyata warna dan bentuk makanan, dapat memengaruhi nafsu makan. Sejumlah studi yang dilakukan di University of Washington mempelajari mengenai pengaruh warna terhadap nafsu makan. Hasilnya warna berhasil mengubah ekspektasi orang mengenai rasa makanan.

Warna penggugah selera makan biasanya terdiri dari warna-warna hangat, seperti hijau, kuning, merah, dan oranye. Tidak hanya meningkatkan nafsu makan, warna-warna hangat juga diketahui dapat meningkatkan kecepatan seseorang dalam mengonsumsi makanan. Sementara itu, warna biru jarang direkomendasikan karena dipercaya dapat membuat seseorang relaks dan cenderung mengantuk.

Pastikan juga alat makan yang digunakan menarik perhatian anak. Saat ini banyak dijual alat-alat makan dengan bentuk dan warna yang sangat menarik. Sebelum menggunakan alat makan yang manarik, pastikan bahwa alat terebut berlabel food grade, sehingga aman dan tidak mencemari makanan.

7. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

pexels-naomi-shi-1001914
Ilustrasi anak makan bersama teman (pexels.com/Naomi Shi)

Ajaklah anak untuk makan dengan pendekatan yang baik, lembut, tanpa ancaman dan hukuman. Menyenangkan di sini bukan bukan berarti memberikan gadget atau tontonan saat makan. Berikut cara menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak;

  • Makan dengan posisi duduk
  • Ikut jadwal makan secara rutin
  • Beritahu menu makanan kepada anak
  • Sesekali ajak anak makan di luar (di taman terbuka, halaman rumah, arena bermain anak)
  • Makan bersama teman-teman

8. Kontrol dan batasi pemberian cemilan atau kudapan di antara jam makan utama

pexels-cottonbro-studio-4720383
Ilustrasi anak makan cemilan (pexels.com/cottonbro studio)

Cemilan atau kudapan bagi anak sangat bagus sebagai tambahan nutrisi bagi anak. Namun usahakan jangan berlebihan, agar tidak membuatnya terlalu kenyang saat masuk jam makan utama. Apalagi cemilan yang berlemak, berminyak dan rasa asin atau manisnya terlalu berlebihan.  Sebaiknya pilih jenis cemilan yang bergizi, dan tidak mengandung bahan-bahan yang sekiranya kurang baik untuk pencernaan anak.

Waktu yang tepat untuk cemilan atau kudapan adalah 3-4 jam setelah makan besar, terutama setelah sarapan dan makan siang. Harus diingat bahwa cemilan atau kudapan harus menjadi bagian dari pola makan yang sehat

Itu dia delapan tips dalam mengatasi anak yang susah makan. Bunda bisa mencoba tips di atas. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *